Rabu, 13 Februari 2013

KKN Sukses Dan Berkah

Februari 13, 2013 0 Comments
*KKN sukses dan berkah*


Kalimat itu yang selalu ada setiap hari di akhir kalimat tausyiah temen-temen ikhwah. Seneng rasanya dikunjungi, seneng rasanya jauh-jauh datang dari purwokerto sana untuk silaturahim ke sini :). Ukhuwah itu memang manis yaaaa, lebih manis dari coklat, semanis dan selezat apapun coklat itu ^^

Email nu legaan :)

Februari 13, 2013 0 Comments
Akhirnyaaaaaaaa... bisa akses internet setelah sekian lama, haha. Ieu ge tebih, kudu nempohan sabaraha kilometer ka kota heula nya? poho abi mah.  Tapi teu nanaon lah, nu penting mah legaaaaa :). Tiasa ngirim email ka Bapak... :), Bapak Afik Hardanto nu boga karisma, nu sering nularkeun semangatna ka abi, nu paling bageur, sagalana nu bageur pokona mah. Sayang pisan, tos mangkat ka Jerman. Sukses nya pak, manpaat jeung berkah elmuna. Mugi Allah paringkeun rahmatna, lancarkeun urusana Bapak sareng kaluarga wae lah. Di dieu mah, abi do'akeun wae... :). Tapi rasanya kangen motivasi Bapak :(

Skripsinya sabar ya sayang ^^  walaupun Bapak sudah berangkat ke negeri orang sana, but keep calm..... ada Allah, masih ada Prof Anca juga, insya Allah segera selesai kok, *hup-hup-hup! Semangat! Semangat! dan Semangat! (nyemangatin diri sendiri lebih tepatnya, hehe).

Selasa, 15 Januari 2013

Januari 15, 2013 0 Comments
-Karna ukuran kita tak sama dan itu membuatku cemburu-

Jadi, menjauhlah....


Senin, 14 Januari 2013

Ketika Aku Melamarnya

Januari 14, 2013 0 Comments
Suatu senja yang memerah saga...
Teduh dan meneduhkan bagi yang memandangnya
Nyaman bagi yang berada di dekatnya
Cinta tumbuh di selip pertemanan itu
Cinta tumbuh dalam renyahnya tertawa itu
Cinta tumbuh dalam diam yang meng-elegan-kan
Sungguh elegan...
Hanya waktu yang membersamai aku dengannya, hingga tibalah pada saat dimana aku sudah tak bisa diam untuk berkata bahwa "Ya, aku benar mencintainya".

Seketika itu pun aku melamarnya dengan cara yang elegan *menurutku :)
Aku melamarnya... Benar-benar melamarnya
Pertama, ku ajukan proposalku pada Allah tentangnya
Kedua, baru ku ajukan proposalku pada saksi dan aku berkata, "Mba, bolehkah aku melamarnya? Aku ingin dia, aku memilih dia yang menemani hari-hariku nanti, aku ingin dia menjadi belahan jiwaku, aku memilih dia yang menemaniku saat suka dan duka, aku ingin bersamanya, hanya dengannya"


And finally.... alhamdulillah dia menerima lamaranku, benar-benar menerima lamaranku tanpa syarat! ^^ dan aku bahagia kala itu...sangat bahagia. Aku yang diam-diam mencintainya, dan memilih belahan jiwaku dengan hati-hati (karna sebenarnya aku takut akan kesalahan dalam memilih, aku benar takut). Tapi kekhawatiran itu berubaaaaaaah.... menjadi makin cinta padanya ♥ Allah telah memilihkan dirimu untuk bersamaku, untuk menemaniku di sini.

Kita berjuang bersama untuk mencapai visi misi kita yang mulia itu... menjadi keluarga ilmy yang elegan, keluarga ilmy yang teladan, dan keluarga ilmy yang militan.

Bismillah... barakalloh sholihah (you and me in here, and we always run away together)

*Special for you: Binarlyn ♥

Sabtu, 05 Januari 2013

[Lagi] Tentang Ilmy

Januari 05, 2013 0 Comments


Trilogi dakwah kampus: DAKWY, SIYASY DAN ILMY.
Masing-masing ada porsinya, dan seorang kader tarbiyah itu harus memahami ketiganya. Bukan berarti ketika seorang kader muyulnya ke dakwy, dia tidak peduli bagaimana ranah siyasy dan ilmy, bukan seperti itu profil kader tarbiyah, karna sejatinya "Tarbiyah itu adalah tumbuh berkembang bersama". Namun, memang ada pengkhususan (pembagian kader dengan amanahnya di masing-masing ranah). Sering mendengar kan? "Kejahatan yang terstruktur akan mengalahkan kebaikan yang tidak terstruktur". Itulah mengapa pembagian amanah itu dilakukan, agar kefokusan pun ada pada ketiga ranah itu sehingga para penggiat dakwah bisa mensinergikan segalanya supaya tercapai keteraturan dalam mengemban amanah dakwah.

Lihatlah bagaimana dakwy dan siyasy banyak kader dengan kualitasnya yang unggul. Tapi mengapa pada kenyataannya, ilmy selalu mengalami minimalitas kader. Dan dari yang sangat minimalnya itu pun, masih saja ditarik pada ranah lain. Aneh, sungguh sangat aneh. Saya jadi bingung dan berusaha berpikir lebih keras lagi. Katanya berjama'ah, katanya solid, katanya dan katanya... tapi mengapa pembagian ranah ilmy masih dikesampingkan??? (this is just my argument)

Pernah suatu ketika oktober lalu, saat Temwil JADIY di Solo, pada sesi tanya jawab saya menanyakan satu hal yang saya butuh jawaban yang konkrit. Pertanyaannya adalah "Kenapa sering terjadi perebutan kader (bahasa halusnya pembagian amanah kader, khususnya di ilmy)?" Itu adalah pertanyaan yang diajukan pada atasan yang udah menelan asam garam dakwah (dakwah ilmy khususnya). Namun, saya belum mendapatkan jawaban yang memuaskan di hati. Jawabannya itu lagi-dan itu lagi (lebih pada realitanya). Yang saya inginkan adalah bagaimana mengubah paradigma yang salah dan memahamkan dakwah ilmy itu sendiri pada kader, realita mah semua sudah tahu sama tahu.



QUOTES yang SANGAT BAGUS sekali dari kader ilmy, bisa disimak saja dahulu:
"Setiap masa ada episodenya, mari kita mulai melihat dengan kacamata yang baru. atau mungkin proses ini memang sedang memaksa kita untuk membuat sebuah sudut pandang baru yang jauh lebih dewasa dan fleksibel. kita harus mulai merasa bangga, bahwa siapapun dia orangnya, yang dilebelkan sebagai kader A,B atau C, semua punya tanggungjawab sama dalam dakwah. semua memiliki porsi peluang (kemungkinan) yang sama. jadi tidak mustahil juga jika hasil keputusan akhirnya demikian. jangan buru2 bilang, " dakwah ilmy kita kembali meredup."

adakalanya, arena berkarya bukanlah satu2nya hal yang menjamin keoptimalan dakwah, karena untuk satu hal ini, bukan hanya kader yang bisa dikaryakan, tapi ammah pun bisa dilibatkan. memang, wajihah seharusnya menjadi sarana komprehensif yang menjanjikan, lalu bagaimana jika wajihah itu bukan milik kita, atau.. bagaimana jika kader kita tidak melakukan ini, itu atau tugas2 lain yang seharusnya dia kerjakan. ini proyek lama kita kan? sekali lagi, kita harus menjawab tantangan ke depan, fleksibel bisa menjadi jawaban sementara untuk memangkas kekhawatiran kita. mulai lagi, dari mana kita bermula dan apa yang sudah kita selesaikan dari tugas2 kita selama ini."



PERTANYAANNYA ADALAH: "BAGAIMANA JADINYA KETIKA KADER (KHOS) YANG ADA DI WAJIHAH ILMY ITU SENDIRIAN? sedangkan PEER ranah ilmy ituuuuu sangatlaaahh banyak dan berat. Apalagi dalam wajihah ilmy yang masih bayi, benar-benar masih bayi, belum mapan seperti wajihah-wajihah lainnya. Butuh tenaga ekstra mile untuk membangun, untuk memahamkan dakwah ilmy pada kader dan teman-teman ammah. Sedangkan yang berada dalam wajihah ilmy itu hanya seorang. SEORANG. Silakan BAYANGKAN." (dan silakan JAWAB). 


Untuk saat ini dan ke depannya, saya tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. Ya, [lagi] dengan segala keterbatasan. Hanya lillahita'ala yang mampu menguatkan. Dan ikhlas itu memang sulit sekali. Namun saya akan berusaha mencoba menjalaninya dengan segala daya dan kemampuan yang saya miliki atas ijin Allah. Allah ghoyyatunaa. Titik.


Purwokerto, 5 Januari 2013 pukul 23.27 WIB
*dalam kesendirian yang menyapa, namun dalam hatinya meyakini betul bahwa Allah tidak akan membiarkan jiwa dan raganya berjuang sendiri. Innalloha ma'anaa. 

Opportunity in dakwah, Career in the world and to be Sucess for yaumul akhir ^^

Minggu, 30 Desember 2012

Asa Jiwa

Desember 30, 2012 0 Comments


"Dan ketika sampai pada dermaganya, pilihan itu jatuh pada tempat dimana lebih banyak memberikan saya kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik, pada tempat dimana butuh transformasi besar-besaran, go out comfortable zone. Dan dalam prinsipnya, kita tumbuh berkembang bersama.. karna itulah yang dinamakan tarbiyah -tumbuh berkembang bersama- Bismillahirrahmaanirrahiim". (Aulia, Nurul. December 30th 2012)


Pada fase dimana hati tidak lagi searah dengan pikiran dan tindakan. Bagaimanakah jadinya?
Pada fase ketika cita-cita, target, capaian tidak sesuai dengan kenyataannya. Bagaimanakah selanjutnya?
Pada fase dimana sebuah organisasi sangat membutuhkan kontribusi kita. Apakah yang akan dilakukan?
Pada fase ketika kita (saya khususnya) bukan menjadi bagian dari pengukir sejarah peradaban. Dipertanyakankah militansinya? (jelas).
Pada fase dimana tiba saatnya untuk membalas segala yang telah dikorbankan mereka berdua (walaupun nyatanya tidak akan bisa). Apa balas budimu?

Fase-fase itu akan sangat mungkin terjadi, tidak dapat dipungkiri keabsahannya. Karna sejatinya, Allah lah Yang Menggerakkan hati ini untuk melangkah. Melangkah dengan sebuah pilihan yang telah ada di hadapan. Fase sulit ketika harus memilih antara cita-cita, orangtua, dan dakwah. Oh Allah... saya cinta ketiganya. 

Cita-cita, bagaimana ia tumbuh dalam sanubari yang terus bergelora, menggebu bahkan terbang ke langit jiwa. Cita itu terus tumbuh hingga menjadi sebongkah cinta yang akan menghantarkan beberapa derajat lagi menuju pintu jannahMu. Cita itu akan terus tumbuh membesar dalam benak dan hati ini. Dan pada akhirnya, kata ikhlas sebagai kata pamungkas untuk menerima apapun keputusanMu.

My beloved parents, mereka berdua luar biasa, sangat luar biasa. Bekerja tanpa kenal letih, dan mamah yang selalu paham akan keinginan dan kebutuhan anaknya ini, hebatnya lagi mereka mendo'akan kita setiap waktu. Bayangkanlah, mereka berdua yang setia mendo'akan kita. Lantas... apa yang sudah kita lakukan untuk mereka berdua? (renungan)

Dakwah. Memang seperti itu dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan meminta semuanya dari dirimu. Sampai pikiranmu. Sampai perhatianmu. Berjalan, duduk, dan tidurmu. Bahkan di tengah lelapmu, isi mimpimu pun tentang dakwah. Tentang umat yang kau cintai. Lagi-lagi memang seperti itu. Dakwah. Menyedot saripati energimu. Sampai tulang belulangmu. Sampai daging terakhir yang menempel di tubuh rentamu. Tubuh yang luluh lantak diseret-seret. .. Tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari. (KH. Rahmat Abdullah)



Dan kemudian.... pilihannya adalah ...........? tidak-tidak, saya tidak boleh memilih dintara ketiga nya, tapi saya akan memilih KETIGANYA BISMILLAH. Dan saat ini masih berada ditempat yang aman dan nyaman saja. Tapi haqqul yakin, Allah pasti akan memberikan petunjukNya, certainly :)

Opportunity in dakwah, Career in the world and to be Sucess for yaumul akhir ^^

Sabtu, 29 Desember 2012

H-2 di penghujung tahun yang berbahagia :)

Desember 29, 2012 0 Comments



Malam ini hujaaaan :) alhamdulillah, bahagia rasanya kalau hujan tiba

dan ini adalah tentang mimpi itu, tentang cita-cita itu

ini tentang bahagia, lagi-lagi tentang bahagia

cape, letih, lelah, jenuh, pasti! itu sudah pasti!

kaderisasi, kaderisasi, dan kaderisasi

itu....itu semua adalah tugas bersama....bukan hanya dibebankan pada satu orang atau departemen

jadi tolonglah...tolonglah...pahami urgensinya

mereka, mereka adalah bibit sayang. bibit yang harus ditebar agar menumbuhkan tanaman yang baik dan bermanfaat

akan panjang jika membahas kaderisasi di sini, sedangkan saya lagi tidak ingin membahasnya saat ini. titik. saya hanya ingin diri saya bahagia, kamu bahagia, kita, kalian, mereka bahagia dan pastinya saya ingin Allah bahagia melihat setiap ikhtiar diri ini, Allah bahagia melihat ikhtiar kita, karna sejatinya penilaian manusia hanyalah manusia... yang saya inginkan adalah berkah dari Allah :)



sakura....sakura....tuat....tuat....dan tuat....engineer-engineer-and engineer

how about that? how about my dream?  Oh Allah... please, help me :(

Please give me a chance for study to japan (if that is the best)

but, in here? how about that? many questions I want to ask

please  give me a guide,,

saya tidak ingin sendiri di sini




dan lagi ini tentang rumahku syurgaku

i miss theme so much

really :*

rehat-rehat-rehat-dan rehat

ketika kejenuhan menghampiri, tempat yang paling nyaman... yang sangat paaalliing nyaman adalah rumaaah

ada keluarga yang saling mencinta, adik gue yang kadang bandel (tapi aslinya dia sayang banget sama kakanya ini, haha *jelaslah, begitupun dengan kaka gue)

mamah...bapa... slamat milad :D, maaf ya kemarin hanya mengucapkan lewat sms :)

we hope you always happy, healthy, and we always love you

and i want to see your smile :*





*Karna bahagia itu adalah kita sendiri yang menciptakan, bukan orang lain. Ketika dirimu merasa bahagia dan akan terus merasa bahagia maka bersyukurlah, nikmatilah rasa bahagia itu, nikmatilah senyuman termanis itu sayang :)

Aulia, Nurul. Ruangan biru berukuran 3x3 m2. Sabtu, 29 Desember 2012 pukul 23.11, Kota Satria, Purwokerto. H-2 di penghujung tahun yang berbahagia :)

Sabtu, 22 Desember 2012

Uhibbukifillah

Desember 22, 2012 0 Comments
Malam ini, tepat 22.55

Membaca sms nya yang dikirim, dan beberapa menit kemudian "Binarlyn.... uhibbukifillah" (teteslah air mata ini) :'(
Kamu-kamu-dan dengan kamu lagi berbagi perjuangan ini, titik pokonya. Hanya ingin mengucapkan itu saja. dan pada akhirnya aku merengek ingin pergi berdua denganmu *Bogor, Yogya, Bandung dan Solo ingin aku singgahi bersama dirimu. Hehe please.... come on my dear, "Aku sayang anti ;)"

*Big hug my dear, peluk cium dari jauh sini :*


Jumat, 07 Desember 2012

Saya mencintainya ♥

Desember 07, 2012 0 Comments


Bilang cinta itu tidak mudah. malu. butuh keberanian yang sangat-sangat-dan sangat. sungguh tidak gampang. pun ketika rindu. malu untuk mengatakannya secara langsung "saya rindu kamu", itulah kenapa menerjemahkan rasa ke dalam tulisan sedikit atau bahkan lebih melegakan perasaan yang tersimpan rapih. *tergantung orangnya juga si :D

Sangat menyadari. ketika bilang "Mamah, nunu cinta mamah karna Allah", malu beneran deh kalo ngomong langsung. lebih baik menulis surat cinta untuk mamah (kata yang singkat, namun penuh makna, diselipin rasa tulus mencintai dari hati, insya Allah akan sampai ke hati juga), "Mamah, nunu cinta mamah karna Allah", pasti akan berbeda rasanya. dan setelah terbaca suratnya, kita sama-sama tersenyum, seolah hati yang berbicara tanpa keluar sepatah kata dari lisan ini bahwa "Nunu cinta mamah karna Allah" ;). dan suasana akan lebih terasa hangat dan melebur, semuanya haru dan melebur, percaya deh. *bagi saya si :D

Tapi sebenarnya ni ya..... ungkapan cinta itu tergantung dari masing-masing individu bagaimana cara memahami dan menyampaikan cinta itu sendiri. Selama itu dalam aturan yang telah Allah tetapkan, why not?

Sampaikanlah rasa itu, tebarkanlah cinta itu, berikan energi positif dengan keberadaan cinta itu untuk lingkungan sekitar. Sungguh beruntung bagi orang-orang yang masih bisa merasakan cinta. Maka bersyukurlah pada Sang Pemilik Cinta, Allah Rabbul Izzati :)

So, ungkapkanlah cinta itu pada orang-orang tersayang, orang-orang terkasih dan pastinya orang-orang yang telah memberi energi positif itu :)