Rabu, 03 Januari 2018

Camping ceria

Januari 03, 2018 0 Comments
Ini posting cerita lama sebenarnya, hanya masih di draft jadi baru di posting sekarang. Ceritanya, Ayah Azzam senang bertualang, sering muncak dan beliau ingiiiin sekali mengajak keluarga kecilnya menikmati juga keindahan alam yang telah Allah ciptakan. Mau muncak? enggak dong ya.. Puncak sangat dingin dan saya belum berani di puncak dengan membawa bayi, yang saat itu Kakak Azzam baru berumur 10 bulan. Saya juga sebenanrnya ingiiiin sekali muncak dan itu salah satu impian yang belum terwujud. Sesaat setelah menikah, cuaca lagi musim hujan dan saya pun langsung diberi amanah mengandung Azam jadilah belum jadi untk muncak. Dan alternatif lainnya untuk tetap menikmati alam adalah camping. That's a good idea! 

Alhamdulillah...
Kakak Azzam usia 10 bulan :D

Ini adalah pengalaman pertama Azzam melakukan  camping. Sebelumnya kami melakukan beberapa persiapan. Pertama tentunya kondisi kesehatan dong yaa.. karna ini merupakan salah satu nikmat dari Allah yang sangat berharga. Kalau kita sehat, apapun aktivitasnya bisa kita lakukan (tentu dengan izin Allah). Alhamdulillah Kakak dalam kondisi sehat wal'afiat, begitu juga dengan emak bapaknya sehat bugar dan bahagia tentunya :D. Udah niat banget untk camping di alam terbuka dan beneran camping. Bukan Glamping (glamour camping yang lagi hits sekarang-sekarang ini). Persiapan lainnya seperti bahan makanan (saat itu saya hanya membawa mie rebus, telor, beras, dan buah), alat masak ( bahan bakar spiritus), lampu tempel, senter, pakaian ganti secukupnya (terhitung dari Selasa sore hingga Rabu), 3 selimut juga bedcover (haha), kamera tentunya untuk mendokumentasikan kegiatan camping.

Bahagia? tentu bahagia... hebatnya adalah Azzam bisa melewati malam yang sangaaaaat dingin dengan tidurnya yang nyenyak banget. Padahal saat itu sedang hujan cukup deras dan angin yang sangat kencang. Ayah dan mamahnya saja sering terbangun gegara kedinginan, meskipun berpelukan, berpegangan tangan tetap saja dinginnya terasa. Memang kuasa Allah..Masyaa Allah...

Hari itu kami camping di Bumi Perkemahan Ipukan, Palutungan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Berangkat pada hari Selasa, 16 Agustus 2016 pada pukul 14.00 WIB. Perjalanan dan istirahat selama kurang lebih 2 jam dan kemudian sampai bimu perkemahan sekitar pukul 16.00. Ayah langsung membuat tenda dan merapihkan barang-barang. Saat tenda sudah jadi, saya langsung masak nasi dan bikin telor mata sapi. Air minum bawa dari rumah hehehe. Walapun dekat dengan mata air, untuk antisipasi jadilah kami bawa air mineral dari rumah.

Jelang tengah malam hujan deras dan angin kencang. Langsung pakai semua perlengkapan mengindari udara yang sangat dingin. Pakaian lengkap selimut double tetap saja saya kedinginan hahaha. Azzam alhamdulillah anteng banget, tanpa kebangun sama sekali di malam harinya. Sampai waktu shubuh baru bangun dan langsung mainan bendera yang kami bawa untuk menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia tercinta.

Singkat cerita Rabu siang jelang sore kami bersiap-siap untuk pulang ke Cirebon dan alhamdulillah satu keinginan tercapai untuk camping... :). Next moment camping lagi ya! :D
Foto saat tenda sudah jadi

Malam hari ketika sedang hujan deras dan angin kencang
Tengah malam saat kebangun gegara dingiiiiiin sekali

                                      

Sesaat mau pulang di hari minggu siang jelang sore


#30DaysWritingChallengeDay2
#ODOPfor99Days2


Selasa, 02 Januari 2018

Resolusi 2018

Januari 02, 2018 0 Comments
Bismillah, diaminkan yaa bagi yang membaca ini :D

1. Gabung di group WAG #ODOPfor99days

2. Kuliah di IIP (Institut Ibu profesional)

3. Rajin posting di group KEB (Kumpulan Emak-emak Blogger)

{Keempatnya adalah komunitas menulis. Kenapa saya gabung di ketiga nya? Karena ini sangat bermanfaat, recommended bagi emak-emak yang punya passion sama di bidang kepenulisan}

4. Target 12 judul buku yang tuntas dibaca

4. Bikin sebuah buku tentang parenting atau lainnya

5. Lulus Homeschooling Azzam preschool di tahun pertamanya (2th years old)

6. Bismillah umroh sekeluarga

7. Bantuan buat Mamah bikin rumah tingkat :*

8. Usaha kambing dan domba Ayah capai 30 ekor

9. Healthy life and healthy food (luas banget maknanya, jabarin di waiting list yaa)

10. Promil (program hamil) lagi untuk adik Azzam :)

11. Dhuha dan Tahajud lebih kenceng lagi dong!

12. Silaturahim ke temen TK, SD, SMP, MAN, kuliah dan temen kerja. Karna dengan silaturahim, maka Allah akan memperluas rizki kita, memperpanjang umur kita dan masih banyak manfaat lainnya dari silaturahim

13. Sebagai Manager Kerumahtanggan, bismillah lebih bijak lagi dalam mengelola keuangan

10 Januari berakad

Januari 02, 2018 2 Comments
Pada sore hari yang teduh, tepatnya pukul 17.35 WIB. Saat hujan gerimis datang dengan syahdunya dan saya rasa suasana seperti ini adalah sebagai nikmat dari Allah untuk menambah romantisnya saat kami (saya dan suami) berpacaran. Kebetulan suami saya sedang sakit jadilah beliau ijin dari kerjanya untuk hari ini. Kebetulan juga Kakak  Azzam kecapean main seharian ditambah baby message and baby gym pula jadilah ia langsung tidur. 

Kegiatan berpacaran kami yang sangat simple. Suami membaca buku dan saya bersandar di sampingnya sambil memegang jari jemari kokohnya, sambil sesekali scroll down layar handphone saya yang isinya begitu-begitu saja haha. Sambil juga berbincang-bincang ringan namun penuh makna (gak usah dibahas lah ya bincang-bincang intim nya). Dan di sela-sela perbincangan itu, saya berucap pada beliau "Sayang, Nurul bersyukur punya suami kayak mas, alhamdulillaah... tetap rendah hati ya, tetap jadi pribadi yang sederhana" dan beliau berkata "Alhamdulillaah, in  syaa Allah siap Nyonya" :). Sesekali saya menatap wajah teduhnya, sesekali juga saya flashback kejadian lampau yang mempertemukan saya dan beliau.

Sungguh ini adalah campur tangan Allah. Semua sudah tertulis di lauhul mahfudz. Pun bagaimana cara Allah mempertemukan kami berdua. Saat masih lajang, tepatnya saat usia galau-galau nya untuk memikirkan jenjang pernikahan, saya selalu berdoa pada Allah "Allah, pertemukan saya dengan orang sholih yang kelak ia akan menjadi pendamping hidup saya, membimbing saya dan keluarga untuk masuk jannahMu. Dan pertemukanlah kami dengan cara yang  baik, yang Engkau ridhoi. bukan jalan yang Engkau murkai". 


Sampai bulan Juli 2014, saat sedang melaksanakan shaum ramadhan, dan saya bersama teman-teman liqo beritikaf di Masjid At taqwa. Dalam iktikaf pun banyak do'a-do'a yang dipanjatkan pada Allah, dan salah satunya adalah tentang jodoh. Tiba-tiba seminggu sebelum hari raya Idul Fitri, ada seseorang yang bertanya lewat pesan singkat. Inti pertanyaannya "Sudah ada calonnya belum? Kalau belum, boleh saya melamar Bu Nurul?"

Hehe kalau saya ceritakan ulang kembali kejadian dulu pada beliau, akan ada tawa dan sedih dalam raut wajah nya. Tawa ketika malu mengungkapkan segala macam isi hatinya di depan Bapak saya. Pertama kali bertemu dengan Bapak langsung melamar saya, saya pun shock dibuatnya dengan wajah kaget haha. Gimana enggak? kenal aja belum sama Bapak eh tiba-tiba langsung minta aja.  Dalam hati pun berujar, ini lelaki berani banget, ketemu sama saya pun hanya saat saya masih kerja di NF dan itu pun sebentar (kurun waktu 3 pekan) dan enggak tiap hari. Apalagi sama Bapak yang baru pertama kali bertemu. Memang sih sebelumnya saya sudah mengenalkan suami saya (yang saat itu statusnya masih calon) lewat biodata ta'aruf, tapi kan belum bertatap muka. Gak gampang boy, jare Bapak wkwkwk.

Dan sedih nya karena perjuangan untuk menikah memang tidaklah mudah :'(. Mungkin itu juga dirasakan setiap calon pasangan yang akan menikah, dan prosesnya memang berbeda-beda. Terkadang saya juga sedih kalau flashback kisah dahulu. Tapi bukan pengalaman kalau tidak menjadi pelajaran. Dan kami berdua mengambil pelajaran dari semuanya itu, in syaa Allah. Dengan segala proses nya yang panjang, negosiasi yang matang dan doa yang terus berusaha melangit, akhirnya Allah permudah jalannya. 

Tepat tanggal 10 Januari 2015 suami berakad. Alhamdulillah sah...sah...sah...
Langsung mengalir air mata saya saat itu, alhamdulillah ditemani temen-temen liqo yang sudah sedari pagi menunggu. Sedih, senang, haru bahagia dan semuanya campur menjadi satu. Lega rasanya. Setelah sah, langsung saya keluar kamar dan menghampiri suami juga penghulu dimeja akad. Senyum sumringah campur nervous ada dalam raut wajahnya. Dan dengan rasa canggung beliaupun menggandeng tangan saya menuju pelaminan. Itulah kali pertamanya jari jemari kami berpadu saling menggenggam erat. Ah tidak bisa dibayangkan bagaimana perasaan saat itu.. terlalu bahagia :*


Singkatnya, dalam cerita ini saya hanya akan menyampaikan jazakallah teruntuk ayah nya Azzam, Zefry Novizar. Jazakallah khairan katsiiran atas segala lelahnya dalam mencari nafkah untuk keluarga, atas kesabarannya dalam menghadapi saya, atas keikhlasannya dalam membantu pekerjaan rumah tangga, dan atas kesabarannya dalam mendidik :'( juga atas kebaikan-kebaikan lainnya. In syaa Allah, Allah yang akan membalasmu dengan segudang pahala, Ayah. Uhibbukafillah :*


NB: ini tulisan nyampe banget 2 jam, karna Ayah lagi sakit, jadilah disambi ini itu sambil ngurusin Ayah. Syafakallah Ayah Azzam... semoga sakit kali ini menjadi penggugur dosa-dosa yang telah lalu ya :). Dan yang buat saya tersenyum malu-malu adalah saat 'ngerokin' dan mijetin Ayah, Ayah tetiba bilang "Alhamdulillah punya istri kaya Nurul, makasih ya sayang....." Langsung terbang deh idung saya hahahaha.


*hampir 3 tahun masa pernikahan* 10 Januari 2015- 2 Januari 2018

Rabbanaa hablanaa min azwaajina wadzurriyaatina qurrota'ayun waj'alna lilmuttaqiina imaama. Semoga sakinah mawaddah wa rohmah hingga jannah. Aamiin, Allahuma aamiin.

#30DaysWritingChallengeDay1
#ODOPfor99Days1

Rabu, 11 Oktober 2017

Ikhlas ya Mak...

Oktober 11, 2017 0 Comments
*My precious

Kalian pernah menonton film The Lord of The Ring, bukan? Syukur-syukur juga pernah membaca bukunya. Tolkien, pengarang buku itu, menjelaskan bahwa pahlawan paling utama dalam cerita yang dia karang adalah Sam. Bukan Gandalf, bukan Frodo, bukan Aragorn, melainkan Samwise Gamgee.
Apa yang telah dilakukan Sam hingga dia disebut pahlawan paling spesial? Sepanjang cerita dia hanya "membantu". Dia membantu tokoh utama dengan tulus, setia, dan tangguh. Dia menyelamatkan berkali-kali tokoh utamanya. Dan yang paling super, dialah yang paling mudah melepaskan cincin sakti itu. Berikan cincin itu ke Sam, maka dengan mudah Sam melepaskannya kembali, karena Sam tidak punya ambisi my precious, my precious. Dia menyadari dengan sungguh2 posisinya, mengerti tanggung-jawabnya, kemudian melaksanakannya dengan ihklas.

Di dunia ini, potret Sam ada di mana-mana. Jika kalian guru, maka sungguh kalianlah pahlawan paling utama. Kalian laksana seorang Sam. Murid-murid kalian tumbuh menjadi Frodo, Aragorn, Gandalf masa kini (Presiden, Inventor, jenderal, pengusaha, dokter, dll), murid-murid kalian menjadi orang hebat, tokoh utamanya. Sedangkan guru, tetap di sana-sana saja posisinya. Kalian membantu tokoh utama dengan tulus, setia dan tangguh agar tumbuh menjadi keren. Kalian juga menyelamatkan mereka (saat mereka malas, nakal, melakukan kesalahan), kalian memberikan motivasi, dorongan, kesempatan berikutnya. Dan yang paling supernyanya lagi, kalian melepaskan kesempatan yang mungkin lebih baik selain menjadi guru, kalian memilih dengan sadar posisi sebagai guru.

Pun ibu rumah tangga, itu juga adalah potret Sam. Seorang ibu rumah tangga, juga memilih posisinya, lantas membantu tokoh utama. Anak-anaknya, suaminya, mereka tumbuh menjadi orang hebat, ibu rumah tangga cukup tersenyum menatap semuanya. Selalu bahagia dan bersyukur. Ibu rumah tangga yang baik, adalah pahlawan, dalam kaca mata peradaban manapun, masyarakat manapun, juga agama manapun. Derajat mereka tidak terbantahkan--kecuali oleh orang-orang yang tidak paham hakikatnya.

Jangan berkecil hati jika kita hanya menjadi "peran pembantu" dalam hidup ini. Sepanjang dilakukan dengan tulus, kebahagiaan tetap bisa kita rengkuh. Kita tidak pernah bicara tentang siapa yang akan memuji, siapa yang akan mengelu-elukan kita. Tidak pernah. Kita selalu bicara tentang kebahagiaan di dalam hati sendiri.

Jangan berkecil hati jika kita hanya mendapatkan peran remeh-temeh. Pun jangan berkecil hati jika kita dalam situasi paling menyebalkan, kecewa atas peran tersebut. Apa kata Sam ketika mereka di salah-satu titik nadir, titik dasar petualangannya? "Ada banyak hal baik di dunia ini, Master Frodo, dan itu layak kita perjuangkan habis-habisan."
*Tere Liye

MasyaAllah, iya juga ya. Tokoh utamanya ternyata bukan frodo, gandalf apalagi legolas si rambut pirang yg gagah. Tapi ia adalah Sam yg dengan ikhlasnya senantiasa menemani frodo sampai titik akhir perjuangan hingga cincin itu dilemparkan ke mordor.  Begitulah halnya dengan ibu rumah tangga. Seperti yang sedang saya perankan ini. Bangun lebih awal dan tidur di akhir waktu (kecuali jika memang sudah lelaaaah sekali, biasanya saya ijin mendahului suami). QL untuk mendoakan suami, anak, orangtua,  keluarga, orang-orang di sekitarnya dan saudara seiman tentunya. Tidak lantas tidur, tetapi pekerjaan rumah sudah menunggu didaftar waiting list nya. Sembari mesin cuci berputar, biasanya saya beres-beres rumah dan melakukan hal lainnya. Tapi tidak melulu saklek harus semua dikerjakan dalam satu waktu. Kalau lagi datang perfeksionis nya, saya memang kudu wajib menyelesaikan pekerjaan dalam satu waktu dan itu membuat badan lelah Mak :( karena memaksakan diri dan saya selalu diingatkan paksu bahwa santai tapi serius adalah andalannya. Setelah diingatkan itulah saya jadi lebih santai dan fleksibel. Urusan masak pun tidak setiap hari saya memasak. Berbagi rizkilah dengan warung masakan tetangga alias beli masakan jadi :). Kalau lagi malas mencuci, berbagi rizki lah dengan tukang laundry. Dan perihal lainnya terkait kerumahtanggaan, jadilah pribadi yang senang berbagi. Jika memang kita semua ikhlas menjalankan peran yang sudah seharusnya, in syaa Allah, Allah pun akan memberikan hasil yang berbanding lurus dengan ikhtiar kita. Misalkan pagi-pagi lagi beberes rumah, tiba-tiba suami meluk dari belakang dan nyuapin saya jeruk lewat b***r nya. Itu mah rizki istri sholihah #eaaaaaa. Allah yang menggerakan hati suami kita kan? Tiba-tiba lagi suami nawarin jalan-jalan di ahad pagi yang cerah, itu sih rizki istri sholihah juga. Syukuri aja semua yang udah Allah kasih, dan memang tugas kita hanya taat bukan? #cmiiw

Rabu, 27 Juli 2016

Balada demam

Juli 27, 2016 0 Comments
Masuk hari ke-3 demam sudah melanda tubuh mungilnya. Innalillahi, syafakallah ya kak. Kalau demam sudah datang, emaknya yang agak panik. Maka datanglah sang penenang, si abang sholih. Sebenarnya berusaha ngga panik, tapi anggeur wae ngeliat anak gelisah, diem tak berdaya (yang biasanya aktif gerak sana gerak sini), makan sedikit, nangis dan inginnya sandaran terus di emaknya, secara spontan panik mulai melanda. Ibu siapa yang tega ngeliat anaknya begitu? Doanya bukan "Sakitnya pindahin aja ke emaknya", tapi cukup sembuhkanlah anak saya Ya Allah.. karna kalau ucapan tadi jadi doa, beneran emaknya yang sakit, maka siapa yang akan merawat anak dan suaminya nanti? 

Ketika diawali dengan perubahan suhu jadi anget atau bahkan langsung tiba-tiba panas, hal pertama yang dilakuin adalah ambil termometer, cek suhunya. Azzam memiliki suhu tubuh yang biasanya hangat (kayak emaknya yang selalu memberikan kehangatan, eaaaa :D). Jika suhu tubuh lebih dari 37 decel, maka itu bisa dikatakan demam. Pernah bahkan sampai 39,2. Langsung deh buka bajunya, hanya tinggal diapers dan atau kaos dalamnya saja. Sementara  ayahnya membuka baju dan kemudian memeluknya, emaknya menyiapkan air kompresan dan waslap nya. Kenapa ketika suhunya tinggi langsung lepas baju dan dipeluk? supaya terjadi perpindahan suhu, setidaknya sedikit menurun. Setelah dipeluk, kompres di bagian ketiak dan lipatan paha. Jangan menggunakan pakaian tebal atau selimut. ASI jangan berhenti, pokoknya bagaimanapun caranya emaknya harus banyak ide supaya bayi terus mau minum ASI, jangan sampai dehidrasi. Di rumah memang menyediakan obat penurun panas, seperti paracetamol. Tapi selagi bisa yang alami, saya lebih prefer yang alami. Seaman-amannya obat kimia, pasti ada efek sampingnya. Alhamdulillahnya di sekitar rumah juga ada daun cincau. Maka saya menggunakan daun itu sebagai cara alami yang saya tempuh. Daunnya dicuci bersih sekitar 4-5 helai. Kemudian diremas-remas sampai agak mengental, lalu oleskan pada bagian kepalanya. Memang tidak bisa langsung turun, butuh proses beberapa jam untuk meredakannya. Bahkan 2-3 kali ganti perasan daun cincau. Pernah juga suatu ketika panasnya ngga turun-turun, cara pamungkas adalah dengan memberinya obat penurun panas (sesuai resep dokter lho ya).

Balada demam ini memang menguji kesabaran, kesabaran anak, mamah dan ayahnya. Tapi doa yang pasti diucapkan adalah, syafakallah ya Kakak Azzam..... semoga Allah memberimu kesehatan yang sempurna.

Sabtu, 16 Juli 2016

KEB

Juli 16, 2016 4 Comments
Alhamdulillah, beruntung punya temen-temen sholih juga menyolihkan dan berwawasan luas. Dipertemukanlah dengan KEB (kumpulan emak blogger). Semoga bisa menambah hasanah pengetahuan dari berbagai aspek kehidupan. Secara, menulis nya saya masih moodian, semoga dengan ikut komunitas ini semakin menambah getol nya saya untuk menulis. Jadi terkesan, kalau belum posting satu tulisan dalam jangka waktu tertentu itu ibarat kita masih punya hutang yang harus dilunasi. Bismillah... #karena menulis itu hobby, happy with writing :) #keep smile :)

ijin masukin logo dan alamat KEB ya makmin di postingan ini :)



Juli 16, 2016 0 Comments
Sebenarnya saya kurang sependapat dengan pepatah yang mengatakan bahwa "Time is money". Sebab kenyataannya bahwa waktu itu lebih berharga daripada sekedar uang. Pernah sih menyia-nyiakan waktu, lebih tepatnya leyeh-leyehnya terlalu lamaaaaa banget sehingga melalaikan pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya dikerjakan saat itu. Tapi apalah daya, badmood sedang menyerang tanpa notification dulu sebelumnya. Dan pada akhirnya menyesal sambil berujar "Coba aja daritadi ngerjainnya ya". Intinya sih, tubuh memang butuh refresh, leyeh-leyeh bolehlah sebentar. Lalu kita bisa melanjutkan pekerjaan lagi setelah tubuh dan fikiran juga hati (tentunya) cukup segar untuk menunaikan kewajiban-kewajiban sebagai istri dan ibu yang sholihah. untuk si abang sholih dan si ganteng Azzam :* :*
Juli 16, 2016 0 Comments
Alhamdulillah...... sabar dan syukur yang akan menolong kita menjadi orang yang bahagia. Bahagia dengan  semua nikmat yang Allah berikan. Alhamdulillah... :)

Selasa, 24 Mei 2016

Allah dulu, Allah lagi, Allah terus

Mei 24, 2016 0 Comments
Pernahkah merasa sedih? Bahkan sangat sedih tersungkur malu, tertunduk malu, merasa hina, merasa sangat-sangat berdosa pada Allah. Pernahkah kita memikirkan bagaimana Allah memperlakukan kita dengan keingkaran kita atas perintahNya? Tapi Allah tetap memberikan nikmatnya yang begitu banyak pada kita, satu banding nol, sungguh tak hingga. Sudahkah kita benar-benar khusyuk dalam sholat kita? Saat dimana kita bisa berjumpa dengannya, bisa merasakan lebih dekat dengannya bahkan lebih dekat dari urat nadi kita. Seberapa seringkah kita mengabaikan haknya? Padahal Allah sama sekali tidak pernah mengabaikan hak kita di dunia, bahkan untuk bernafas sekalipun. Seberapa seringkah kita disorientasi akan setiap aktivitas yang kita lakukan? Apakah selalu dunia yang difikirkan? Apakah selalu aktivitas tak beresensi yang kita lakukan? Allah.... sungguh Engkau Maha Pembolak balik hati manusia. Istiqomahkanlah kami dijalan lurusMu, tunjukkanlah kami selalu hidayahMu, berkahilah kehidupan kami dan sangat berharap pada akhirnya bisa khusnul khotimah hingga bisa berjumpa denganMu dan kekasihMu, Rasulullah saw. Amiin ya robbal'alamiin.

*Teruntuk ayah, maafin Nurul ya sayang... maafkan atas segala kesalahan yang pernah Nurul lakukan, baik disengaja atau tidak. Sungguh doa yang selalu Nurul panjatkan adalah, semoga Nurul bisa menjadi istri sholihah unntuk mas. Dunia dan akhirat. Pertemuan singkat denganmu, proses taaruf yang hanya 5 bulan mengantarkan kita sejauh ini, sangat berharap Allah tetap menjadikan engkau suami Nurul until jannah. Terimakasih atas segala kebaikan yang datang terus menerus untuk Nurul, pelayananmu, pengorbananmu mencari nafkah, pengorbananmu untuk keluarga sungguh tidak akan sia-sia. Nurul sungguh sayang dirimu Mas

*Teruntuk Kakak Azzam, anakku sayang... maafin Mamah ya Nak, maafin kesalahan Mamah, yang mungkin ada hak yang belum Mamah tunaikan untukmu sayang. Mamah selalu berdoa pada Allah agar kelak engkau menjadi insan yang selalu taat pada Allah, cinta Rasulullah, menjadi insan yang bermanfaat untuk ummat, menjadi bagian sejarah peradaban, dan kelak ajarkanlah adik-adikmu berbagai kebaikan.

*Teruntuk Mamah dan Bapa, sungguh Nunu ngga bisa berkata apa-apa lagi saat mengetik tentang kalian Mah, Pa. Tidak bisa terbalas dengan apapun pengorbanan dan kasih sayangnya untuk Nunu. Doa yang akan terus Nunu panjatkan untuk Mamah dan Bapa adalah bahagia dunia akhirat, walaupun saat ini belum bisa ngasih apa-apa untuk keluarga.

Allah.....faghfirli, faghfirli ya Rabb. Derasnya air mata ini semoga menjadi penggugur dosa-dosa ku yang telah lalu, sungguh ampuni aku Ya Rabb. Sebentar lagi ramadhan, sampaikan kami pada ramadhan tahun ini Ya Allah, aku rindu. Tetiba saja ingat kematian. Ingat kepulangan, karna sesungguhnya tidak ada jalan lain selain kembali pada Allah. Semoga kita semua bisa husnul khotimah. Amiin Ya Robbal'alamiin.

Rabu, 20 April 2016

Pertama kali MPASI homemade

April 20, 2016 0 Comments
Alhamdulillah, tepat kemarin 19 April Azzam lulus ASIX. ASI pure, tanpa embel-embel air tajin, madu, mix dengan sufor dsb, sekalipun air putih. Sudah lulus asix dan sekarang pertanyaannya adalah kenapa kami keukeuh asi?Banyak manfaatnya, selain karna murah meriah (gratis ngga pake bayar), stok pun melimpah (selalu banyak tersedia kapanpun bayi mau), ngebentuk bonding antara ibu dan anak, terdapat perintahnya dalam al qur'an, juga dengan asi itu artinya sudah memenuhi salah satu dari sekian haq anak. Selain itu menurut penelitian, gizi yg ada di dalamnya sudah cukup memenuhi kebutuhan bayi, ditambah sebagai imunitas tubuh, mencegah penyakit ibunya dsb, banyak research tentang asi, monggo disearch aja. In syaa Allah 2 tahun ya Nak, sesuai yg ada dalam al qur'an. Dan hari ini adalah hari pertama Mpasi Azzam, menunya bubur beras merah organik dan pure melon . Dua minggu pertamanya masih menu tunggal, dan hari-hari berikutnya bisa dicombine dengan menu lain. Sudah lulus asix, Azzam juga harus lulus mpasi homemade, buatan emaknya ini. Bismillah... Sehat terus ya kakak Azzam, bayi asiku :*

Minggu, 17 April 2016

Finger Puppets

April 17, 2016 0 Comments

Mereka yang selama ini selalu menemani Azzam saat story telling in the morning. Lucunya adalah saat bercerita dengan tanpa ekspresi, wajah Azzam pun flat, datar. Dan saat ayah & mamahnya cerita dengan ekspresif yg kebangetan, Azzam pun tertawa lepas. Kalau kata ayah nya mah, gimana psikologi si pembawa cerita saat itu. Jadi, katanya diusahakan kalau mau dongengin anak, mood kita pun harus oke. In syaa Allah pesan yg disampaikan dari hati kan ujungnya akan sampai ke hati pula. Meskipun Azzam belum mengerti ceritanya, tapi dia mengerti & bisa merasakan kasih sayang orangtuanya yg begitu luar biasa untuk dirinya. Finger puppets memang hanyalah sebuah media bercerita, tapi dari sinilah salah satu ikhtiarnya. Bahwa dari cerita-cerita inilah kami ingin membentuk karakter pribadinya, bahwa dari buku-buku lah kami ingin mengenalkan Rabb nya lewat semesta ciptaannya. Agar kelak ia menjadi hamba yg taat pada Penciptanya, agar kelak ia bisa memahami dan terus menggali ilmu Nya yg begitu luas, agar kelak ia menjadi pribadi yg senang berbagi..

Rabu, 20 Januari 2016

3rd month

Januari 20, 2016 0 Comments
Alhamdulillaah... sudah 3m1d engkau berada di bumi Allah, nak. Lahir dengan selamat, sempurna dan sehat. Berat badan terakhir nimbang 5,8 kg. Naik 3,3 kg dari lahir dan panjangnya mencapai 52 cm. Alhamdulillaah ASI melimpah, sehingga bisa ASIX (ASI eksklusif), bahkan selalu ada stok ASIP di freezer. Perkembangan saraf motoriknya alhamdulillah lancar, sudah bisa merespon stimulasi yang diberikan. Seperti tertawa saat diajak berbicara, menggerakkan bola mata dan menggerakkan kepala mengikuti gerakan dan sumber suara seperti suara dari orang-orang disekitar atau dari mainan, jari tangan yang sudah bisa membuka ketika didekatkan sebuah benda, sudah bisa menggenggam mainan walaupun belum kencang genggamannya, kepala yang sudah bisa tegak saat ditegkurapkan, mendengarkan saat ayah dan mamahnya sedang mengaji atau saat membacakan buku cerita untuknya, mencoba meraih mainan yang digantung dengan tangannya. Hafalannya pun sudah sampai al bayyinah :). Alhamdulillaah, rasanya senang bisa mengikuti setiap perkembangannya. Ditambah dengan partner yang luar biasa cc: Zefry Novizar, selalu membantu dengan sigap setiap pekerjaan rumah tangga, seorang suami hebat dan ayah super yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarganya, love you sayang :* (Nurul dan Azzam). Memang harta yang paling berharga adalah keluarga, “Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?” alhamdulillaah..... tetap jadikan kami hamba yang bersyukur Ya Rabb :)

Selasa, 01 Desember 2015

Ini tentang ASI, bayi ASIku :*

Desember 01, 2015 0 Comments
Sesampainya di rumah Mamah (saya tidak langsung pulang ke rumah, karena masih butuh banget bantuan mamah dalam merawat Azzam di awal keahirannya), menambah kesadaran saya bahwa saya sudah berubah status menjadi seorang ibu. Itu artinya semua bekal harus lebih dimatangkan lagi, sekalipun sudah mengikuti seminar parenting berbagai nara sumber, baca ini baca itu, tetapi itu tidaklah cukup jika belum praktik langsung pada buah hati. Semua masih dalam proses pembelajaran. Dan saya berusaha menikmati itu semua walaupun stres mulai menghinggapi pikiran saya kala itu menjadi mamah baru, mamah muda. Dua hari berikutnya setelah hari lahir, tidurnya masih sangat lamaaaa sekali. Bahkan kalau diperhatikan, sepanjang hari kerjaannya tiduuuuur terus. Karna Azzam tidur terus, otomatis dia ga mimi ASI dong, nah sebab itu jadilah payu dara saya membengkak dan terasa sakit sekali (karna ASI yang penuh). Tanya sana sini, akhirnya saya menampung ASI dengan pakai alat pumping. ASI masih berwarna kuning (putih tulang gitu) yang biasa disebut kolostrum. Ini bagus banget untuk imun tubuh bayi. Jadi jangan dibuang yaa. karna lubang payu dara masih kecill dan sedikit (sekitar 1-2 lubang), kegiatan pumping pun agak terhambat dan tambah sakit jadinya. Tapi saya terus berusaha mumping walaupun ASI nya tidak begitu banyak yang keluar. Hasil ASIP (ASI perah) disimpan di gelas karena akan langsung diminumkan dengan menggunakan sendok bayi (karna sebenarnya saya menghindari yang namanya botol susu, khawatir nantinya Azzam akan bingung puting). ASIP mulai diberikan pada hari ketiga, yaitu hari Rabu. Itu pun masih jarang-jarang, tidak sesering seperti bayi baru lahir lainnya. Mungkin pertama karena lambung bayi baru lahir hanya menampung sedikit. Kedua, Azzam tidur teruuuuuus, dibangunin, digelitik, apapun yang saya dan ayahnya usahakan supaya dia bangun itu butuh usaha ekstra banget. Beberapa hari setelahnya, tepatnya 3 hari setelah lahir, mata Azzam terlihat kuning. Saya langsung khawatir, takut kalau-kalau terkena penyakit kuning. Akhirnya searching, baca sana sini dan melakukan berbagai usaha. Salah satunya ke mba bidan, katanya dijemur saja terus 15-20 menit antara jam 7-jam 8. ASI nya terus diberikan saat sikecil haus, atau dijadwal 2 jam sekali si kecil dibangunkan untuk mimi ASI. Dan itu saya lakukan semua. Memang tanpa diberi saran untuk menjemur, saya pun sudah menjemurnya setiap pagi. Tapi mata kuningnya tak kunjung berubah bening dalam semiggu itu. Saya jadi khawatir ada apa mata Azzam? Sebenarnya apa sebabnya sih bayi yang baru lahir beberapa hari matanya terlihat kuning? Ternyata ini moms sebabnya, ini saya ambil dari berbagai sumber yaa... Pigmen bilirubin adalah faktor penyebab dari bayi kuning (ikterus). Setiap orang sebenarnya memiliki bilirubin dalam sel darah merahnya. Dalam jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya diantaranya menjadi bilirubin. Normalnya yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, untuk kemudian dibuang lewat BAB. Saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi. Ketika bayi baru lahir, perkembangan hatinya belum sempurna sehingga belum dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang akhirnya menimbulkan kulit kuning pada bayi. Ini bisa jadi penyebabnya adalah karena Azzam lahir kurang bulan, lebih tepatnya pas banget 36 week, 3 week lebih awal dari HPL. Tapiii alhamdulillah...dengan ASI yang terus menerus diberikan dan berjemur setiap hari dengan waktu sekitar 20-30 menit, jangka waktu sekitar 2-3 minggu mata Azzam berubah menjadi bening kembali. Alhamdulillah... benar-benar penyejuk mata :). Alhamdulillah ASI pun sangat melimpah. Bahkan tidak jarang, lagi mandi eh tiba-tiba ASI mancur dengan derasnya. Kalau udah kejadian begitu, ngga ada yang bisa dilakuin selain mengikhlaskan ASI yang kebuang saat mandi, hehehe. Sehari bisa menghasilkan 2-3 botol ASIP, padahal saya di rumah, bukan ibu-ibu bekerja. Tapi karna ASI yang melimpah, jadilah harus dipumping. Tidak jarang juga, saat malam hari yang notabene nya produksi ASI melimpah, saya mengganti bra sampai 2 kali karna bocor. Pola makan jadi berubah total. Sehari bisa 5 kali makan, hahaha. Karna memang benar kata orang yang lebih berpengalaman. Menyusui itu cepat laparnya 2 kali lipat dari ibu-ibu hamil. Tidak masalah, yang penting bayi sehat, saya pun senang :). Misua juga alhamdulillah ngga commen macem-macem dengan bertambahnya berat badan saya hehe. Asupan makanan yang masuk pun tidak sembarangan, benar-benar gizi seimbang. Terutama sayur dan buah yang mencukupi. Nikmat sekali rizki sehat yang Allah berikan, benar-benar besyukur.

Senin, 09 November 2015

Aqiqahan Azzam

November 09, 2015 0 Comments
Saya ambil dari bukunya Ibnu Qayyim Al Jauziyah yang berjudul “Menyambut Buah Hati” (alhamdulillah banget dapet kado pernikahan ini :) ). Seluruh ahlul hadits, ahli fikih, dan mayoritas ahli ilmu berpendapat bahwa aqiqah adalah sunnah Rasulullah saw. Dalil mereka adalah hadits diriwayatkan oleh Imam Bukhari di dalam shahihnya. Dari Salman bin Ammar Adh-Dhabbi, Rasulullah saw bersabda, “Pada anak laki-laki ada kewajiban aqiqah, maka potongkanlah hewan sebagai aqiqah dan buanglah keburukan darinya”. Dan dari Samurah, Rasulullah saw bersabda, “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, yang disembelih untuknya pada hari ketujuh kelahirannya. Pada hari itu juga dia diberi nama dan rambutnya dicukur”. Dari Aisyah, Rasulullah saw bersabda, “Untuk seorang bayi laki-laki disembelih dua ekor kambing yang sepadan, dan untuk bayi perempuan disembelih seekor kambing” Kambingnya boleh jantan atau betina, yang penting sepadan dan sehat, tidak cacat. Kalau cacat maka tidak sah. Faedah aqiqah: 1. Aqiqah adalah ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah bagi si anak di awal kelahirannya ke dunia. Dan si bayi sangat mendapatkan manfaat, sebagaimana dia mendapatkan manfaat dari doa, juga ketika dibawa menuju tempat-tempat ibadah, melakukan ihram dan sebagainya atas namanya. 2. Aqiqah berfungsi membuka ikatan dari si bayi, karena dia tergadai oleh aqiqahnya. Orang-orang di jaman jahiliyah juga melakukan hal ini dan mereka menamakannya aqiqah, lalu melumuri kepala si bayi dengan darahnya. Kemudian Nabi saw menyetujui penyembelihan aqiqahnya, namun tidak menyetujui uquq (kedurhakaan) serta pelumuran darah di kepalanya. 3. Diantara faedah aqiqah lainnya adalah melepaskan ikatan gadai dari si anak, karena dia tergadai oleh aqiqahnya, sebagaimana disabdakan Nabi saw.

“Hadzihi ‘aqiqatu Shalahuddin Azzam Dhiaulhaq bin Zefry Novizar, Allahumma minka wa laka (Ya Allah, ini dari-Mu dan untuk-Mu)”. Alhamdulillah.....Azzam sudah melaksanakan salah satu sunnah Rasulullah, yaitu aqiqah. Jadi insan yang sholih ya Nak :). Di rumah rame banget, saudara, kerabat, temen-temen liqho, semua pada dateng. Alhamdulillah rizkinya Azzam banyak yang mendoakan :) . Aqiqah dilaksanakan pada hari ke-21 setelah kelahirannya, tepatnya tanggal 08 November 2015. Barakallah ya Nak :*. Setelah dicukur rambutnya, panggilannya menjadi Azzam baby dul (baby gundul) :D

Kamis, 05 November 2015

Amanah itu bernama Shalahuddin Azzam Dhiaulhaq

November 05, 2015 0 Comments
Senin, 19 Oktober 2015 yang lalu pukul 01.00 WIB telah lahir seorang insan baru di bumi Allah. In syaa Allah ia akan menjadi insan yang sholih, taat pada Rabb nya, cinta Rasulullah, berbakti kepada kedua orangtua, selalu membumikan kalimat La ilaha illallah, selalu menebar kebaikan dimanapun ia berada, dan bermanfaat untuk ummat. Betapa bahagianya kami ada anggota baru di keluarga kecil kami, yang telah lama ditunggu selama 9 bulan. Mendekati bulan ke-9, ayahnya selalu bilang sambil mengelus perut saya, “De, sebentar lagi kita akan ketemu, Ayah udah ga sabar mau lihat dede”. Itu yang selalu beliau ucapkan. Dari mulai tahu bahwa saya hamil, beliau selalu mengaji, menghafal qur’an dan bercerita di perut saya. Setiap berangkat dan pulang kerja, beliau selalu mencium perut saya kala itu, dan juga kecupan yang lainnya :*. Katanya supaya dede mendengar bahwa ada Ayahnya yang selalu hadir menyapa dan mengajaknya bicara. Selama kehamilan pun, beliau selalu siap siaga menjaga dan merawat saya. Apalagi saat saya di rawat di rumah sakit. Luar biasa pengorbanannya, dari mulai mengganti saya diappers (karna saya tidak dibolehkan turun dari tempat tidur, harus benar-benar bedrest total), menyuapi makan, ngurus ini dan itu. Pun ketika sudah bulan ke-8, selalu beliau yang menyediakan makan. Pagi-pagi sudah beli sarapan dan sudah menyiapkan makan siang untuk saya, tidak jarang pula beliau memasaknya sendiri. Demi apa? Demi istrinya yang tidak boleh terlalu lelah. Juga yang pasti demi anaknya yang masih di dalam perut. Begitu pun dengan pekerjaan rumah tangga lainnya. Beliau dengan sigap segera membantu dan sangat pengertian. Nurul bangga sama mas... tetap jadi suami hebat untuk Nurul dan Ayah hebat untuk anak-anak kita ya sayang . Terlalu panjang kalau membahas beliau di sini (harus page khusus kalau bahas beliau) hehehe #love you dear :*
*Rabbihabliminashsholihin..

Minggu, 01 November 2015

Menjemput Syahid

November 01, 2015 0 Comments
Sebelum memulai ngetak ngetik, alangkah baiknya membaca bismillahirrahmaanirrahiim, dengan harapan semoga bisa memberi manfaat dengan adanya tulisan ini. Sebenernya mah udah lamaaaa banget pengen nulis di blog ini, cuma karna waktunya serasa kurang... kalaupun ada waktu, saat itu saya lebih memprioritaskan untuk istirahat tidur karena sudah lelah. Namun tidak kali ini, saya ingin kembali mengaktifkan diri dengan menulis (sambil mengingat-ingat peristiwa saat itu), menyempatkan waktu di tengah malam di saat 2 jagoan saya tertidur lelap di kamar. Jadi ceritanya di sini saya ingin berbagi pengalaman tentang sebuah proses yang saya namakan “menjemput syahid” . MasyaAllah yah... proses melahirkan itu memang luar biasa. Saat itu HPL (hari perkiraan lahir) saya tanggal 12 November 2015. Mendekati HPL, setelah sebelumnya sempat masuk rumah sakit, kira-kira akhir september perasaan dalam hati sudah tidak karuan. Berdebar-debar, melebihi saat akan sidang sarjana dan pelaksanaan akad nikah. Hampir setiap malam merasa gelisah, tidak tenang tidurnya, karna perut pun sudah semakin membuncit. Miring kanan miring kiri anggeur wae serba salah. Waktu tidur rasanya jadi tidak berkualitas. Dan setiap tidur selalu ingin dipeluk, dicium dan dibelai suami. Rasa takut akan menghadapi proses melahirkan itu terus menghantui. Dan menangis dipelukan suami itu menenangkan rasanya. Suami selalu menguatkan, dan yang saya ingat suami selalu bilang “Tenang sayang, Allah selalu ada bersama kita, sabar ya”. Pikiran saya pun tenang kembali saat dikuatkan. Dilain waktu terkadang muncul lagi perasaan takut, dan pikiran jadinya entah kemana... memikirkan seandainya saja waktu terakhir saya di dunia adalah saat melahirkan anak, katanya Allah akan menjadikan saya seorang syahidah... dan saya akan memasuki jannahnya Allah. Sampai-sampai pernah pada suatu malam saya mengatakan sesuatu pada suami. Intinya begini, “Mas, ibu-ibu yang melahirkan itu sama saja mereka berjihad di jalan Allah, dengan segala bebannya yang semakin bertambah. Andaikan, saat melahirkan nanti Allah berkehendak lain atas kehidupan Nurul di dunia, atau sampai pada nafas yang terakhir, mas harus ikhlas yaa? Karna yang Nurul pernah baca, kalau pasangan kita meninggal dunia, dan kita ikhlas maka ia akan masuk jannahnya Allah. Nurul mau masuk jannahnya Allah mas...”. Dengan perkataan itu, lantas ia langsung mencium kening saya dan berkata lagi, “Sabar ya sayang, Allah bersama kita”. Dan mulai saat itu saya benar-benar pasrah apa yang nanti Allah kehendaki atas kehidupan saya. Semuanya lillahita’ala.

Pada ahad yang cerah, tepatnya 18 Oktober 2015 seperti biasa kami berdua jalan-jalan pagi di sekitar rumah,melewati sawah-sawah dan jarak yang ditempuh lebih jauh dari biasanya. Setelah jalan-jalan itu, perut saya merasa mules ingin BAB. Jadilah saya pergi ke WC dan ternyata tidak BAB. Seharian itu saya di rumah saja dengan suami, leyeh-leyeh dan bersantai ria. Sore harinya, bada ashar kami pergi ke supermarket untuk beli selimut bayi dan susu bumil yang kebetulan saat itu habis. Sesampainya di rumah, jelang magrib perut saya mules lagi ingin BAB. Ba’da sholat, barulah bisa BAB dan keluar sedikit. Tapi setelah itu perut rasanya tidak karuan, masih mules dan serba salah. Saya tidak memikirkan melahirkan hari itu. Karna sesuai mba bidan, bisa diperkirakan akhir oktober, 2 pekan sebelum HPL, seperti yang diprediksikan bidan yang kebetulan memang beliau temen satu kelompok liqo saya. Terakhir periksa ke beliau hari Sabtu, 17 Oktober 2015, palpasi (memeriksa dgn memegang pasien bagian abdomen), kemudian leopold 1 (mengukur tinggi fundus (rahim) uteri), leopold 2 (menentukan punggung bayi di kanan/kiri, dan terakhir punggung bayi ada di sebelah kanan), leopold 3 (presentasi, menentukan bagian terbawah janin), terakhir leopold 4 (penurunan, udah masuk panggul atau belum, alhamdulillah saat periksa sudah masuk jalan lahir). Perkiraan berat bayi diukur sama mba Lina sekitar 2,6 kg (menggunakan rumus kebidanan). Pikir saya saat itu sakit perut biasa saja, tidak lama juga akan menghilang dengan sendirinya. Tapi lama kelamaan ko semakin bertambah gak karuan rasanya. Jelang isya dan saat akan berwudhu, rasa-rasanya keluar cairan terus yang merembes dari vagina, dan ada air kecoklatan yang jatuh di lantai. Tapi saya tetap lanjut sholat isya berjamaah dengan suami dalam kondisi tiduran di kasur karna saat itu kondisinya lemah. Selesainya sholat, kasur tiba-tiba basah dan saya berfikiran apakah itu air ketuban? Semakin lama bertambah rembesannya. Akhirnya langsung panggil saudara dan bidan di depan rumah. Setelah dilihat bidan, ternyata iya itu air ketuban dan disarankan langsung ke rumah sakit. Akhirnya suami langsung ambil tas yang sebelumnya sudah disiapkan jauh-jauh hari masuk ke dalam mobil. Tas yang berisi beberapa perlengkapan melahirkan seperti kain, underwear, perlengkapan bayi dan lain sebagainya. Akhirnya kita berangkat dan saya memutuskan untuk ke bidan dekat rumah Mamah saja dulu, karna saya yakin saya bisa lahir normal di bidan tanpa harus ke rumah sakit. Di dalam mobil, perut masih merasakan mulesnya dan sudah merembes ke jok mobil. Saat itu berangkat pukul 19.50, sampai di bidan sekitar pukul 20.30, agak lama karna di sekitar daerah buyut ada pasar malam yang membuat macet.

Sesampainya di poliklinik, langsung deh berceceran air dan sedikit darah. Langsung dibawa ke ruangan kemudian diperiksa, bukan PD (periksa dalem) tapi pertama-tama tensi, menanyakan usia janin, dan kelengkapan lain baru kemudian bidan di sana dengan sigap mempersiapkan peralatan dekat dengan tempat tidur. Jam 21.00 langsung PD baru pembukaan 3. Mules juga masih belum sering, hanya sesekali. Saya ingat perkataan dea adik saya (in syaa Allah calon bidan juga), kalau mau lebih cepat melahirkannya coba badannya posisi seperti ruku, kedua tangan di atas kasur lalu menggoyang-goyangkan pinggul ke kanan dan kiri. Dan itulah yang saya lakukan. Kemudian jalan, gerakan itu lagi, jalan, gerakan itu lagi begitu seterusnya. Tubuh agak lelah, saya kembali tiduran dan minum teh manis sebagai tambahan tenaga. Mamah langsung datang saat itu juga. Dalam pikiran saya, pokoknya suami dan mamah harus standby di samping saya apapun yang terjadi. Hehe alhamdulillah itu berjalan dengan mulus, bener-bener standby. Saya minta suami mengelus-elus pinggul saya terus karena saat mules itu enaknya dielus seperti itu, setidaknya mengurangi rasa mulesnya. Dalam hati dan pikiran saya berusaha tenang setenang-tenangnya, saya berusaha meyakinkan diri saya bahwa melahirkan itu mudah, tidak sakit dan normal. Waktu menunjukkan pukul 22.00 wib, saya merasakan mules yang dahsyat. Terasa ingin BAB tapi kata bidannya ga boleh mengejan, tahan dulu karena pembukaan belum sempurna. Dikhawatirkan akan menyebabkan bayinya berkepala besar akibat mengejan, selain itu dikhawatirkan juga akan kehabisan tenaga saat benar-benar sudah sempurna pembukaannya. Entah apa yang saya pikirkan saat itu. Gak peduli dengan apa yang orang lain katakan. Saya mules ya mules aja...sesekali tahan untuk mengejan, sesekali sudah terlanjur mengejan karna ga tahan mulesnya. Masya Allah... benar-benar merasakan sakitnya saat itu, serba salah. Selalu berteriak saat mulesnya dahsyat, tapi terus juga mengucapkan shalawat, istigfar, takbir dan doa-doa lain yang memudahkan proses persalinan. Kata bidan saat itu, “Kalau sudah mules sering, dan benar-benar ingin BAB bilang ya bu”. Karna yang dirasakan saat itu benar-benar mules, akhirnya saya bilang sudah mau keluar bu, juga bilang pada bu bidan “Ayo PD bu bidan, ayo PD (dengan harapan segera pembukaan sempurna)”. Saya bilang seperti itu terus dengan harapan segera PD (agak tenang kalau sudah PD karna tahu sudah pemukaan berapa). Tapi bidan tidak mau ambil tindakan PD terus, dikhawatirkan itu membuka celah ketuban keluar terus dan akhirnya bayi di dalam kekurangan cairan. PD urung dilakukan, sampai pada tengah malam entah jam berapa akhirnya dilakukan PD. Alhamdulillah pembukaan sudah sempurna. Kata bidan, “Kalau saya bilang mengejan, ibu langsung mengejan ya bu”. Posisi saya bersandar di pangkuan suami, kaki suami melebar dan memegang tangan saya. Selama di poliklinik, dari mulai merasakan mules biasa sampai mules dahsyat saya selalu memegang kencang tangan suami dan mamah saya sambil bebacaan dengan suara keras. Sampai-sampai tangan mereka kesakitan karna saya sangat erat memegangnya. Allah...kalau ingat saat itu, benar-benar perjuangan. Tubuh saya dengan posisi kaki menekuk dan membuka lebar, badan agak tegak semacam bersandar.

Setelah mengejan 2 kali alhamdulillah akhirnya si mungil terlihat rambutnya... saat itu tepat pukul 01.00 pada hari Senin, 19 Oktober 2015. Saat rambutnya sudah mulai terlihat, lega benar-benar lega perasaannya, campur haru dan bahagia. Nano nano rasanya. Suami langsung mengecup kening dan berkata alhamdulillah..... semua lelah, semua mules, semua sakitnya terbayar sudah saat si mungil keluar. Mungil menangis keras dan langsung dibersihkan dari kotoran yang menempel. Kemudian saya langsung menjalani IMD (Inisiasi Menyusui Dini). Ah si mungil benar-benar mungil, halus sekali kulitnya, pun dengan rambut-rambut halus yang menempel di tubuhnya, matanya yang masih menutup, hidungnya yang mancung, kulitnya yang masih merah, bibirnya juga yang sangat merah seperti memakai lipstik, jari-jari tangan dan kakinya yang sangat mungil. Semua itu membuat kami sangat bersyukur pada Allah bisa bertemu dengannya dalam keadaan sempurna. Dalam hati berkata, “Allah...terimakasih Engkau sudah mempercayai kami untuk merawat makhluk yang mungil ini”. Dan mulai saat itu juga, status kami berubah menjadi seorang Ayah dan Mamah yang in syaa Allah terus belajar, belajar dan belajar menjadi orangtua sholih. Begitulah proses perjalanan melahirkan “menjemput syahidah” untuk pertama kalinya... Berharap untuk proses-proses selanjutnya lebih dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah. Amiin ya robbal’alamiin :)

Rabu, 19 Agustus 2015

Anakku Sayang :*

Agustus 19, 2015 0 Comments
Saat ini usiamu 28 minggu anakku sayang...  perut Mamah sudah semakin buncit. Jalan pun semakin lambat, terlebih setelah diopname kemarin. Kondisi tubuh cepat lelah, sering sekali cepat merasa kepanasan alias gerah, terkadang melakukan aktivitas yang ringan saja sampai "ngos-ngosan". Terkadang Ayah suka bercanda "Tuh liat makan sedikit aja perutnya sebesar itu :p (sambil nyengir)". Ah apapun yang dikatain Ayah, yang penting engkau sehat ya Nak di dalam perut Mamah :). 

Jadi teringat ketika tahu kehadiranmu sayang. Kala itu dini hari tanggal 11 Maret 2015, coba iseng tes kehamilan dengan tespack yang beli kemarin sore di apotek. Air seni yang di tes adalah air seni pertama kali setelah bangun tidur. Nah, saat dini hari itu bangun dan ingin sekali BAK. Akhirnya cobalah sembari mengambil tespacknya. Awalnya menganggap iseng berhadiah dari Allah, karna sudah 2 kali tespack hasilnya negatif, sedihlah perasaannya saat itu. Namun kala itu ingin coba lagi ah...karna memang sudah telat seminggu dari jadwal haid nya, perasaanya pun berbeda dari biasanya. Air seni sudah siap di gelas bekas air mineral (hehe tak ada tempat lain selain itu). Kemudian memasukkan tespacknya sampai batas yang telah ditentukan (sekitar 1/4 bagian tespack yang tenggelam ke air seni). Petunjuknya itu untuk ditunggu minimal 3 menit. Jika garisnya hanya satu, hasilnya negatif dan jika ada 2 garis merahnya maka hasilnya positif. Detik berganti detik. Mata terus saja memandangi tespack itu tanpa berpaling dari yang lain, berharap ada 2 garis yang tertera. Memasuki menit pertama 1 garis mulai samar terlihat dan akhirnya jelas terbentuk 1 garis lurus...berlanjut detik nuju menit kedua tidak ada perubahan hasil, dan menginjak menit ketiga terlihat samar sebuah garis di atasnya. Hati mulai berdesir kala itu, apa ya? perasaannya campur aduk, harap-harap cemas, khawatir, ragu. Garis itu terus bergerak lambat menuju sempurna, dan kemudian mata melihatnya dengan jelas sempurna bahwa dalam tespack itu terbentuk 2 garis merah sempurna. Saat itu juga Mamah langsung menangis sayang... sujud syukur, menangis bahagia, menangis haru atas kehadiranmu Nak. Langsung bergerak cepat menuju kamar dan membangunkan Ayah. "Mas... sayang... ", "Kenapa nurul?" (berusaha mengumpulkan nyawa), "Barakallah ya sayang mau jadi Ayah", "Hah? apa? jadi tah?" (ekspresi kaget dan langsung melek dengan nyawa full), "Iya sayang...alhamdulillah positif (masih sambil nangis)", "Alhamdulillah".... kemudian Ayah langsung memeluk dan mencium Mamah sayang... dan perasannya saat itu campur aduk, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Finally yang diharapkan terkabul juga atas ijin Allah .... :)

Engkau adalah amanah yang Allah titipkan pada kami, nak. In syaa Allah kami akan berusaha dengan kemampuan yang telah Allah berikan pada kami berdua untuk mendidikmu dengan sebaik-baiknya. Support dari Ayah sangat membantu sekali dalam pertumbuhanmu sayang... pun untuk psikis Mamah. Sungguh Ayah adalah lelaki hebat ! Mamah sayaaaaang sekali sama Ayahmu, Nak. Sekarang engkau sudah bisa mendengar suara Ayah dan Mamah dengan jelas, Ayah pun sering mengajak ngobrol dirimu sayang. Dan ini sudah hari ke enam engkau menghafalkan surat, sudah sampai surat An-Nas, setelah surat pembukanya yaitu Al Fatihah :). Setiap hari Mamah membacakan surat-surat pendek itu minimal 15 kali, terus berlanjut hingga juz'amma selesai. Ayah dan Mamah sangat ingiiiiiiin sekali engkau menjadi hafiz qur'an sayangku :), agar engkau dipakaikan mahkota oleh Allah, bisa bermanfaat untuk ummat dengan hafalanmu itu sayang :). Semoga sehat selalu ya, Nak. Kuat, lancar dan normal nanti saat engkau terlahir ke dunia ini... Ayah dan Mamah yakin, engkau akan menjadi pemimpin hebat! Love you so much anakku :*

Dan setelah USG kemarin alhamdulillah, kepalamu sudah berada di jalan lahir sayang, berat badanmu normal untuk usia 7 bulan yaitu 1,3 kg, air ketubannya pun alhamdulillah sudah mencukupi setelah kemarin sempat kebocoran. Pun detak jantungmu normal, 136/menit. Ayah dan Mamah senaaaaaang sekali bisa merasakanmu bergerak menendang-nendang seperti halnya pemain bola, nendang sana nendang sini :*. Tiada doa yang diucapkan selain alhamdulillah wa syukurilah, Allah masih sayang sama kita sayang :)

                             Usia 17 minggu

Usia 26 minggu
Hasil EKG alhamdulillah normal




Selasa, 18 Agustus 2015

La haula wala quwwata illa billah

Agustus 18, 2015 0 Comments
Alhamdulillah........ tiada kata lain selain ucap syukur padaMu Ya Rabb. Berikanlah kesehatan yang sempurna pada kami, sehatkanlah, mampukanlah, lancarkanlah hingga proses persalinan nanti. Setelah kepanikan akibat ketuban yang pecah, kini lebih tenang menghadapinya, lebih rileks dan selalu berfikiran positif. Hal itulah yang selalu diajarkan suamiku, ah...betapa beruntungnya aku memiliki suami seperti dia. Sungguh pengorbanannya selalu membuat mata ini terkadang meneteskan air mata ketika memandangnya saat tidur di sampingku. Ya Rahman... tiada doa lain selain aku mengharapkan limpahan keberkahan untuknya dan limpahan kasih sayangMu untuknya. Aku sungguh sayaaaaaaang... itu yang selalu ku ucapkan saat dipelukannya, lantas ia membalas pelukanku dan kemudian mencium keningku. Allah... berikanlah rahmatMu pada keluarga kecil kami. Jagalah si kecil dalam rahimku ini, sehatkan dan kuatkan ia. Tiada yang mampu membuatnya bertahan selain kuasaMu, la haula wala quwwata illa billah.

Rabu, 28 Januari 2015

H+18

Januari 28, 2015 0 Comments
Ketika Allah menjadikan dirinya halal untukku, maka sejak saat itu aku memiliki azzam yang kuat bahwa akan memberikan segala pelayanan terbaik untuknya, apapun bentuk pelayanannya demi mendapatkan ridho Allah. Dan detik ini, yang aku lakukan adalah memandang wajahnya yang sedang tertidur lelah demi mencari nafkah untuk keluarganya. Memandang dengan lekat, mencium keningnya kemudian berdoa, sangat berharap Allah selalu memberkahi setiap langkahnya, memberkahi setiap ikhtiarnya untuk memberikan yang terbaik, sangat berharap Allah selalu memberikan petunjuknya pada kami, sangat berharap Allah menguatkan pundak kami untuk mengemban amanah berat ini. Dan sungguh aku bersyukur pada Allah telah mengirimkan lelaki ini untukku. Lelaki terbaik yang telah Allah tetapkan untuk menjadi qowam ku di dunia dan in syaa Allah until jannah. Aku sangat sayaaaaaaaang lelaki ini. Dan lagi-lagi Engkau Ya Allah yang mengirimkan perasaan itu dalam hatiku. Aku mencintai dirinya karna Engkau Ya Rahiim....karna Engkau yang telah mengirimkan cinta yang ada dalam hati ini untuknya. 

Istiqomahkanlah kami dalam beribadah padaMu Ya Rabb... istiqomahkanlah kami untuk tetap berada dalam jalan yang Engkau ridhoi. Jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat. Tumbuhkanlah ghirah belajar dalam hati kami untuk terus menimba ilmuMu, untuk terus menghafal ayat-ayat cintaMu, Dan tiada kata yang ingin aku ucapkan selain alhamdulillah wa syukurilah. Setelah proses yang cukup lama sekitar 6 bulan, finally kini ia menjadi pakaian bagiku begitupun aku menjadi pakaian baginya. Semoga kami dapat menjadi keluarga yang memberi teladan yang baik, mendapatkan sakinah di hati, mawaddah wa rahmah. Amiin ya robbal'alamiin.

Mencintaimu karna Allah Mas Zefry :*

Bakung, 28 Januari 2015 (H+18 pernikahan)