Rabu, 07 Oktober 2026

Kematian itu Pasti

Oktober 07, 2026 0 Comments

 


Pernahkah merasakan sedang beribadah kemudian rasanya sangat nikmat? Tidak ingin diganggu, bahkan berlanjut ingin berlama-lama. Jika pernah merasakan hal seperti maka bersyukurlah, tandanya Allah sedang memberikan rahmatNya untuk kita, memberikan hidayah dan kasih sayangNya pada kita. Seperti yang saya alami siang tadi. Sedang tilawah di rumah kemudian tiba-tiba saja berhenti dan menangis sampai terisak. Bukan karna arti dari ayatnya, bukan pula karna sedang ada masalah, entah apa yang menjadi pencetusnya. Anak-anak lagi sekolah dan suami pun sedang bekerja. Rumah dalam keadaan lengang dan hening. Di dalam dada seperti sangat berat untuk bernafas karna isakan tangisnya. Tapi tetap berlanjut tilawahnya, seperti ada dorongan untuk terus menikmatinya. Bukan hanya sekedar tilawah, tapi benar-benar menikmati suara diri sendiri dengan pelan dan tenang. Kemudian saya baca maknanya. Rasanya beda. Seketika ingat dosa, Ya Allah sebanyak apa dosa yang sudah saya perbuat? 😭


Kadang suka berpikir, apakah sudah cukup amalannya untuk teman nanti di hari akhir? Sudah berbuat apa saja untuk menjadi orang yang bermanfaat di dunia? apakah sudah menjadi hamba yang bersyukur? apakah sudah ikhlas berlapang dada menerima segala takdirNya? Apakah sudah menjalankan peran di muka bumi dengan sebaik-baiknya? Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang berkecamuk di kepala yang belum menemukan jawabannya. Selesainya tilawah, saya langsung menengadah mencurahkan segala isi hati. Nikmat sekali rasanya curhat langsung pada Pemilik Dunia. Sedetail segala yang dirasakan saat itu ditumpahkan. Dan setelah bercerita lega rasanya. Hati kembali tenang dan perlahan isak tangis pun mulai reda.


QS. Hud : 88 "Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan pertolongan Allah"


Ternyata kita ini baru sampai fase ketiga ya, alam dunia. Masih panjang sekali perjalanannya menuju surga. Kita tahu tidak ada lagi in another life besok-besok, kita tahu bahwa hidup hanya sekali ini saja di dunia. Tidak akan bereinkarnasi dan mustahil kembali mengulang waktu yang sudah terlewat. Hanya di sinilah kita bisa menyiapkan bekal untuk perjalanan panjang kelak. Belum lama ini, saya merasa kematian itu terasa dekat sekali. Malaikat maut terasa mengintai setiap langkah ini. Ada rasa takut kalau amal sampai seusia 35 tahun ini ternyata sangat sedikit dan belum cukup menjadi bekal untuk kehidupan nanti. Bahkan khawatirnya membawa dosa yang bertumpuk. Faghfirli Yaa Rabb. Semoga dimudahkan perjalanan menuju akhirnya, husnul khotimah, diterangkan alam kuburnya, dijauhkan dari siksa kubur, diampuni segala dosa yang diperbuat baik dengan sengaja atau tidak, dan matikanlah kami dalam keadaan beribadah padaMu ya Allah. Jika suatu saat teman-teman baca cerita ini, maka doakanlah semoga kelak kita sama-sama bisa berjumpa dan berkumpul di surgaNya.