Selasa, 16 Oktober 2012

with hard work

Oktober 16, 2012 0 Comments


entah mengapa... untuk sebulan kemarin, tepatnya beberapa pekan yang lalu, hanya kata itu yang terbayang-bayang. melepaskan. melupakan. mengesampingkan sesuatu itu. dan berlari. berlari dan terus berlari. mengejar cita yang terasa semakin dekat. mengejar mimpi yang terasa semakin nyata. bergerak. berjalan. berlari dan terus bergerak-bergerak-dan bergerak. untuk angan itu. bergerak untuk amanah itu. bergerak untuk mu Allah. ya, mungkin memang benar harus mengikhlaskannya. membiarkannya meniti apa yang menjadi cita-citanya. Do'a itu akan tetap beriringan menemani. slamat berjuang !!  sukses selalu untuk karirnya dan sampai berjumpa kembali untuk pertemuan ke-... berapa ya? bisa diitung deh *itu pun kalau diizinkanNya bertemu kembali :). slamat berjuang untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, bahkan mungkin sampai bertemu tulang rusuk kirimu ^_^  (teringat pesan murobbi "Belajar mengikhlaskannya ya dek?"). dan saya menjawabnya "Iya mbak, Insya Allah" (dengan tersenyum manis :) ). saya memang bercerita dengan beliau tentangnya, tentang niatan itu. dan sekarang... IKHLAS-IKHLAS-IKHLAS. Jikalau Allah menakdirkan bersama, alhamdulillah, kalaupun tidak... juga alhamdulillah. Berarti Allah telah mengganti dengan yang lebih tepat dan terbaik Insya Allah :). iya kan kak? :)

*edisi ikhlas insya allah :) (with hardwork)

satu rindu itu untuk Mamah :)

Oktober 16, 2012 0 Comments
akhir-akhir ini, saya merindukannya... sungguh merindukannya,,



 
hujan... ada satu rindu yang ingin saya sampaikan lewat derasnya aliranmu. hanya satu rindu, untukmu mamah... i love you cause Allah, i miss you so much mamah :). untuk desember nanti... bismillah tepat desember nanti, penghujung tahun ini mohon do'a nya agar anakmu ini bisa seminar hasil dan ujian skripsi, mohon doa' nya agar KKN januari nanti lancar dan bisa memberi manfaat untuk masyarakat, mohon do'a nya agar sidang bulan maret nanti dimudahkan, mohon do'a nya agar anakmu bisa menyelesaikan amanah di sini dengan sebaik-baiknya di tahun keempat ini dan meninggalkan generasi yang baik, mohon do'a nya ya mah agar bisa mencetak generasi-generasi cendekiawan di sini, mohon restunyaa juga untuk tinggal lebih lama di sini, di kota satria ini, mohon do'a nya agar bisa menuntaskan amanah yang diberikan sampai juni nanti, mohon diberi kekuatan lewat do'a mu ya mamah, dan semoga baju toga itu bisa saya pakai tepat tanggal 18 juni 2013 nanti, serta mohon do'a nya juga untuk cita dan cinta yang diharapkan dalam hati ini :*

aamiin ya robbal'alamiin
Bismillah. faidzaa 'azamta fatawakkal 'alalloh ^_^

Kamis, 04 Oktober 2012

Allah membersamaimu Pak :)

Oktober 04, 2012 0 Comments


Bismillahirrahmaanirrahiim...

Especially for my lecture Mr. Afik Hardanto

Pertemuan pertama kali itu sudah membuat terkesan. Saya ingat sekali, tepat pukul 08.30 saya menemuimu di ruangan ber-AC itu, dan senyummu mengawali perbincangan kita kala itu. Menit ke menit selanjutnya berlalu mengenai kontrak pembelajaran, dan tiba-tiba saja engkau menanyakan "Bagaimana mentoring di sini dik?". Saya terkejut engkau menanyakan itu, namun saya sangat senang sekali, dan saya pun menjawab kondisi di fakultas seperti ini ini dan ini, karna memang tahun itu saya berada di pansus mentoring, jadi tahu betul kondisinya. Saya baru tahu kalau engkau baru menyelesaikan S2 nya di sana, dan tahun 2011 kemarin baru memulai mengajar lagi di sini.

Pasca mid semester 5 kemarin saya diajar 2 mata kuliah oleh dirimu Pak, setidaknya minimal 2 kali seminggu saya bertemu, ditambah karna saya meminta engkau menjadi pembimbing PKL, otomatis intensitas pertemuannya pun lebih sering. Dimulai pembuatan proposal PKL yang revisi beberapa kali, hingga saat itu saya sedang banyak kegiatan, tubuh asa udah nge-drop, alhasil proposal yang jadi imbasnya. Akhirnya saya dikenai iqob, dan iqobnya ga main-main, bener-bener ditulis diatas kertas. "Jika melebihi deadline, saya tidak akan membimbing dik nurul lagi". Asa pengen nangis waktu itu. Tapi karna saya mah da terbuka ya, jadi ya memang diceritakan kondisinya seperti ini dan itu, sampe saya minta semangat dari beliau. Ahaha, jujur pisan. Eh, disindir, "Kan sudah ada MR". Glekk, iya memang pak. tapi dalam hal akademik kan, Bapak yang menjadi pembimbing saya, bukan MR :). Akhirnya dikasih motivasi tuh, dan emang bener langsung bangkit lagi semangatnya. Jadi kayak punya MR dua, hehehe. Setiap bertemu, setiap sharing, setiap diskusi, pasti ada tausyiah yang keluar dari lisan beliau, dan itulah yang saya senang dari dirimu Pak, dirimu dengan Prof Anca :). selalu menyampaikan atau menghubungkan IPTEK dengan Al Qur'an. Saya bangga menjadi bimbinganmu, dan saya senang bisa berbagi denganmu. Hingga saya berangkat PKL, pelaksanaan PKL, dan selesai PKL. 

Masuklah semester 6, dan saya [lagi] diajar oleh dirimu Pak. Sampai pada proses pembuatan laporan PKL, subhanallah.... sangat detail sekali engkau memeriksa laporan saya, sampe revisi beberapa kali. Tibalah pada saat itu, saat dimana saya merasa sangat bahagia, bulan April, ya tepat bulan April kala menerima project penelitian itu, sungguh sangat bahagia Pak, karna sudah 2 bulan lalu, saya tuliskan harapan-harapan, rencana-rencana saya untuk  menyegerakan skripsi. Hwaaaa.... kalo inget bulan februari itu, dimalam yang hening, tiba-tiba saya sending message to MR dan Jauzaa, "Mbaaaa... i want to married", "Teh.... i want to married". Haha, dan dirimu Jauzaa langsung menelefon, haha lucu malam-malam itu kita membicarakan planning yang 'sesuatu' :-).

Semangat sekali saya menyambut uluran tawaranmu Pak, dan dengan mengucapkan Bismillah, saya memulai penelitian itu. Setiap bertemu dengan beliau, pasti ada sesuatu yang ditanyakan mengenai kondisi kampus, terutama iklim kelimiahan di sini, dan dakwah ilmy nya seperti apa. Dan tidak ketinggalan... beliau pun sering menyindir 'sesuatu' ketika kita bertemu untuk sharing atau diskusi mengenai penelitian. Apakah 'sesuatu' itu? ahahaha... 'sesuatu' itu adalah "Menikah". Ya, kata itu yang pasti keluar saat diskusi, entah berbicara banyak atau sedikit tentang menikah, yang pasti judulnya keluar kata "Menikah". Hmm, saya tahu mentang-mentang Bapak menikah muda, sebelum lulus S1, jadi pengen ditularin juga kali ya sama anak didiknya. Hehehe. Apalagi partner kerja penelitian saya itu memang sudah berkeluarga sejak setahun lalu. Namanya adalah Rosmalia Dwi Hastuti. Tahun kelahirannya padahal lebih muda, 1992, tapi saya dkk biasa memanggil Kak Ros. Dan sekarang beliau sudah mengandung 1,5 bulan masa kehamilan. Wahhh Barakalloh ya Kak Ros, seneng banget dengernya :).  Iya, memang begitu. Beliau sering sekali menyindir-nyindir itu, dan pernah beliau menunjukkan foto sesorang saat saya melihat foto dosen-dosen Teknik yang sedang outbond sambil berkata "Itu belum nikah dik", lalu jawab saya "Terus kenapa Pak?" (sambil mengernyitkan kening dan jadi ya sama-sama tersenyum). Dan pada ujung-ujungnya bilang, "Semoga segera menyusul Dik Rosma ya Nur?". Heheh, "Aamiin Pak, aamiin ya robbal'alamiin". Setiap menyindir hal itu, pasti setelahnya diberi wejangan-wejangan, tausyiah-tausyiah yang berharga. Trimakasih Pak :').

Dan sekarang..... Oh Allah... saatnya sudah merasa sangat dekat sekali, sangat akrab seperti bapak dan anak, seperti kakak dan adik, engkau malah akan pergi meninggalkan kita di sini, engkau malah akan pergi jauh...sangat jauh ke negeri sana. JERMAN. Kalaulah boleh, saya ingin ikut bersamamu Pak, ingin selalu mendapat motivasimu. Ingin berbincang lagi tentang 'sesuatu' itu, sharing tentang ilmu yang sudah engkau dapat. Saya belum bisa membeirkan apa-apa untukmu, yang bisa saya berikan adalah do'a. Do'a tulus untukmu Pak. Semoga ada selalu keberkahan Allah di setiap kebersamaan, semoga lancar kuliahnya di sana, semoga ilmu yang sudah disharekan di sini bisa bermanfaat untuk anak didikmu, dan semoga bisa menjadi amal jariyah kelak nantinya yang menjadi amal pemberatmu. Aamiin ya robbal'alamiin :'). Love you cause Allah Pak ^_^

Sabtu, 15 September 2012

Malaikat Penghibur Jiwa

September 15, 2012 0 Comments

Siapa yang tidak mendambakan buah hati setelah menikah? Pastinya semua pasangan mendambakan hal itu. Iyalah, of course. Tujuan menikah kan salah satunya itu, mencetak generasi-generasi yang bertanggungjawab terhadap Allah, orangtua dan terhadap bangsanya. Nah, mengenai jumlahnya silakan buat target dan kesepakatan dengan pasangan masing-masing, jumlah yang produktif adalah ketika memiliki banyak anak, minimal 4 lah :D. Tapi kembali lagi serahkan sama Allah itu mah. Ada pasangan yang sengaja tidak ingin memiliki banyak anak, padahal udah dikasih banyak sama Allah, tapi repot katanya. Ada juga pasangan yang sudah bertahun-tahun tetapi belum juga dikaruniai buah hati (kesabaran ekstra kalo ini mah), sampe-sampe mbak Nurul Asmayani membuat sebuah buku dengan judul "Ya Allah, Beri Aku Satu Saja". Kalo mbak Nurul Aulia yang ini buat buku dengan judul apa ya?hehe *krik krik krik, gigit jari, pengen jago nuliiisss. Ahh kembali ke pembicaraan awal. Anak adalah amanah. Ketika Allah mengamanahkan kita memiliki banyak anak ya bismillah, pasti kita bisa merawatnya dengan sangat baik, ada Allah :) karna Allah tidak membebani hambaNya melebihi batas kemampuannya. Dan dekat di sini adalah sebuah keluarga kecil nan sederhana. Mas Qomar dan Mbak Elis, beliau berdua adalah mas dan mbak pemilik kost. Mereka memiliki 3 anak dan yang terakhir baruuuuu banget 4 hari yang lalu lahir ke dunia :), Ialah Salman Fairuz Zaman. Welcome to the world dek :D. Umi sama abi nya mah manggil dede Salman, saya mah dede Fairuz ahh :). Kakaknya yang pertama bernama Muhammad Khoirul Anam, kakaknya yang kedua bernama Qhotrun Nada. Mas Anam berumur 3 tahun, dan mbak Nada berumur 1,5 tahun. Jaraknya sangat dekat sekali. "Uminya mah dulu kepingin jangan terlalu dekat jaraknya, tapi mau gimana lagi Allah ngasihnya saat itu", iya mbak jawab saya saat itu :).

Mas Anam itu sangat aktif sekali, sangat sangat dan sangat. Bandel ga yak? mungkin bisa dibilang seperti itu, tapi bandel wajar, maksudnya usia-usia segitu mah memang lagi sangat produktif belajar mengenal lingkungan. Apalagi laki-laki, kalo umi abi nya ga pinter-pinter mendidik, pasti akan terbawa lingkungan yang semakin hari semakin gak karuan dan ngawur deh. Beda dengan mbak Nada, karna dia perempuan, sifat keibuannya sudah melekat memang dari fitrahnya. Coba aja, tiba-tiba dia mendatangi kasur dede Fairuz trus cium kepalanya (udah ngerti kata cium, hehe), dan tidur disamping adeknya jagain dari nyamuk-nyamuk nakal. Kalian berdua menggemaskan :*. Kecemburuan terkadang menghinggapi kedua kakaknya itu. Misalkan saya menggendong mbak Nada, Mas Anam pasti minta ikut gendong juga. Karna saya ga bisa gendong keduanya, saya turunin dulu mbak nada, trus gendong Mas Anam. Eh giliran ini, mbak Nada yang nangis jejeritan. Huaaaaa... iya dek iya, tante nunu gak akan gendong dua-duanya deh. Kita main bareng aja. Kasian juga terkadang liat Mbak Elis, mengurus kedua anaknya (sebelum dede fairuz lahir). Kalo lagi keduanya rewel, ya ampuuuunnnn butuh berbagai tips and trik untuk membuatnya anteng. Kalo saya lagi ga ada kuliah mah da bisa bantuin ngelonin mbak Nada, atau ngajaknya main. Tapi kalo lagi kuliah, sibuk, anak-anak kost lagi di luar, mbak Elis sendirian deh. Mas Qomar baru pulang sore kerjanya. Kasiaaan, Beginilah resikonya punya anak dengan jarak yang dekat,,

Saat-saat nyuapin dan ngelonin yang saya suka :). Apalagi sampai membuatnya tertidur dengan pulas, hmm ada kepuasan tersendiri bisa membuatnya tidur. Dan kemarin-kemarin, ceritanya belajar gendong dede bayi yang masih merah, si dede Fairuz. Dulu waktu nazwa baru lahir saya mah belum berani menggendong, masih SMP, masih takut gendong bayi baru lahir. Tapi sekarang, walaupun agak khawatir, tapi tetap ingin menggendongnya. Ceritanya kemarin pagi juga gendong (coba ngerasain gendong dede yang masih merah), menatapnya dengan sangat dekat dengan wajah saya, merinding saya, liat kedipan matanya, liat pas lagi nguap, liat pas lagi ketawa (ketawa sama malaikat kata orang-orang sih), liat idungnya yg mancung, liat alisnya yang masih tipis, pegang rambutnya yang tebal, pegang kulit kaki dan tangannya yg masih keriput, pegang pipinya yang lembut, dan cium wajahnya yg sangat sangat sangat mungil, hwaaa berasa jadi ibu beneran deh kemarin pagi. Belajar masangin gurita, belajar popokin si dede, belajar ini dan itu tentang si dede *lagi belajar ceritanya :). Seneng bisa menggendong bayi merah... saat saya menatap si dede dengan sangat dekat dan memperhatikan dengan seksama kedipan matanya, jadi terharu dan tiba-tiba saja meneteskan air bening (untungnya cuma ada mba elis -_-).

Teringat Mamah.... subhanallah perjuangan seorang ibu itu luar biasa. Benar-benar luar biasa. Antara hidup dan mati. Mamah.... baru mengurus hal-hal teknis segini saja tentang dede, Nunu bisa merasakan perjuanganmu, apalagi suatu saat Nunu juga akan mengalami seperti itu, benar-benar mengalami menjadi seorang ibu.  Maha Suci Allah, yang menciptakan tubuh mungil itu dari air mani yang menjadi segumpal darah dan kemudian segumpal daging dan terbentuklah tubuh dengan sempurna. Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar !! Bersyukurlah kawan, bersyukurlah kau dilahirkan ke dunia ini ! itu artinya kau diberi kesempatan oleh Allah untuk beribadah, beribadah pada Penciptamu. Manfaatkanlah, manfaatkanlah sebaik-baiknya anugrah yang telah Allah berikan. Nikmat yang telah Allah berikan. Sudah beberapa menit kemudian, anteng dipangkuan saya, dede Fairuz nangis, eh eh kenapa ini? kayaknya gendong juga udah bener, tangan saya juga baik-baik aja, berdiri sambil di ayun-ayunin kok, dibaca sholawatan juga, deket jendela yang adem, sepi ga terlalu berisik buat si dede, kenapa ini? aduuhh panik deh saat itu, langsung panggil mbak Elis, dan langsung digendong sama Umi nya, eh ternyata si dede laper, pengen nenen. Alhamdulillah, dikira kenapa dek :). Dede Fairuz adalah malaikat baru yang hadir di rumah sederhana ini, meramaikan dan menjadi penghibur hati ^^. Sayangnya saya tidak di sana lagi :(, tapi Insya Allah silaturahim gak boleh putus ya mbak, Nunu akan sering main ke sana kok Insya Allah ^^. Jadi udah kayak punya 2 kost, malem di kost baru, siang atau sore di kost lama :D


Nurul Aulia dengan dede Salman Fairuz Zaman :)

Kamis, 06 September 2012

dalam diam

September 06, 2012 0 Comments

dalam diam aku berdo'a. dalam renung aku bermuhasabah. dalam kesendirian aku merasa. dalam dinginnya malam aku bersimpuh. dalam derai rintik hujan aku memohon. memohon segenap cita dan cinta yang ada dalam hati. memohon dengan tulus dan lemah lembut. memohon maaf sesadar-sadarnya yang mungkin mengecewakan. kala itu memang jauh berbeda. dan saat ini time is jannah. sangat ingat dengan tausyiah di syuro pagi itu, time is jannah, time is jannah, and time is jannah. i'm come back sholihah, bismillah.

dalam diam aku berdo'a. untuk cita dan cinta karnaMu. ya, demi cita dan cinta. kesabaran. kesabaran. dan lagi kesabaran. hanya kesabaran dan istiqomah yang menguatkan niatan ini. hanya itu. bagaimanapun pilihanMu, Insya Allah berusaha ikhlas menerima. semoga diberi kemudahan jika memang sudah waktunya. dan saat ini hanya do'a, do'a, dan do'a yang bisa saya kencangkan untuk meraih ridhoMu. menunggu dengan terus memperbaiki dan memantaskan diri dihadapanMu. saya serahkan hal itu padaMu wahai Pemilik Hati semua insan.

Senin, 27 Agustus 2012

Pokoknya mah Move On

Agustus 27, 2012 0 Comments


Hari ini hari apa ya? hehe, hari ini adalah hari Senin, 27 Agustus 2012. Oke baiklah. Keep move on, move on, and move on pokoknya mah !! ^^ harus sering nulis move on biar terstimulan semangatnya, gak kendor, kalo perlu pampang yang besar tuh tulisan move on di dinding kamer, jangan tulisan kecil, nanti gak keliatan, hehe... pampang yang besar targetan-targetannya jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang, pampang tuh yang besar tulisan-tulisannya di white board itu!! Biar kalo lagi males, liat tulisan itu, ghirah mencapai mimpinya lebih terasa dan jadi terstimulan untuk terus bergerak dijalan cinta para pejuang, sampai engkau payah, sampai engkau lelah, dan sampai keringat dan darah tumpah, *Ust. Salim banget :-). Kalo lagi males menghampiri, saya selalu baca kutipan beliau dalam bukunya (ya walaupun tidak langsung move on, setidaknya perlahan tapi pasti). Lengkapnya adalah sebagai berikut:


"Di sana, ada cita dan tujuan yang membuatmu menatap jauh ke depan. Di kala malam begitu pekat dan mata sebaiknya dipejam saja, cintamu masih melesat jauh melampaui ruang dan masa, kelananya menjejakkan mimpi-mimpi. Lalu disengaja malam terakhir engkau terjaga, sadar dan memilih melanjutkan mimpi indah yang belum selesai dengan cita yang besar, tinggi, dan bening. Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja, dengan nurani tempatmu berkaca tiap kali, dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati. Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang. Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman. Walau duri merantaskan kaki,  walau kerikil mencacah telapak.  sampai engkau lelah, sampai engkau payah, sampai keringat dan darah tumpah. Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum di jalan cinta para pejuang (Ust. Salim A. Fillah)




Sabtu, 25 Agustus 2012

Moment Unik

Agustus 25, 2012 0 Comments
 

5 tahun = 1 menit.
Pagi menjelang siang itu rasanya berbeda, dan bahkan sampai kedatangan bis pun tidak seperti biasanya *lamanyabangeeeeeet (padahal mah biasanya pagi). Durasi 1 menit dan beberapa  menit sebelum dan setelahnya itu rasanya unik *bagisaya. Dari kejauhan saya melihatmu. Berasa aneh, canggung dan bingung. Apa ya? tidak tahu, rasanya itu mengalir begitu saja, secara tiba-tiba, seolah ada yang menggerakkan kaki ini dengan sangat kilat untuk melangkah turun dari bis dan menghampiri hanya untuk bertemu menyapanya (karna sudah lamaaaaaaaaa sekali tidak bertemu), hanya untuk bertemu menyapanya walaupun saya tahu saat itu mesin mobil sudah menderu pertanda akan segera berangkat. Akhirnya turun dan tepat dihadapan saya juga sudah ada sosok itu menghampiri. Entahlah, bertambah bingung saat itu dan deruan  mesin mobil pun semakin kencang, dan lambat laun bergerak maju perlahan. Dan akhirnya ucapan salam yang mengakhirkan percakapan singkat dan ringan kala itu. Kalaulah boleh meminta, ingin rasanya menambah waktu, ingin rasanya berbincang lama denganmu, tapi sudah dipastikan menambah bingungnya, ngobrolin apa coba ya? :) dan lagi jika saat itu lama pastilah ketinggalan bis nya, hehe. 5 tahun = 1 menit, baiklah... mungkin memang begitu seharusnya, setidaknya menit kesatu itu adalah jawaban rasa yang tertawan ini :). Trimakasih untuk moment itu, 5 tahun memang sangat lama, dan akhirnya diizinkanNya pada menit kesatu itu untuk berjumpa dan bertegur sapa, saya seperti melihat wajah dan senyuman baru pada dirimu, dan terlihat berbeda dengan 5 tahun silam :)












*untuk yang lain mah mungkin bisa, tapi untuk kali ini, rasanya godhul bashor itu sulit sekali kak -_-


Benar-benar refresh ^^

Agustus 25, 2012 0 Comments



Memang benar, nikmat yang sering terlupa adalah nikmat sehat dan waktu luang. Maka dari itu, saya tidak ingin menjadi orang yang lalai dengan menyia-nyiakan waktu dan menjadi orang yang mendzolimi diri sendiri dengan melakukan aktivitas terus menerus, karna tubuh pun butuh istirahat. Dan ada waktu luang ya dimanfaatkan, saatnya liburaaaaannnn :)(niat saat itu, seminggu lalu tepatnya).

Seminggu lamanya saya berada di rumah abah dan ibu tercinta (alias nenek kakek). Seminggu lamanya juga saya tidak mau berkoneksi dengan yang namanya internet, apalagi facebook dan blog ini juga sudah saya tinggalkan sejak lama, mungkin sekitar 2 minggu lebih dimulai i'tikaf saat itu. Saat itu saya hanya ingin berkumpul bersama keluarga besar, bantu-bantu persiapan lebaran (ya walaupun baru dateng sabtu dini hari -_-). Rasanya senang, bebas, benar-benar bebas, bahkan sengaja melupakan 'penelitian' itu :-), apalagi saat pergi ke pangandaran beach dan batu hiu. Subhanallah..... alhamdulillah banget 2 hari itu. Abah ibu pun sangat senang, terlihat sekali dari wajahnya :). Abaaaaahhhh, nunu sayang abah karna Allah. Walaupun berusia 80 tahun, tapi subhanallah sekali kakimu masih kuat melangkah jauh, hanya saja naik sepeda yang sudah tidak bisa mengayuhnya. Ibuuuuuu, nunu juga sayang ibu karna Allah. Masakan ibu adalah masakan terenak, sama dengan masakan Mamah, sebanding. Bagaimana dengan masakan cucunya yang satu ini ya? hehe, dengan berjalannya waktu semoga bisa sebanding dengan dirimu Ibu :). 


Banyak sekali  sebenarnya yang ingin saya ceritakan, kejadian-kejadian selama seminggu itu, tapi udah lupa :(. Karna selama seminggu itu males nuliiiis, hehe. Yang pasti dan saya inget adalah Angpao, alias THR. Hehehe..... saat hari lebaran tiba, saya bertanya-tanya  dalam hati "Masih dapet THR gak ya umur segini?" (harap-harap cemas). Dan tetap berdo'a juga dalam hati "Semoga dapet, semoga dapet, semoga dapet, aamiin, aamiin, aamiin". Dan taraaaaaa.... alhamdulillah... akhirnya masih dapet, dan tahukah? tahun ini adalah THR terbanyak dari saya kecil, haha. Amazing, malah bisa buat kehidupan di sini selama hampir sebulan mungkin (kalo kagak boros). Bapak aja sampe  ngasih gede, hehe. Sampe terakhir saat tadi pagi nuju Purwokerto, uwa ngasih THR lagi hehe :). Umur yang tanggung kali ya? SMA udah, mau lulus kuliah juga bentar lagi, udah kepala 2 -_-, jadi pada ngasih gedean meureun. Atau mungkin pertanda tahun depan ga akan dapet lagi ya? tahun depan mungkin giliran saya yang ngasih angpao -_-, hidup itu memang seperti roda, itulah dinamakan roda kehidupan (apasih Nurul?lagi ngomongin angpao juga:p).


Moment lebaran yang terpenting bukanlah angpaonya, tapi maknanya. Tidak bisa menerjemahkan makna lebaran ke dalam bentuk tulisan, tapi yang pasti, hasil dari ibadah selama sebulan ramadhan itu adalah aplikasinya setelah lebaran. Bagaimana kita menjalankan tugas dan fungsinya selama 11 bulan ke depan dari bekal selama ramdhan. Allah itu memang Maha Penyayang, belief it !! ^^


Dan sekarang... sudah di Kota Satria lagiiiii, itu artinya harus menjalankan tugas sebagaimana mestinya. Sebagai mahasiswa tingkat akhir, sebagai bagian dari keluarga kecil saya di sini ^Gamais tercinta, rindu kaliaaaannn :)^, sebagai bagian dari hima saya tercinta ^himagreen^, sebagai kakak yang baik yang bisa dijadikan teladan, dan sebagai.... apa ya? sebagai saudara yang penuh dengan cinta untukmu saudara-saudariku para pejuang :). Move on! move on! move on! pokoknya mah harus move on! never never never give up! Titik.


Bismillahirrahmaanirrahiim :)

Rabu, 08 Agustus 2012

Energi itu adalah Halaqoh

Agustus 08, 2012 0 Comments



Benar saja, ketika dijadikan sebuah kebutuhan, ketika menganggap sebagai vitamin ruhiy, dan ketika dijadikan sumber energi yang besar, maka kita akan mencarinya kemanapun, bahkan sampai ke tempat pelosok yang kita tak tahu arah dan jalannya, kita akan berusaha keras memenuhi kehausan itu, kita akan menjunjung tinggi ghirah itu, dan kita akan berlomba-lomba siapa yang tercepat dan tepat waktu dalam menghampirinya. Semangat memenuhi relung ruang di qalbu kala itu. Laksana oase dalam padang pasir yang tandus. Menyegarkan, membahagiakan, dan kita menyambutnya dengan suka cita. Kering, kering rasanya memenuhi hasrat jiwa ketika tidak membersamai lingkaran ilmu itu, walau hanya beberapa waktu saja. Untaian katanya yang lembut, keteduhan wajahnya yang membersamai, bashirahnya yang kuat, membuat hati ini selalu merindukannya, ya... merindukannya. Kepekaan yang menghampiri, itsar yang menjadi sikap utama, ta’awun yang menjadi perhiasan, membuat hati ini selalu merindukan lingkaran ini.


Iri, rasa yang ada dalam lingkar itu ketika ada salah satu diantara kami selalu menyetor hafalannya, sangat rajin, dan bahkan diluar waktu itu pun dia menyetornya. Hadeuuhh... kapan gue rajin nyetor? Malu deh -_-. Tapi dari situlah, membuat ghirah hafalan saya kembali dihidupkan oleh mereka, oleh mereka yang senantiasa saling menjaga ketika salah satu diantara kami ada yang mengalami kefuturan alias rada-rada ngaco, hehe. Senang, senang rasanya diingatkan, senang rasanya saling berkirim tausyiah, saling membangunkan QL, saling mengingatkan amalan-amalan yaumi lainnya, dan saya bersyukur, bersyukur tiada henti bisa berada diantara kalian orang-orang hebat, orang-orang yang senantiasa memperbaharui semangatnya, orang-orang yang senantiasa memperbaharui niatannya hanya Lillah *suka kalo baca, denger, dan lihat kata lillah tuh :)


Karakter yang unik, lucu, serius, up to date, suka senyum, kalem pisan, keibuan, manja, dan bahkan sangat rame. Dari situlah saya tahu bagaimana caranya agar bisa memahami berbagai macam karakter. Bertemu mereka, tertawa dengan mereka, bercerita panjang lebar dengan mereka, rihlah bareng mereka, bertukar pikiran dengan mereka, dan saling keterbukaan dengan mereka membuat hati ini semakin cinta. Ya, cinta itu.....  datang dari pemahaman baik, cinta itu datang dari hati yag tulus, dan cinta itu datang karna Allah yang menggerakkan hati ini sholihah :). Allah bahkan lebih paham bagaimana menumbuhkan cinta dalam hati ini dengan cover yang begitu indah, dalam bingkai ukhuwah, Allah lebih paham itu cantik :). Berharap, sangat berharap kelak di yaumul akhir, kita bisa bertemu di jannah-Nya, bersama melihat wajah Qudwah hasanah kita, Baginda Rasulullah s.a.w. Rindu dengan beliau... yuk sholihah, bershalawatlah agar kelak kita mendapat syafaatnya. Ahh... indahnya sholihah, sungguh indah kala itu terjadi. Dan berharap malaikat sekitar saya ini, saat ini, yang ada di langit-langit kamar ini, yang ada di jendela itu, yang ada di kanan dan kiri saya ini juga meng-amini apa yang menjadi cita-cita kita sholihah :)

Lagi-lagi Allah memberi nikmat mencari ilmu sholihah, nikmat yang hanya dapat dirasakan ketika kita semangat dalam mencarinya.
Uhibbukifillah ukhti:)

*berproses bersama halaqoh

Selasa, 07 Agustus 2012

Lagi Belajar :)

Agustus 07, 2012 0 Comments

  • Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan. -Sayyidina Ali r.a-

Hehe, keikhlasan dan pengorbanan. Tinggal bagaimana niat dan cara kita memperoleh cinta itu :). Apabila niatnya baik, maka haruslah diiringi dengan cara yang baik pula. Namun jika diiringi dengan cara yang tidak baik, itu sama saja dengan kita memiliki niat tidak baik.

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya.  Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan. 

  • Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat."
    -Tere liye, novel Eliana- (nah, yang ini boleh kalian pakai, untuk para jomblo, direnungkan, maka kalian akan menemukan sebuah filosofi yang amat cemerlang. Esok lusa, saat sudah siap, saat sudah banyak belajar, pasti akan kembali jika berjodoh)

Tersenyum saya membaca quotes mu Bang :). Keikhlasan dan pengorbanan. Ikhlaskanlah...buatlah hati ini tulus melepaskan, dan kata Sayyidina Ali mempersilakan, yang ini namanya pengorbanan :). Baiklah, tinggal mengucapkan 'Silakan...' :). Lagi-lagi sangat sederhana, sederhana dengan dibungkus pemahaman-pemahaman baik ya Bang. Keliatannya simple, tapi agaknya butuh... ahh Lillah ya Bang :), toh semua sudah diatur. Tinggal bagaimana kita berusaha mendekati-Nya, karna sejatinya cinta yang kekal itu hanyalah milik Dia, milik Dia Yang Maha Membolak-balikkan Hati manusia, milik Dia yang mempunyai cinta :). Dan ketika kita berusaha mencintai-Nya, maka Dia akan memberikan cinta itu untuk kita, lewat hatinya, lewat keluarga tercinta, lewat saudara-saudara seperjuangan, lewat orang-orang hebat di sekeliling, lewat hati pemilik tulang rusuk kanan ini, yang nantinya akan membuat kita semakin cinta Dia. Dan quotes terakhir mu itu Bang, "Esok lusa........" (and just my argument: Jika dengan yang tepat dan Insya Allah tiba pada waktu yang tepat, maka sambutlah dengan cara yang tepat :). Jika tidak, ya sudah mulai dari sekarang belajar ikhlas ya Nurul, yuk praktikkan materi ikhlas dari MR :). Tersenyum lagi saya membaca quotes mu :), karna memang saat ini saya mulai belajar ikhlas Bang, ikhlas kemudian membiarkan diri ini menepi, menepi dari rasa itu, dan akhirnya menepi ke tempat yang Insya Allah lebih indah. Hehe, ikhlas kok bilang-bilang ya? pake kalimat "lagi belajar ikhlas" lagi. Biarkan saja orang lain mau bilang apa, saya hanya ingin menerjemahkan saja kok, dan sebenarnya yang tahu keikhlasan hati kan hanyalah diri ini dan Allah, jadi untuk hal ini abaikan saja perkataan orang *maksa.  ^_^ Saya pasti bisa kan Allah? :)
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula menilai kebagusan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) keikhlasan hatimu”. [HR. Muslim]


Kamis, 02 Agustus 2012

Mamah

Agustus 02, 2012 0 Comments

Memang ya, Allah itu telah menciptakan perempuan dengan hati lembutnya, dengan kasih sayangnya, dengan naluri keibuannya. Mamah, ketika melihat anaknya sakit, ketika melihat anaknya terluka sedikit saja, kasih sayangnya begitu hebat. Ia langsung mengobatinya dengan penuh ketelatenan. Mamah, tidak peduli apakah dirimu sudah makan atau belum, namun yang kau pedulikan adalah "Apakah anakku sudah makan?". Mamah, tidak peduli waktu yang kau habiskan untuk mengurus dirimu sendiri, namun yang kau pedulikan adalah "Seberapa efektif waktu yang ku berikan bersama anakku?". Dan mamah... aku tahu ikatan batin antara kau dan aku sangat kuat, itulah mengapa malam-malam itu kau menelfon, karna kau bisa merasakan bahwa aku rindu padamu Mamah, sangat rindu... ingin berbagi cerita kembali tentang rasa ini :). Mamah, kau begitu istimewa bagiku, juga bagi kakak adikku, dan terlebih bagi bapakku. Mamah, Bapak, aku ada karna cinta kalian, kita ada karna kasih sayang kalian.

Dan alhamdulillah...
akhirnya bisa mencuri-curi waktu untuk pulang sejenak, ya hanya sejenak -_- Tak apalah walaupun hanya 2 hari, Insya Allah akan memanfaatkan waktu bersama lagi. And tomorrow is time go to home, i'm very glad :D. Wait me My Dad, My mother, I'm coming :)


*Big hug my beloved family, miss you a lot

Bulan

Agustus 02, 2012 0 Comments
Ba'da maghrib ini ceritanya keluar kamar dan mandang langit. Dan ternyata... subhanallah sesuatu banget, bulannya sangat cantik, terang benderang, dan indah dipandang. Iseng-iseng foto hasilnya begini, :). Dan denger2 katanya emang ada blue moon gitu. Bulannya ada lingkaran luar berwarna biru gitu, ambil gambarnya gak keren, saya belum jago jadi potograper si -_-



ingin, tapi

Agustus 02, 2012 0 Comments
*gak penting, jadi gak usah dibaca atau bahkan dilirikpun tidak usah !


Ingin menulis tentang rindu, sayang dan cinta.
Tentang pengorbanan, ketulusan, keberanian, penantian, harapan dan keikhlasan.
Tentang aku, kamu, dia, kita, kalian dan mereka.
Tentang kala itu, waktu itu, tanggal, bulan, tahun dan saat itu.
Tentang ini, tentang itu, tentang ini, tentang itu, tentang ini, dan tentang itu.

Tapi..... dimulai dari mana ya? bingung -_-, tapi pengen nulis pisan jeh. Gimana coba? Tapi dan tapi... sepertinya akan sangat panjang untuk diceritakan, bahkan bisa sampai bejuta-juta lembar *hehe, agak lebay, tapi memang kok. Dan baiknya memang tidak usah dipublish apa ya? cukup dinikmati sendiri saja, cukup dibaca sendiri saja, ada kepuasan tersendiri ketika bisa menerjemahkan pesan hati ini dalam bentuk tulisan, baik dipublish atau hanya untuk konsumsi pribadi. Tentang apapun itu, apapun. Baiklah... untuk hal-hal tertentu baiknya memang diletakkan di folder privasi :)

*sekali lagi gak penting -_-