Selasa, 30 Mei 2023

Nostalgia itu Menyenangkan Hati

Mei 30, 2023 1 Comments


Jika kamu jenuh dengan aktivitasmu, bernostalgialah. Sejenak kamu akan merasakan rindu yang menggebu, tapi dengan sekejap pula kamu akan merasakan energi positif dan kembali bersemangat menjalani hari-harimu. Begitulah kira-kira yang dirasakan saat ini.

Akhir-akhir ini saya merasa jenuh datang menghampiri. Melakukan rutinitas yang berulang membuat bosan dan ingin berbelok entah kemana😂. Kemudian dengan sengaja saya kembali membaca jejak digital yang tidak akan pernah hilang sampai kapanpun kecuali kita memang sengaja delete messengernya. Takdir terbaik itu memang datangnya dari Allah. Kita hanya bisa berikhtiar semampu kita bisa. Setelah bernostalgia dan jika dirasa saya sudah kembali bersemangat back to reality, maka segera saya cukupkan sampai di situ saja nostalgianya, hanya cukup mengenang, tidak untuk diulang. Tapi sejatinya, memory dahulu yang sudah tersimpan, akan sulit dilupakan. Ia akan tetap ada. Namun letaknya yang berubah, jika dahulu ada di tengah-tengah, sekarang ada di ujung hati.

Terimakasih Kak, sudah menjadi bagian dalam proses perjalanan hidup seorang hamba yang sederhana ini, yang memang sangat jauh dari kata sempurna. Sehat selalu orang baik😊. Semoga Allah senantiasa memberikan limpahan rahmat dan kasih sayangnya untuk keluarga kita masing-masing🤲🌷



Rabu, 11 Januari 2023

Nutrisi Awal Tahun

Januari 11, 2023 0 Comments



Nutrisi awal tahun 2023.
Dan sekarang adalah hari ke sepuluh di Bulan Januari...

Alhamdulillahirobbil'alamiin, akhir tahun kemarin adalah momen hectic bagiku. Banyak agenda yang harus diselesaikan. Banyak permasalahan yang kadang bikin spaneng, haha. Tapi alhamdulillah all is well. Satu per satu bisa terurai dengan baik, versiku. Dalam perjalanan hidup ini pasti bertemu dengan yang namanya masalah atau kesulitan. Namun bagiku, yang harus diyakini adalah bahwa kita pasti mampu melewati itu. Pertama-tama memang kita harus menerima bahwa kita itu lagi ada masalah. Setelahnya barulah kita cari jalan keluar dari berbagai sudut pandang. Mencoba berusaha memberikan yang terbaik dan harus tahu konsekuensi jika ambil solusi pertama, solusi kedua, dan seterusnya. Yakin saja, innamal 'usri yusro, wa innama'al 'usri yusro. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Jadi bukan setelah kesulitan, namun bersama datangnya kesulitan pasti ada kemudahan. Innallaha ma'ana.

Bersamaan datangnya permasalahan hidup juga, ada pelipur lara yang menemani. Ialah buku-buku yang menjadi teman setia. Seberapapun sulitnya hidup, ia mencoba menyuguhkan pandangan baru terkait hidup. Banyak kisah, banyak cerita yang bisa jadi itu menjadi pelajaran berharga bagi kita sendiri. Maka janganlah meninggalkannya barang seharipun tanpa membaca.

Kali ini, aku membeli tiga judul buku baru. Ada yang memang cetakan lama dengan versi cover terbaru, ada juga yang memang baru cetakan pertama akhir tahun lalu. Aku baru selesai membaca kisah Zainuddin dan Hayati, memang kisahnya mengiris hati 🥺. Buku "Please Look After Mom" pun kabarnya mengandung bawang. Bagaimana pentingnya peran seorang ibu terhadap masing-masing anggota keluarga. Sayangnya, mereka baru tersadar saat sosok ibunya hilang di Stasiun Seoul. Dan terakhir bukunya Mba Keni, bagaimana ia mengolah perasaan menjadi tulisan yang menggugah jiwa. Nanti deh ya, kalau lagi luang mau review buku Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck dulu, insyaa Allah.  Ketiganya masuk recommended book 👍

Happy reading ~
Berbahagialah dalam menjalani hidup. Semoga Allah selalu menyertai kehidupan kita semua😇

Sabtu, 24 Desember 2022

Wis PKS bae

Desember 24, 2022 0 Comments

 

By the way, saat beli jajan, ada sekelompok anak-anak mungil ini yang juga sedang jajan. Jadi saya minta izin mengambil foto mereka dan mereka mengizinkan lalu tersenyum malu-malu😂. Jadi rindu mengajar🥺🙈


Dulu, saat menjadi mahasiswa sering banget syuro jam 6 pagi teng. Kalau datang telat, kena iqob (denda)😂. Dan alhamdulillah, pagi ini bisa merasakan lagi beraktivitas di pagi hari. Seharusnya pukul 06.00 sudah sampai di lokasi, tapi telat datang, alhasil baru nyampe 06.20. Bedanya dengan dulu adalah, kalau dulu menggadis, sekarang sudah ditemani suami dan anak-anak. Awalnya ingi  berangkat sendiri, tapi dipikir ulang, kegiatannya ini sebentar hanya sosialisasi logo baru. Jadi diputuskan ayah menemani sebelum berangkat kerja. Tugasnya adalah sebagai fotografer dadakan😅.

Sesampainya di Kemlaka, kami menyebar. Awalnya bareng ayah, eh, tiba-tiba ngga tau ke arah mana ayahnya😂. Jadi hanya aku dan anak-anak. Jajan, ngobrol, sosialisasi, begitu seterusnya. Hanya berhasil membuat video tiga orang ibu-ibu, alhamdulillah. Selebihnya hanya berbagi souvenir saja. Kalau ditanya, kenapa sih mau capek-capek turun ke lapangan? Bawa anak-anak lagi, emang nggak repot? Jawabannya karena aku senang. Ada rasa bahagia kalau udah kegiatan lapang kaya gini. Apalagi insyaa Allah untuk satu tujuan kebaikan. Tinggal pertanyaannya, kita mau nggak ambil peran ini? Gitu aja sih sederhananya.

Banyak yang menilai PKS ini begini dan begitu, mangga dipersilakan. Bahkan dari sekian ibu-ibu yang saya datangi, ada seorang ibu juga yang bertanya, "Kenapa PKS ngga bagiin uang aja sih, Mba?". Aku hanya menanggapi dengan senyuman, untuk saat ini. Jalan untuk mencerdaskan masyarakat itu bukan jalan yang mudah. Bisa dibilang sangat sulit.  Tapi bukankah Allah melihat prosesnya? Kita hanya perlu taat dan menjalankan peran saja, cukup itu.


#pks

#dapil4kabupatencirebon

#pkscirebon

#wispksbae

Selasa, 13 Desember 2022

Berserah dirilah!

Desember 13, 2022 0 Comments







     

Apakah kamu pernah merasa sendiri?
Apa yang kamu lakukan jika kamu sedang merasa sendiri?
Sedang merasa sedih yang teramat?
Sedang terpuruk?
Sedang tidak baik-baik saja?


Mau menangis?

Menangislah. Menangislah sepuas yang kamu mau. Menyendirilah. Hamparkan sajadah. Kamu buka dialog dini hari dengan Allah. Awali dengan nama panggilan baik Allah, asmaul husna. Lalu kamu tumpahkan semuanya pada Allah. Menangislah sampai terisak. Bersujudlah padaNya. Mohonkan ampun untuk diri kita sendiri atas dosa yang mungkin sudah bertumpuk pada hari itu dan kemarin-kemarin. Pasrahkan saja segalanya pada Pemilik Hati agar hati kita ditenangkan, agar hati kita dilapangkan, agar hati kita punya stok sabar yang luas. 

Yakinlah pada Allah, bahwa Allah sungguh tidak akan pernah salah memilih pundak. Yakinlah bahwa semua ini akan terlewati sudah. Jangan risau. Jangan gundah gulana. Jangan gegabah. Jangan sedih lagi. 

Mari tersenyum menyambut setiap ujian yang Allah siapkan. Dan rajin-rajinlah berdialog saat dini hari, agar kemuliaan itu bisa kita raih. Sungguh tak akan hilang kasih sayang Allah pada makhluknya. Jangan khawatir. Selama iman mengakar kuat dalam hati, Allah akan selalu bersama kita.

Semangat, ya, Nurul. Kamu pasti bisa!! 

Tenanglah, bahwa backing-an kamu itu Allah, Pemilik semesta.


Note : poto hanya pemanis, sungguh tidak berkolerasi dengan tulisan 🙈

Minggu, 20 November 2022

November 20, 2022 0 Comments


Cukup Tuhan yang tahu betapa besar effort untuk melepaskan orang yang sudah bersemayam lama dalam hati, bahkan bertahun-tahun menyembunyikannya.

#mariogklau #sematakarenamu #sadstory #ikhlaspalingdalam

Jumat, 14 Oktober 2022

Rasa yang Tak Pernah Reda

Oktober 14, 2022 0 Comments

 

Rindu adalah rasa yang tertawan. Hadirnya membuat gelisah hati yang menahan. Tiba-tiba ia menyapa dalam rintik hujan, mengingatkanku akan kenangan.

Rasa yang tak pernah reda, ialah rindu. Setiap masa yang terlewat, pada dasarnya menciptakan rindu. Raga kita memang di sini, tapi emosi kita menyapa dengan hangat nan lembut di ujung kenangan sana. Apa kabarnya, ia? Apakah baik-baik saja? 

Rasa yang tak pernah reda, adalah rindu. Ia bisa menggebu dan juga melemahkan hati. Bahkan terkadang, ia bergemuruh bersama rintikan air mata di kala hujan membasahi. Akankah kita bertemu kembali?

Saat menulis ini, berasa terhanyut dalam kisah sedihnya🥺 karena pada akhirnya ia menepi, mengasingkan diri, bersama rindu yang sepi. 


Suka gitu nggak sih? Terkadang saat menulis sad ending, kita yang nulis ceritanya ikutan sedih yang sangat. Satu waktu ketika menulis cerita yang happy ending, perasaan kita pun ikut bahagia, sampai senyum-senyum sendiri, membayangkan bagaimana rasanya jatuh cinta, rindu pada seseorang yang ingin bertemu namun tak ingin. Gimana ya? Sulit menjelaskan. Kita tahu bahwa kita tidak boleh merindukan seseorang yang belum halal, tapi kita merasakan rasa rindu itu. Kita ingin bertemu, tapi kita pun tahu bahwa tidak boleh ada pertemuan. Perasaan yang kayak gitu disatu waktu kadang bikin rindu. Tapi kita tersadar bahwa itu bukan masanya lagi, karena itu terjadi jauh beberapa tahun silam, perasaan itu masih jelas terbayang. 


Disatu waktu, ketika menulis ceritapun aku membayangkan menjadi tokoh dalam cerita. Bagaimana jika aku begini dan begitu. Apa yang dirasakan tokoh utama ini terkadang adalah aku yang memang mengalaminya, atau pengalaman orang lain yang kutuang dalam ceritaku. Enaknya menulis adalah kita bisa mengeksplore segala rasa baik itu di hati kita maupun di hati orang lain. Semangat menulisnya, ya, wahai diri! 


By the way udah open PO buku antologi ke sepuluhku ini, Rasa yang Tak Pernah Reda Jilid 2. Jadi memang ada 2 jilid judul buku ini, dan aku masuk ke dalam buku yang jilid 2🥰


#rasayangtakpernahreda 

#nulisyukbatch195

Minggu, 18 September 2022

Welcome to the Garden

September 18, 2022 0 Comments



Ahad, 23.20 wib

Kemarin lusa tepatnya Jum'at 16 September 2022 telah ditutup masa voting untuk pemilihan bakal calon ketua dan wakil ketua CBW (Cirebon Babywearers), sebuah komunitas menggendong area Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan). Antara percaya dan tidak percaya dengan hasilnya.

Selama tiga tahun aku bersama di komunitas ini, aku termasuk member yang biasa-biasa saja. Tidak terlalu aktif dan tidak juga terlalu pasif. Awalnya hanya seorang dua orang yang menyebut namaku di wag sebagai balon (bakal calon) ketua CBW periode 2022-2023, kemudian susul menyusul menjadi berbaris😭. Dan itu membuatku sedih. Honestly, pada awalnya memang aku tidak berminat berada di jejeran admin. Namun beberapa member wapri dan menanyakan kesediaan untuk menjadi balon ketua dan juga menguatkan dan mendukungku sepenuhnya. Bimbang dan ragu aku menerimanya. Tapi aku diyakinkan terus untuk mengemban amanah berat ini.

Ya, bagiku amanah ini sangat berat. Terlebih aku yang sekarang bukan aku yang dahulu. Sekarang ada dua anak yang memang selalu bersamaku kemanapun aku pergi. Pasti tidak mudah kesana kemari membawa anak-anak. Awalnya aku menolak, namun pada akhirnya aku berusaha menerimanya dengan lapang. Sampai detik tulisan ini dibuat pun masih berusaha menerima kenyataan yang agak sulit ini. Barangkali, jalan ini adalah jalan terbaik yang telah Allah berikan untuk diriku. 

Dengan mengucapkan Bismillahirrahmaanirrahiim, aku katakan pada diriku sendiri, "Welcome to the Garden, my dear". Di sinilah sekarang ladang amalku, ladang pahalaku. Semoga Allah mampukan aku dan tim admin lainnya untuk bersama-sama membawa CBW menjadi komunitas yang lebih baik lagi, lebih dikenal lagi oleh masyarakat luas dan lebih bermanfaat untuk banyak orang. 

Semoga aku bisa membawa tim admin untuk belajar, bertumbuh dan berkembang bersama-sama. Semoga bisa memberi lebih banyak manfaat terutama untuk para member. Dengan itu, insyaa Allah kita menjadi ibu yang berdaya dan berkarakter, seperti apa yang Mak Ani bilang, selaku ketua CBW periode sebelumnya. Setahun ke depan insyaa Allah fokus menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Aku tidak sendiri, ada Allah sebaik-baik penolong, ada teman-teman yang selalu support dan teruslah perbaharui niat bahwa aku dikirimkan oleh Allah ke sini untuk menyebar kebaikan, bukan keprokan manusia. Ketika kita hanya mengharapkan keprokan manusia, maka habislah sudah segala pundi-pundi amalan yang telah kita lakukan.

Mencari jajaran admin bukanlah hal yang mudah  bagi aku dan Mak Anne sebagai wakil ketua. Banyak list nama yang sudah ada dalam daftar. Kami hubungi satu-satu dan semuanya melalui tahap lobying hingga detik ini. Semoga Allah segera mempertemukan dengan orang yang tepat untuk membersamai kami selama setahun ke depan. Step by step aku rinci untuk memulai ini semua. Semoga Allah mampukan aku dan tim untuk menjalankan kepercayaan yang sudah teman-teman member berikan pada kami. Barakallahufiikum❤

Senin, 05 September 2022

Dua Belas Tahun

September 05, 2022 0 Comments
Foto ini diambil saat shubuh menjelang fajar

Alhamdulillaah tsumma alhamdulillaah, ternyata usiamu 12 tahun my blog 😂. Kemarin lusa, usiaku 31 tahun (Ya Allah berasa nambah tua 🙈). Aku dan kamu terpaut usia 19 tahun, yang artinya pertama kali aku berjumpa dan menulis di platform ini saat usiaku sembilan belas tahun. Tidak terasa ya, waktu berlalu begitu cepat. Kenapa dulu aku memilihmu untuk mediaku menulis? Hehe aku pun tak tahu. Yang pasti, hanya orang-orang terdekat saja yang tahu bahwa aku punya blog. Bahkan beberapa kali setelah aku menulis di sini, orang-orang terdekat langsung berkomentar baik itu lewat sms (dulu belum jaman whatsapp ya 😜) atau bahkan langsung di kolom komentar blog, hanya orang terdekat, noted. Tidak banyak yang tahu dan aku pun jarang mempublish tulisanku.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai membuka diri dan mempublish tulisan yang hanya sekedar corat coret di status atau notes facebook. Suka-suka aja sih apa yang dibahas, seringnya apa yang ditulis adalah apa yang dipikirkan dan dirasakan. Dan setelah sekian lama aku mulai menyadari bahwa memang kita itu butuh kepercayaan diri untuk diterimanya tulisan-tulisan kita di publik. Bagaimana caranya? Pertama bahwa kita harus menyukai apa yang kita tulis. Siapa lagi yang suka tulisan kita jika bukan kita sendiri yang menyukainya? Kedua, pastikan apa yang kita tulis adalah hal yang kita suka. Adalah hal yang kita kuasai. At least, sebelum menulis tentag suatu hal, baiknya memang riset. Tidak usah jauh-jauh, kita bisa meriset apa yang ada di sekitar kita yang berhubungan dengan tulisan yang mau kita angkat.

Seiring berjalannya waktu juga, kemampuan atau skill menulis kita tumbuh dan berkembang. Percaya tidak, sebelum sampai sejauh ini, aku pernah melewati fase menulis alay anak remaja 😆. Pernah aku coba flashback lihat status tahun 2009, pertama kali bikin akun media sosial facebook. Alaynya sampai bikin malu tutupin tangan ke wajah 😁. Jangan jauh-jauh deh ya, buka aja postingan di blog ini tahun 2010 😂. Alaynya nggak ketulungan 🤭

Setelah diterawang dan dilihat-lihat lagi, ternyata aku banyak menulis saat tahun 2012. Sepuluh tahun lalu sangat 'produktif' sekali menulis postingannya, haha. Karena awal 2012 itu butuh banyak kata yang harus diterjemahkan dalam bentuk tulisan, saking butuhnya sampai overload tumpah kemana-mana. Rasanya lega aja gitu ketika kita bisa menerjemahkan rasa dalam bentuk kata. Sensasinya plong. Yang tadinya sesak, yang tadinya dipendam sendiri, yang tadinya menangis tersedu sedan, ketika bisa kita tuangkan perasaan itu lewat tulisan maka ibarat oase di padang yang tandus, menyejukkan.

Entah mengapa malam ini tiba-tiba saja ingin menulis di sini setelah sekian lama. Platform ini seperti ada magnet yang menarik untuk tidak pergi meninggalkannya😂 karena sesungguhnya ia sudah bersemayam lama menemani perjalananku menulis selama ini. Bukan sekedar perjalanan menulis, tetapi perjalanan hidupku masih tersimpan rapih di sini. Barakallahufiik my blog. Semoga tulisan yang dihasilkan dari sini bisa memberi manfaat buat banyak orang. Ambil yang baik, buang yang buruk dan ciptakan yang baru.

Jumat, 11 Maret 2022

Lanjutkan Perjalanan

Maret 11, 2022 0 Comments
(Photo by : Ayah Azzam @Majalengka)

Me time nya emak biasanya malam seperti ini, di saat para penghuni rumah sudah terlelap. Dan yang saya lakukan biasanya scroll media sosial, termasuk beranda tiktok. Scroll terus ke bawah, ke bawah dan ke bawah ketemu selalu lagu Tulus ini, dan deep banget ternyata liriknya 😭
 
 
🎵Perjalanan membawamu
Bertemu denganku
Ku bertemu kamu
Sepertimu yang kucari
Konon, aku juga s'perti yang kau cari
 
Kukira kita asam dan garam
Dan kita bertemu di belanga
Kisah yang ternyata tak seindah itu
 
Kukira kita akan bersama
Begitu banyak yang sama
Latarmu dan latarku
Kukira takkan ada kendala
Kukira ini 'kan mudah
Kau, aku jadi kita
 
Kasih sayangmu membekas
Redam kini sudah pijar istimewa
Entah apa maksud dunia
Tentang ujung cerita
Kita tak bersama
..................🎵


Mungkin semesta memang mempertemukan kita, tetapi nyatanya takdir tidak mempersatukan. Bagaimana perasaannya saat kita tersadar bahwa tidak bersama? terlebih ia sudah masuk terlalu dalam dan menahun berada dalam hati. Mungkin kita sedang asik menikmati peran kita saat ini. Sedang bahagia-bahagianya. Namun sekelibat masa lalu pasti pernah datang menghampiri. Kita pasti akan butuh waktu lama untuk berdamai dengan berbagai perasaan masa lalu, dan mungkin tidak akan pernah bisa melupakan. Tapi nyatanya... Allah memang tahu yang terbaik untuk kita. Ridholah dengan segala  ketetapanNya 💕 Mari  lanjutkan perjalanan  masing-masing. Sehat selalu, ya, orang baik. Semoga kita tetap bisa berteman baik😊

Cirebon, 11 Maret 2022


Kamis, 28 Oktober 2021

Mengajarkan Anak Membaca, Menulis dan Berhitung Menyenangkan Ala Montessori

Oktober 28, 2021 0 Comments

Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil'alamiin, finally punya semangat lagi nulis di platform yang bernama blog, hehe. Dan alhamdulillahnya lagi kali ini bisa ikutan kulzoom bareng narasumber yang tersohor banget tentang  islamic montessori nya, siapa lagi kalau bukan Ms Zahra Zahira. Setelah kulzoom tadi, nge-mie time dulu karena lapar 😂 lanjut ngerangkum isi kulzoom yang materinya daging banget Maasyaa Allah. Sebelum ke materi, mari kita berkenalan dulu dengan Ms Zahra Zahira.

Kita lihat background pendidikannya ya..

Jadi beliau ini adalah lulusan S1 Management Universitas Airlangga, Surabaya. Bukan pendidikan kan? iya memang bukan hehe. Beliau pun bercerita kalau pada awalnya menjadi asisten dosen. Dan beliaupun ingin menjadi dosen. Hingga akhirnya pindah haluan yang tadinya mau mengajar mahasiswa dan akhirnya tertarik mengajar anak-anak PAUD. Setelah itu beliau sekolah lagi S1 PGPAUD Universitas Terbuka, Jakarta. Beliaupun study S2 Strategic Management Universitas Indonesia, Jakarta. Dan masih banyak pengalaman beliau lainya di luar negeri. Untuk buku-buku karya beliau bisa disearching sendiri ya, banyak..terutama tentang montesori ya 😁

Bismillah, lanjut masuk materinya yuk..



Sebelum memahami montessori, kita itu harus memahami teori-teorinya terlebih dahulu. Pada slide pembahasan pertama, kita menemukan ada enam chapter, diantaranya :

1. Kemampuan calistung di usia dini

        PAUD bertujuan untuk membina anak sejak lahir sampai usia 6 tahun dengan memberikan rancangan pendidikan untuk membantu perkembangan dan pertumbuhan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan selanjutnya (Permendikbud no 137 Tahun 2014). Ini teorinya ya. Dan pada kenyataannya, pembelajaran anak kelas 1 SD itu dituntut sudah bisa membaca, sudah bisa menulis, sudah bisa 5W +  1H. Sebagai montessorian, maka Miss Zahra berusaha menjembatani itu dengan cara yang menyenangkan, yaitu dengan montessori method
        PAUD merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang meliputi integrasi dari perkembangan aspek nilai agama dan moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional dan seni ((Permendikbud No. 137 Tahun 2014). Walaupun kita di rumah, kita juga harus berusaha menstimulasi enam aspek perkembangan. Apa saja aspek-aspek itu?

Calistung itu singkatan dari membaca, menulis dan berhitung. Mungkin sejauh ini kita mengenal calistung itu hanya driling ya. Padahal, dari calistung ini megajarkan anak mengenal konsep, simbol dan juga kuantitasnya. intelegensinya juga bisa bekembang dengan baik. Dan itu juga bisa merangsang kepekaan untuk menjadi independent reader. Selanjutnya mari kita masuk ke membaca dan menulis:

  • Ada beberapa tahapan dalam membaca di usia dini:
1. Tahap Fantasi (magical stage)
    Anak mulai belajar menggunakan buku, melihat atau membolak-balikan buku, mulai berpikir bahwa buku itu penting dan kadang-kadang anak membawa kemana-mana buku kesukaannya.
2. Tahap pembentukan konsep diri (self concept stage)
    Anak mulai terlibat dalam kegiatan membaca, pura-pura membaca buku.
3. Tahap membaca gambar (bridging reading stage)
    Anak mengenal cetakan kata dan gambar, dapat mengungkapkan kata-kata yang memiliki mana.
4. Tahap pengenalan bacaan (take off reader stage)
    Anak mulai tertarik dan mengenal tanda-tandanya seperti kata susu, pasta gigi dan atau papan iklan.
5. Tahap membaca lancar (independent reader stage)
    Anak dapat membaca berbagai jenis bacaan yang berbeda secara mandiri

  • Tahapan menulis di usia dini
1. Tahap mencoret atau membuat goresan (scribble stage)
    Dalam tahapan ini anak melakukan kegiatan pertamanya adalah mencoret. Pada tahap ini, anak-anak tidak membedakan antara menggambar dan menulis karena keduanya menyampaikan makna.
2. Tahap pengulangan secara linier (linier receptive stage)
    Anak sudah menjadi garis horizontal, dari yang semula merupakan coretan yang tidak berbentuk
3. Tahap menulis secara random (random latter stage)
    Anak-anak membuat coretan-coretn yang dilakukan di atas meja atau pada selebaran kertas dan coretan tersebut membentuk sebuah garis-garis seperti horizontal yang bisa berbentuk seperti huruf.
4. Tahap menulis tulisan nama (letter-name writing or phonetic writing)
    Anak mulai menyusun hubungan antara tulisan dan bunyi. Tahap ini anak sudah dapat menulis tulisan nama dan anak-anak sudah dapat menulis tulisan nama dan bunyi secara bersama.


  • Berhitung adalah mengenalkan kuantitas benda. Tahapannya adalah sebagai berikut,
1. Tahap menirukan hitungan

    Dalam tahap ini anak mengenal dan menirukan hitungan dengan menggunakan alat-alat permainan seperti gambar-gambar. Orangtua atau guru dapat menyebutkan satu dan anak diajak menirukan bunyi satu dan seterusnya. Dengan demikian anak tahu benar, apa yang dimaksud dengan satu, dua, tiga, empat, lima, sepuluh dan seterusnya.

2. Tahap menghubungkan benda dan lambang bilangan

    Pada tahap ini sudah mulai mengenal hubungan antara benda dan lambang bilangan. Misalnya anak mengambil dan berhitung buah pisang kemudian orangtua atau guru mennjukkan lambang bilangan "dua" dan sebagainya, menghitung dengan jarijarinya kemudian orangtua atau guru menunjuk lambang bilangan yang dimaksud anak.

2. Montessori Method

    Maria Montessori memulai sekolah Montessori pertama di Roma, dan menghasilkan keberhasilan yang luar biasa, menyebar ke seluruh dunia. Memang awlanya montessori methode ini diperuntukkan untuk sekolah. Karna saat itu terjadi revolusi besar-besaran sehingga semua orangtua bekerja di pabrik dan tidak bisa membersamai anak dalam belajar. 

  • Pendidikan Montessori
Montessori adalah pendekatan pembelajaran yang berpusat pada anak (children centered). Metode ini merupakan hasil penelitian dr. Maria Montessori di sekolahnya, Casa De Bambini selama bertahun-tahun. Fokus dari montessori ini adalah pembelajaran langsung (hands on learning) yang menstimulasi anak agar dapat mengarahkan diri mereka sehingga dapat menimbulkan motivasi intrinsik dalam belajar saat mereka dewasa. Metode ini berdasarkan tahap perkembangan anak. 

To be continued...

Kamis, 18 Februari 2021

Keluarga Surgawi

Februari 18, 2021 0 Comments
(Photo by : Ayah Azzam)

 
 
Jadi ceritanya, semalam mendengarkan ceramah Ustad Adi Hidayat yang berjudul Keluarga Surgawi. Dari 1 jam 40 menit dan 34 detik, 18 menitnya adalah prolog.. lumayan panjang 😃. Saya sangat suka dengan bahasa beliau yang sederhana, dan setiap ayat-ayat yang beliau lontarkan selalu diiringi letak ayatnya ada di sebelah mananya halaman al qur'an, apakah kiri atas, kanan bawah dan lain sebagainya. Maasyaa Allah.. memang beda ilmunya para ulama.

Beliau mengawali ceramah dengan ungkapan belasungkawa atas jatuhnya pesawat SRJ18. Beliau pun berfikir, kita tertawa, mengobrol, bercanda, berdiskusi seperti ini apakah kelak kita akan berkumpul kembali di surga nya Allah? dengan ekspresi sedih dan menitikkan air mata beliau merenung dan mengajak pada kita untuk bersemangat menyiapkan bekal di akhirat nanti. Kita harus berkumpul kembali di surga. Pentingnya kita sering-sering mengingat kematian ya karena ini, agar kita terus menyiapkan bekal terbaik untuk kelak di negeri yang bernama akhirat.

Qullu nafsin dzaaiqotul maut, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Apakah kita sudah mempersiapkannya? 

Kasih sayang Allah itu begitu luas, tak berbilang. Dan Allah itu beri kita hudan, yang artinya pedoman. Apa pedoman kita? Tentu alqur'an dan sunah. Allah turunkan firman tentang hudan ini pada surat Al Baqarah ayat 185.

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

"Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur."

Hudallinnaas = petunjuk manusia sampai akhir zaman. Seluruh pedoman di Alqur'an sesuai dengan seluruh zaman. Al qur'an adalah petunjuk yang aktual, tajam dan terpercaya. Dan salah satu pedomannya yaitu membangun Keluarga Surgawi. Bagaimana membangun hubungan keluarga yang erat hingga berkumpul sampai akhir nanti.

Konsep keluarga surgawi saat membangunnya di bumi hingga kita bawa menuju surganya Allah. Apa saja konsepnya? Mati kita buka dulu pertama:

1. QS. At Thur : 21

وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِاِيْمَانٍ اَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَآ اَلَتْنٰهُمْ مِّنْ عَمَلِهِمْ مِّنْ شَيْءٍۚ كُلُّ امْرِئٍ ۢبِمَا كَسَبَ رَهِيْنٌ

"Dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam surga), dan Kami tidak mengurangi sedikit pun pahala amal (kebajikan) mereka. Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya."

Adapun para pemilik iman, tidak Aku bedakan baik lelaki atau perempuan, besar kecil, tua muda, yang penting ada iman dalam hatinya, dia memiliki keyakinan terhadap Allah. Iman itu punya tanda, punya bukti. Iman itu keyakinn tanpa ragu. Dan setiap keyakinan itu termasuk amalan hati. Dalam hidup ada amalan hati, pikiran dan lisan. Dan setiap amalan hati itu butuh pembuktian. Sama misalnya dengan seorang lelaki yang menyukai seorang akhwat. Itu butuh pembuktian. Bagaimana pembuktiannya? lewat akad tentunya, lewat BPKB = Buku Pernikahan Kita Berdua ceunah, hehe.

Sama iman pun butuh pembuktian. Bagaimana? dengan mengerjakan amalan-amalan sholeh. Iman itu seperti disebutkan di atas bahwa keyakinan tanpa ragu pada Allah subhanahu wata'ala. Jadi iman bisa kita lihat dari amalan-amalan sholeh yang dikerjakan. Apa salah satu amalannya? bisa kita cek melalui sholatnya. Jika ada panggilan Allah, ada getaran dalam hatinya. 


Ini masih banyak lagi lanjutannya 🙏😄

2. QS. An Nisa : 9

3. QS Ali Imran : 33 -->37

4. QS. Ar Ra'du : 23-24

5. QS Fathir : 32-33

  1.  

Sabtu, 22 Agustus 2020

Bu Tejo dari Yogyakarta

Agustus 22, 2020 0 Comments

 

Pict from google


Hay Bu Tejo, apa kabar nya?

Nama ibu lagi rame lho sejagat dunia maya😁

Satu closing statement Bu Tejo yang saya suka, "Jadi orang itu harus solutif gitu lho..." bener setuju Buk👍😄

.

Semenjak beberapa hari kemarin viral, auto search film TILIK berdurasi pendek ini sekitar 32 menit. Udah search juga belom nih Mak, apa sih sebenernya motif Wahyu Agung Prasetyo sebagai sutradara bikin film pendek ini? Ternyata, beliau sedang menggambarkan kondisi masyarakat saat ini yang mudah sekali percaya dengan berita yang beredar di internet. Kata saya sih, Bu Tejo sakjane pinter, golet informasi saking internet. Tapi mbok yo di saring dulu ngono lho Buk. Tidak serta merta yang tersiar itu adalah fakta. Nah ini masuk juga nih pelajarannya, ada di buku nya Kakak Azzam🤭 Adab berbicara dalam islam, salah satu nya bahwa kita itu sebagai seorang muslim memang harus saring informasi sebelum menyampaikan ke yang lain, bener enggak ini beritanya. Bu Tejo juga udah ghibah 😁 (relate banget sama kehidupan emak-emak jaman sekarang, mudah-mudahan kita gak termasuk yang suka menggunjing orang yaa😊)

.

Eh tapi ada lhoh ghibah yang dibolehkan... lhoh ghibah kok dibolehkan? Iya, jadi tuh kita boleh ghibah dengan tujuan yang dibenarkan syariat. Maksudnya? Misalkan nih, kasus nya kan Bu Tejo iki ngomongi Dian. Dian itu begini begitu... tolong Yu Ning, ngelingake Dian ojo koyo ngono lho. Nah itu boleh, ngomongin Dian lalu minta tolong orang lain untuk merubah kemungkaran/keburukan. Beda dengan Bu Tejo sing ngomongi Dian thok tanpa mengingatkan. Itu yg ga boleh dalam islam, apalagi kalau bukan fakta, jatohnya ghibah 😆.

.

Ah Bu Tejo, walau bagaimanapun da ini film tetep ngehibur... saya dan Bu Tejo juga punya persamaan, sama-sama pernah ke Pasar Beringharjo😂😂😂

.

Sakjane Yogyakarta pancen ngangeni 😍😍😍

Jumat, 21 Agustus 2020

Bersama

Agustus 21, 2020 0 Comments



Bersamamu, kulewati lebih dari seribu malam...

Bersamamu yang kumau namun kenyataannya tak sejalan...

Tuhan bila masih ku diberi kesempatan, izinkan aku untuk mencintanya

Namun bila waktuku telah habis dengannya

Biarkan cinta ini, hidup untuk sekali ni saja


Hayyoooo nyanyi yaa😁😁😁

.

Tema tulisan #TemanCerita kali ini tentang "Bersama". Bersama siapa? Bersama siapa saja yang ingin dibersamai. Dan kali ini, saya ingin membersamai lelaki 32 tahun ini hingga akhir hayat, hingga maut memisahkan, hingga jantung tak lagi berdetak. Bersama lelaki ini sehidup sesurga. Bersama lelaki ini mengarungi bahtera rumah tangga. Melewati onak duri. Melewati aral rintangan yang menghadang. Melewati cita bahagia bersama. Menapaki tangga kesuksesan bersama.

.

Mudah?

Tentu Tidak yaa!

Ada kalanya ego muntjul dan mengesampingkan keinginan pasangan. Ada kalanya marah bergejolak sampai di ubun-ubun. Ada kalanya kecewa dengan ekspektasi kita sendiri pada pasangan. Padahal, padahal nih... Seharusnya kita nerima. Kita bisa nerima kelebihan pasangan, nah kita pun harus nya bisa nerima kekurangan pasangan kita. Terlebih kita sebagai istri. Sami'na watho'na, kami dengar dan kami taat. 

.

Nah loh... Sudah sejauh mana ketaatan kita sebagai seorang istri pada suami? (Tanya sama diri masing-masing ya, introspeksi). Pernah mendengar ceramahnya Ust. Budi Ashari, beliau itu bingung ketika ada jamaah nya yg bertanya "Sebatas apa ketaatan kita pada suami?". Jawaban beliau ya memang tidak ada batasnya. Taat ya taat. Kecuali jika mengajak pada maksiat. Nah baru itu dianjurkan menolak. Selebihnya ya manut sama suami apapun itu. Bahagiakan hajat nya suami, in syaa Allah semua akan lancar. Begitu kira-kira beliau sampaikan.

.

Sedangkan kita (saya aja mungkin ya 🙈), handuk abis mandi gak dijemur aja ngomel, atau lagi kerepotan si istri lalu suami tiduran (padahal baru ngelonjor juga abis ngantor), istri bilang gak perhatian, dan masih banyak hal remeh lainnya yang sebetulnya  bisa seorang istri handle sendiri. Jadi teringat kisah Sayyidah Fatimah yang meminta pembantu pada Rasulullah saw. 

.

*Baca hadits di alinea akhir yaa,

.

See yaa.. pesan Nabi pada anaknya. Nabi saw meminta anaknya utk berdzikir mengingat Allah agar semua kelelahannya menjadi lapang dan hilang. Maasyaa Allah😄

.

Jadi, kalau kita bisa taat pada suami dengan tanpa syarat dan ketentuan, in syaa Allah ketika membersamai nya di dunia, hidup kita akan mudah dan bahagia. Dan in syaa Allah pintu surga pun akan terbuka lebar untuk kita. Barokallohufiikum 😍😍😍

.

*Hadits riwayat At Tirmidzi

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ شَكَتْ إِلَيَّ فَاطِمَةُ مَجْلَ يَدَيْهَا مِنْ الطَّحِينِ فَقُلْتُ لَوْ أَتَيْتِ أَبَاكِ فَسَأَلْتِهِ خَادِمًا فَقَالَ أَلَا أَدُلُّكُمَا عَلَى مَا هُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ الْخَادِمِ إِذَا أَخَذْتُمَا مَضْجَعَكُمَا تَقُولَانِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَأَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ مِنْ تَحْمِيدٍ وَتَسْبِيحٍ وَتَكْبِيرٍ.  رواه الترمذي.


Dari Ali r.a., ia berkata, Fathimah telah mengadu kepadaku tentang kedua tangannya yang capek membuat adonan dari tepuk gandum. Lalu aku berkata, “Jika kamu datang ke bapakmu, maka mintalah pembantu kepadanya.” Lalu Rasulullah saw. bersabda, “Maukah kalian berdua aku tunjukkan sesuatu yang lebih baik untuk kalian dari pada seorang pembantu?, jika kalian hendak mendatangi kasur kalian, maka ucapkanlah 33 kali tahmid, 33 kali tasbih, dan 34 kali takbir.” (HR. At-Tirmidzi).

Jumat, 14 Agustus 2020

Pulang

Agustus 14, 2020 0 Comments


"Siapa yang sering ingat dekatnya kematian, tidak akan sering gembira yang berlebihan dan berkurang iri dengki nya kepada orang lain" (Abu Darda Radhiyallahu'anhu)


Ceritanya abis kelar baca buku komik dewasa. Penulisnya @abun_nada, judul nya Sejenak Jeda dari Letih Dunia. Ini buku gurih-gurih kriuk, dalemnya daging. Bahasa nya santuy. Ilustrasinya ngena dan ceritanya diambil dari kehidupan sehari-hari, deket banget dengan yang sering kita jumpai, atau bahkan kita sendiri yang menjadi pelaku atau mengalami. Recommended nih bukunya. Ready di rumah ya (emak bakul tetep jualan🙊😆) 


Ada bahasan yang menarik yaitu tentang sebuah nasihat kematian, tempat kembali untuk pulang. Karena sejatinya, makna 'pulang' yang sesungguhnya adalah negeri akhirat. Kematian itu sangat dekat dengan kita, malaikat maut pun sedang mengintai gerak-gerik kita, dan kematian itu tidak memandang usia, jabatan, jenis kelamin dan lain sebagainya. Mau tidak mau, siap tidak siap ia pasti datang. Pertanyaan nya sekarang bukan pada kapan kita meninggal. Tapi, apakah kita meninggal dalam keadaan husnul khatimah? Atau kah su'ul khotimah?(nauzubillahimindzalik).

Orang yang merasa aman dari ajal maka sungguh ia telah tertipu daya oleh gemerlap dunia. Sedangkan orang yang selalu ingat mati dan mempersiapkannya dengan baik maka ia termasuk orang yang waspada dan cerdas (begitu kata Rasulullah saw).

Dengan mengingat tempat kembali pulang, adalah bekal untuk kita terus meluruskan niat dalam setiap tindak tanduk kita di dunia. Kalau dalam dunia pendidikan ada yang namanya distraksi (menyita perhatian anak hingga mengganggu fokus), maka di dunia ini pun sama. Gemerlap dunia dengan segala pernak pernik nya yang cantik merupakan sebuah distraksi bagi tujuan penciptaan manusia di dunia. Buka lagi QS Adzariyat : 56 tentang tujuan penciptaan di dunia adalah untuk beribadah. Maka apa-apa yang kita lakukan, niatkanlah untuk ibadah. Dan Allah pembolak balik hati hambaNya (yang muda belok), untuk itu teruslah perbaharui niat hanya mengharap ridho Allah.


Apa yang sudah kita persiapkan untuk menyambut ke'pulang'an kita?

Pertanyaan itu diajukan terutama pada diri saya sendiri, note to my self. Semoga kita semua menyambutnya ketika dalam keadaan husnul khotimah, dan punya banyak amal baik yang Allah ridho hingga kita bisa berkumpul bersama di Jannah Allah. Aamiin. Pagi-pagi ini nulis kek gini bikin mbrebes mili 😭

Sabtu, 08 Agustus 2020

Rumah 🏡

Agustus 08, 2020 0 Comments



Rumah🏡


Apa yang teman-teman pikirkan tentang rumah?

Kalau saya, mbayang (in) {not rey_mbayang 😂} rumah itu yang muncul adalah tempat tinggal sebuah keluarga. Penuh dengan kehangatan, canda dan tawa. Kepala-kepala yang ada di dalamnya punya rasa yang sama bahwa kita adalah keluarga, satu ikatan simpul. Biasanya, keadaan atau dekorasi rumah itu menggambarkan sosok pemiliknya, gak mesti sih ini..tapi biasanya lho ya. 

Berangkat dari sebuah ayat, QS. An Nahl ayat 80

 وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا

“Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal ..."


Hal yang patut bin wajib kita syukuri adalah memiliki rumah. Rumah sebagai tempat tinggal, rumah sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan. Tinggal bagaimana merawat rumah itu sehingga penghuninya betah berlama-lama di rumah. Biar hawa nya adeeeem, biar dalemnya sejuuuuuuk kayak di gunung gitu😁. Menjadikan rumah sebagai tempat beribadah bagi kaum hawa adalah ladang pahala yang mulia. Meskipun rumah kita mungil, meskipun rumah kita sempit, tapi ia menjadi lapang karena penghuninya yang berhati lapang. Sudah seyogianya kita pun harus menjaga rumah kita, agar ia tetap nyaman, rapih dan bersih. Punya anak kecil bagaimana? Yo gak masalah. Rapih bentar, berantakan nya yang lama 😂bener kan? Hehe. Jika punya anak kecil di rumah, biarkan rumah berantakan, lalu kita rapihkan lagi, berantakan lagi, rapihkan lagi, semoga capeknya kita mengurus rumah itu adalah pahala yang besar di sisi Allah. Asal yang ikhlas ya bu ibu😊


Balik lagi ke rumah. Masih ingat kaum tsamud yang Allah hancurkan rumahnya? (Liat QS. Al Fajr : 9). Tahu tidak? Sebelumnya, mereka membangga-banggakan rumah mereka. Tapi kemudian apa? Kemudian Allah luluh lantahkan rumah mereka. Naaaah... kita pun harus hati-hati ya, jangan sampai kita termasuk dalam golongan kaum Tsamud, membangga-banggakan tempat tinggal nya. Meski bagus, meski luas, meski mewah, tetaplah sederhana dalam bertindak. Karena apa? Karena sakjane yo itu semua punya Allah bukan? Kita itu hanya numpang. Bersyukur lah bagi yang sudah memiliki rumah.. karna dengan bersyukur, maka Allah akan tambah nikmat Nya pada kita. Dan yang penting lagi nih, mari kita jadikan rumah tempat tinggal kita menjadi tempat untuk menjalankan ketaatan pada Allah subhanahu wa ta'ala. Jauhkan dari kemaksiatan agar hidup dan rumah yang kita tempati menjadi penuh keberkahan. Aamiin😊


Siapa Aku?

Agustus 08, 2020 0 Comments



 "Siapa aku?"

.

.

"Mamah Azzam mau ke pasar?"

"Nunu kapan ke Mamah nya?"

"Aulia apa kabar? Long time no see kita yaa.."

"Nurul, aku beli buku yang ini dong..." *anggeur jualan😂

"Mamah sayang, pijetin dong..." (Tau ya siapa yang manggil kayak gini?🙊)

.

Begitulah saya, kadang dipanggil Mamah Azzam (tetangga komplek biasanya), kadang dipanggil Nunu (panggilan sayang keluarga), kadang dipanggil Aulia (sama temen SMP karna ceritanya tuh di kelas ada yg nama nya Nurul juga, karna bingung jadi temen-temen memutuskan memanggil nama belakang nya saja, untung temen saya yang namanya Nurul bukan Aulia juga nama belakang nya🤣). 

.

Perkenalkan... nama saya Nurul, lengkap nya Nurul Aulia. Anak kedua dari 4 bersaudara (bidadari semua anak nya Mamah Bapa tuh😍). Sekarang sudah bukan gadis lagi. Saat ini usianya 28 tahun, jelang angka 29. Alhamdulillah saya dikaruniai 2 anak laki yang sholeh, bageur dan ganteng (ngalem dewek yorapapa 🙈). Mau nambah anak lagi gak? Mau in syaa Allah, coming soon tapi yaa♥️ Suami saya ada 1 (lha yaiya moso mau 2 🙈), namanya Zefry Novizar. Dulu pas awal-awal nikah saya panggil nya "Mas Zefry", setelah punya anak ikutan panggil ayah. Orang ini yang dengan sabar juga ikhlas menerima kecerewetan istrinya tiap hari, nampung sagala tjurhatan istrinya (yg mungkin baginya gak penting), tapi tetep ngedenger da dia mah❤️

.

Kerjaan saya tu nomaden, kadang di dapur, kadang di kasur, kadang di sumur🤣. Suka-suka aja sih. Enak tho? Ya emang enak. Kalau capek tinggal bobok cantik di kamer, kalau mau olahraga ya tinggal beberes aja (eh masuk olahraga gak ya ini?🤣, karna rumah saya rapihnya itu palingan bentaran aja trus langsung deh duo anak sholih yang berantakin lagi, cakep emang aktif luar biasa😁). Ada yang samaan gak sih? Tooos dl yuk👋

.

Hobby nya apa sih Mamah Azzam? Mmm apa ya? Dulu waktu SD nulis di binder sih baca dan menulis (ngehits pada jamannya, sampe rela gak jajan demi beli kertas binder yang lucu😂). Sampe sekarang alhamdulillah hobby itu masih melekat dalam diri dan in syaa Allah akan terus melekat, karna baca itu sepanjang hayat. Baik itu baca buku, baca status, atau baca puisi romantis dari bapak suami yakan (ini tumben banget beberapa hari lalu doi nulis puisi buat istrinya 😁) . Hobby lainnya ada gak? Ada dong, jalan-jalaaaaaan😁. Ah emak mah ga kudu jalan jauh. Perlu diketahui para bapak-bapak sholeh, istri itu kadang gak butuh banyak uang, tapi butuh banyak waktu luang. Waktu luang untuk muterin komplek, waktu luang muterin kota,  waktu luang minjemin bahunya untuk lendotan (bersandar), waktu luang dengan pelukan hangatnya dan ngobrol ngalor ngidul. Kayak gitu aja udah seneng kok, beneran deh, quality time banget. Apalagi sambil ngaglotrok segepok lembaran merah, trus bilang "Mah, ini uang buat jajan Mamah yaa.. " (segepok bayangin, cuma buat jajan aja nyampe segepok), auto loncat-loncat di kasur eta mah 😂. Jadi Pak, kalo udah sampe rumah dari ngantor, simpen hp nya duluuuu, anak dan istri yang dielus-elus  bukan hp😄

.

Apa yang temen-temen gambarkan tentang saya? Boleh tulis dikomen deh.. sapa tahu jadi makin kenal kita yaa😊

Senin, 15 Juni 2020

DIY Kostum

Juni 15, 2020 0 Comments


Bikin apa ya? Awalnya mikir lamaaaa banget untuk challenge kali ini. DIY kostum yang gampang dibuat dan nggak ribet untuk Kakak Azzam bikin juga. Dan aha! Cooking! Alias menjadi Chef, piliham kami. Alat dan bahannya pun gampang dibuat.

1. Kertas Karton 1 gulung
2. Pensil, penggaris dan spidol
3. Gunting dan double tape

Cara membuatnya:

Pertama kita buat topi nya terlebih dahulu yaa
1. Bikin persegi panjang dengan ukuran lingkar kepala anak. Kakak Azzam 55 × 25 cm
2. Bikin pola bergaris dengan pensil
3. Kita gunting sesuai pola. Rekatkan bagian batas akhir pola dengan double tape.

4. Rekatkan ujung pola ke bagian batas akhir tadi hingga terbentuk lengkungan. Tempelkan double tape lagi dibagian pinggir hingga membentuk lingkar kepala anak.


Sekarang kita bikin apronnya:
1. Sisa kertas karton tadi dibikin persegi panjang sesuaikan dengan tinggi badan dan lebar tubuh anak.
2. Gunting bagian atasnya hingga bisa dikalungkan di leher
3. Kita hias apronnya dengan tulisan dan diwarnai dengan cantik

Chef Azzam siap memasak! 😍







My First Treasures

Juni 15, 2020 0 Comments
Challenge kali ini lebih seru. Sebab apa? Sebab kami ingin melakukannya di outdor. Meskipun dalam keadaan pandemi, tapi kami tetap jaga jarak dan hanya melakukan ini di sekeliling komplek saja. Challenge nya adalah "Peta Harta Karun". Mudah sekali. Kita hanya tinggal membuat denah yang dijadikan wilayah untuk persembunyian harta karun. Kemudian gambar spot-spot persembunyian harta karun lalu kita membiarkan anak untuk mencarinya sendiri. Kita hanya mengikuti nya di belakang.

Harta karun Kakak Azzam untuk pertama kalinya adalah coki-coki plus kartu pokemonnya. Bagaimana ekspresi nya ketika pertama menemukan harta karunnya? Maasyaa Allah girang bukan main😂😂😂 padahal hanya coki-coki dan kartu nya. Tapi karna ia telah berusaha keras mencari harta karun dengan sepeda kesayangannya, maka kami tambah coki-coki dan kartunya sebagai hadiah😍





Jam Dinding

Juni 15, 2020 0 Comments



Challenge mainstream, bebikinan dari koran bekas. Dan karya kami anti mainstream🤭😂. Mari kita bikin jam dinding dari koran bekas. 

Alat dan bahan :
1. Bekas papan puzzle dari kayu
2. Koran
3. Gunting
4. Tutup botol
5. Gunting
6. Stabilo biru dan kuning
7. Spidol hitam
8. Kertas origami

Cara membuat:
1. Membuat persegi panjang dari koran, menggunting lalu menempelnya di atas puzzle

2. Membuat lingkaran dengan mal nya tutup botol sebanyak 12 lingkaran
3. Mewarnai pakai stabilo dan menuliskan angka 1-12 di dalam lingkarannya
4. Menggunting lingkaran angka yang telah dibuat

5. Menempelkan lingkaran angka tersebut kemudian menempelkannya di papan puzzle yang telah dilapisi koran tadi
6. Membuat jarum jam dari kertas origami lalu menempelkannya di bagian tengah menggunakan klip penjepit kertas (klip nha ditempel pakai doble tip ya)

Jadi deh.. tinggal puter jarum jam sesuka hati yang kalian suka🤗

Yuk kenalan dengan keluarga Nabi Muhammad saw

Juni 15, 2020 0 Comments

Media pembelajaran anak itu banyak macemnya, salah satu nya dari lagu (kalo saya sih gt). Ini nemu lagu dari ig dan langsung nerapin ke anak2. Eh mereka seneng dan minta diceritain juga dinyanyiin terus🤭. Buku yang Kakak Azzam pegang dari Sakeena, sedangkan yang dipegang adek Zaid dari Mizan. Semuanya tentang Nabi Muhammad saw.

Ketika kita berikhtiar mengenalkan sosok teladan sepanjang masa ke anak2, in syaa Allah ada ladang pahala yang besar di sana. Yakin ngga mau ambil peran story telling ke anak ttg Rasulullah saw? Hati-hati, nyesel nya belakan

Nah, btw ini ada buku bagus juga ttg Nabi Muhammad saw, lebih lengkap kap kap isi nya, boardbook pula, ujung rounded jadi aman untuk anak bayi. Buku apaan emang? Itu lhoo MIMH (Muhammad is My Hero), apalagi bisa tebus smarthafidz v.4 cuma 1 jt🤩. Kabar nya nih, promo ini berakhir mei, kan jadi sedih. Jadi tunggu apalagi? Cus kekepin 😍

In syaa Allah pahala nya besar kalau kita ikhtiar mengenalkan Rasulullah saw pada anak-anak🤗