Rabu, 16 Mei 2012

Welcome back my lecturer "Mr. Krissandi"

Mei 16, 2012 0 Comments

When i get out of class, langsung disapa dan diajak berbincang mengenai sertifikasi oleh beliau yang dirasa wajahnya tak asing.
In my mind,
Hey..hey.. "Who is this?" (mengernyitkan kening dan berpikir).

Ah, ya... Mr. Krissandi (tersenyum lebar).
Wow.. that's great !
Saya baru melihatnya lagi setelah 3 tahun silam.

Berbeda ketika dahulu saya berjumpa dengannya, sekarang lebih berisi, semakin terlihat bersemangat, dan dengan wajah sumringahnya make me want to welcome him and said "Welcome back to Indonesian Mr. Krissandi...."

I'm very happy ^_^

Itu artinya akan banyak mendengar kisah inspiratifnya ketika berada di negeri sakura sana *mupeng...

Kedisiplinannya, kehati-hatiannya akan pangan halal, ilmunya dalam mendalami agricultural engineering, akan banyak cerita-cerita menarik lainnya yang beliau dapat di sana yang bisa dishare-kan ke anak didiknya.

Semangatnya berbagi pengalaman bisa menyalurkan pada diri ini yang sedang lelah,  "Thank you very much Mr. Krissandi Wijaya"

Selasa, 15 Mei 2012

Luangmu

Mei 15, 2012 0 Comments


Kau terasa berjalan begitu cepat. Bahkan sangat cepat. Tak menyadari sudah memasuki kepala 2. Tak menyadari sudah masuk semester 6. Rasa-rasaya baru kemarin masih memakai seragam putih abu-abu. Baru kemarin bermain-main. Baru kemarin melaksanakan pengayaan. Baru kemarin mengenakan seragam ospek fakultas. Baru kemarin masuk awal kuliah. Kamu... tidak akan bisa aku mengulangnya lagi, tidak akan bisa aku berputar dan berbelok arah bersamamu lagi.

Oh kamu... andaikan ada yang menjualmu, akan aku beli. Sehari 24 jam dirasa sangat kurang, tambahkan lagi untukku beberapa jam saja :'( . Aku yang tidak bisa memanfaatkanmu dengan baik atau memang kamu yang belum bisa berbaginya denganku? pertanyaan besar selama ini, yang mungkin jawabannya adalah karena AKU, karena AKU yang belum bisa memanfaatkanmu dengan baik. Oh kamu... sayang sekali jika tidak memanfaatkanmu dengan baik. Sangat merugi, dan hanya kesia-siaan belaka. Aku, yang sedang mengejar-ngejarmu. Aku, yang sedang berjuang membagimu secara adil. Aku, yang sedang berusaha memanfaatkanmu dengan baik. Akan aku perjuangkan hak-hak mu untuk membersamai aktivitas yang bermanfaat. Akan aku perjuangkan luangmu untuk berjalan-berlari-istirahat-kemudian berjalan lagi-berlagi lagi-istirahat lagi-dan begitu seterusnya. Kau amat mahal jika aku telah menyia-nyiakanmu. Namun kau amat berharga jika aku memanfaatkanmu dengan baik, dan ketika itu datanglah kepuasan padaku karena telah membersamaimu dengan aktivitas yang bermanfaat.

Oh waktu... mengapa terkadang aku merasa kau yang sedang mengejarku? mengapa aku selalu merasa kau mengekangku? kau mencoba menekanku dengan berbagai aktivitas? padahal kau tidak seperti itu, padahal kau sangat baik, bahkan menyediakan kesempatan bagiku untuk mensyukuri akan nikmat Pencipta tentang luangmu. Dan hal itu yang menyebabkan aku lupa denganmu. Ya, luangmu yang terkadang aku lupa. Semoga Allah senantiasa mengingatkanku akan luangmu hai waktu... dan semoga Allah senantiasa mengingatkan akan nikmat sehat untuk memanfaatkanmu dengan sangat baik hai waktu.



Senin, 14 Mei 2012

Mei 14, 2012 0 Comments

Ini adalah tentang do'a sebongkah hati. Ini adalah tentang sebuah pilihan. Tentu tidak terlepas dari petunjuk-Nya. Dan ketika sudah memilih suatu hal, maka harus tahu juga akan konsekuensinya, dan harus mempertanggung jawabkannya. Inilah pilihan saya. Inilah kebutuhan saya. Allah pun bahkan lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh saya. Dan sudah tentu saya tahu akan konsekuensinya, dan bagaimana saya mempertanggung jawabkannya...

Selasa, 08 Mei 2012

Bunaken ^_^

Mei 08, 2012 0 Comments
 

Hwaaa.... Bunaken...
Kapan ya bisa ke sana?
Diving, mengelilingi dasar laut, menikmati uniknya berbagai bentuk terumbu karang, tanaman dasar laut, ikan-ikan yang indah, warna-warna yang cantik, dinginnya dasar laut, merasakan ombak yang ternyata lebih besar berada di dasar laut.

Hmm... *mupeng

Karimun Jawa juga :-*

Minggu, 06 Mei 2012

Oh Semesta

Mei 06, 2012 0 Comments


Kang Opik "Tafakur"

Sejauh-jauh mata memandang
Sedalam-dalam hati merasakan
Hanya setitik debu yang tertuang
Dalam syair pujian
Lepas hati memandang lautmu
Terheran diri pada langitmu
Berjuta kata tak cukup untuk
Melukis indahmu

Reff:
Melihat bintang alangkah jauhnya
Melihat biru alangkah dekatmu
Melihat hutan melihat gunung
Siapa menjagamu
Mendengar tangis dalam deritamu
Rasakan luka dihari-harimu
Pada siapa air mata ini ‘kan mengadu

Bumi akan sepi
Bangga sementara
A… adakah tempat kembali
A… adakah selain Allah

*back to reff

*lagi suka lagu ini. bener banget, sering mendengar kan "jikalah bumi dan langit ini kertas nya dan lautan menjadi tintanya, tidaklah cukup menuliskan nikmat-nikmat Allah, bahkan sampai kau tambahkan serupa pun tak akan cukup". Begitu luasnya nikmat Allah. Begitu banyaknya fiqih lingkungan yang bisa kita ambil ilmunya, yang bisa kita pelajari ilmunya, yang bisa kita teliti. Ilmu alam, ilmu antariksa, ilmu luar angkasa (pengin deh banyak tahu tentang yang jauh di sana), bintang, bulan, planet, dan kawan-kawannya.

Sepertinya lagu Kang Opick ini memang menggambarkan nikmat Allah yang begitu banyaknya, dan kita diperkenankan lebih mengenal semestamilik-Nya untuk bertafakur pada Allah, mengenal lebih dekat ciptaan-Nya, dengan begitu manusia akan sadar betapa Maha Besarnya Allah SWT. Namun melihat keadaan alam saat ini yang sudah tidak diperlakukan semestinya, membuat nangis semesta. Sudah rusak, inilah akibat ulah manusia. Benar kata Al-Qur'an yang diturunkan 14 abad silam, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. Katakanlah : “Adakan perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah).” (QS. 30 : 41-42).



Alam ini sangat luas, sangat indah bila kita benar-benar menjaganya, bila kita berusaha menyeimbangkan segala yang ada di dalamnya. Dalam mata kuliah Teknik Pengawetan Tanah dan Air, dijelaskan bagaimana kondisi Indonesia saat ini, erosi terjadi di mana-mana, banjir pun melanda tiap daerah, longsor terjadi, dan bencana alam lainnya. Kenapa ini terjadi? pribadi masing-masing yang bisa menjawabnya. Cobalah hal kecil saja dulu untuk menjaga semesta ini, for example tidak membuang sampah sembarangan. Kemudian teknik konservasi tanah dan air jadi sangat berperan penting dalam pengelolan semesta ini. Konservasi secara mekanik, kimia dan biologi. Coba baca deh tentang konservasi tanah dan air dalam blog ini www.tpta2012.blogspot.com .

Banyak usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi kerusakan-kerusakan yang sudah terlanjur dibuat oleh segelintir manusia. Hal lainnya yaitu untuk industri-industri, baiknya menggunakan sistem IPAL yang baik dengan berstandar ISN. Saat belajar matakuliah Teknik Pengolahan Limbah, pembuatan IPAL yang baik itu sudah dibahas sangat detail, tinggal bagaimana stake holder yang terlibat menjalankan sistem itu denga baik. Dimulai dari diri kita sendiri, berusaha memperbaiki lingkungan dan jalankanlah apa yang Allah perintahkan kawan, "Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan penuh harap (akan dikabulkan). Sesungguhnya, rahmat Allah sungguh dekat dengan orang-orang yang berbuat baik"
(QS. al-A’raf/7: 56)

Sebening Air

Mei 06, 2012 0 Comments

Berkhusnudzon saja untuk saat ini
Tidak ada yang perlu dipertanyakan
Tidak ada hati yang tersakiti atau menyakiti
Allah tau hati saya kok
Allah tau usaha saya
Allah tau yang terbaik untuk saya
Hanya Dia yang selalu ada setiap saat
Yang selalu memelihara saya
Pun ketika saya merasa takut karna sendiri
Ada Allah yang dekat menemani
Bahkan lebh dekat dari urat nadi
Jadi kenapa saya harus resah dan gelisah?
Bersyukur saya punya-Mu Allah... 

Beningnya prasangka pada manusia semoga sebening butiran air yang mengalir dengan diameter sekian mm ini.

Sabtu, 05 Mei 2012

Coretan Fajar di Ufuk Timur

Mei 05, 2012 0 Comments

Desa Banteran, Kecamatan Sumbang, Purwokerto.

Duduk di bawah pohon yang rindang, berada tepat di sisi hamparan sawah yang luas, ditemani laptop, murotal dan  mulailah saya menulis.

Desa yang akan sering saya kunjungi selama 4 bulan ke depan. Suasana yang khas pedesaan, dimana masih asrinya alam, aliran sungai yang terdengar percikannya dan bahkan di surau pun masih menggunakan kayu yang ditabuh ketika memanggil masyarakat untuk menunaikan sholat. Benar-benar merasakan naturalnya. Jalan yang agaknya butuh energi besar untuk sampai tujuan, dan belum lagi hujan yang sering datang saat senja tiba. Tapi itu tidak menjadikan berhenti untuk memulai proses ini. Proses bagaimana berinteraksi dengan mereka, karna akan berbeda ketika berbicara kepada orang-orang akademisi dengan orang-orang desa. Bahasa yang digunakan pun sangat mempengaruhi interaksi kita. Tapi sayangnya, saya tidak bisa bahasa “bebasan”   -_-, ini cukup menjadi kendala juga dalam interaksi dengan mereka. Untungnya ada kak Ros yang bisa, sedikit banyaknya membantu. Berusaha mendekati mereka, perangkat desa dan para petani yang ada di sana. Mencoba mengakrabkan diri dengan mereka, mencoba mengenal sisi kehidupan mereka yang cukup pihatin juga. Dan saya baru tahu ketika berhadapan langsung dengan para petani. Bersyukurlah bisa mengenyam pendidikan hingga bangku kuliah, sekali lagi bersyukurlah kawan bisa sekolah. Di sana ternyata banyak yang tidak tamat SD bahkan tidak bisa sekolah karna minimnya biaya, untuk sehari-hari saja kekurangan, apalagi untuk sekolah.

Tepat di depan saya, ada pak Warco sebagai petani yang sedang menggarap lahan sawah. Membuat galengan, membajak, menggaru, dan kemudian meratakannya. Benih konensional pun sudah disemai di lahan semai. Lahan ini yang akan menjadi tempat penelitian saya, tentang water use productivity.  Umumnya yang digunakan petani yaitu metode konvensional. Tetapi dalam penelitian saya akan menggunakan metode System of Rice Intensification (SRI). Jadi meneliti bagaimana kebutuhan air tanaman yang digunakan untuk metode SRI ini. Perbedaan antara SRI dan konvensional yaitu terletak pada pengujian benih, penggunaan pupuk dan terutama penggunaan air. Metode konvensional, air yang digunakan untuk mengairi lahan yaitu menggenang. Untuk SRI, air yang digunakan hanya macak-macak, penggunaan air yang efisien ini lah keunggulan SRI. Dengan penggunaan air yang macak-macak, bisa menghasilkan panen yang sama banyaknya juga dengan metode konvensional. Selain itu, pada metode SRI ada pengujian benih terlebih dahulu sebelum disemai. Dalam hal penggunaan pupuk, metode konvensional menggunakan pupuk kimia untuk membasmi gulma-gulma yang ada. Tetapi metode SRI menggunakan pupuk organik untuk tetap mempertahankan kesuburan tanah dan unsur hara yang ada di dalamnya, saat inilah konservasi tanah dan air sangat berperan. Metode SRI, benih yang sedikit itu, bisa menghasilkan panen yang berlimpah dengan air yang secukupnya, tidak perlu menggenangi sawah. Hanya saja kerugiannya yaitu karna metode SRI itu satu tanaman pada satu lubang, maka resiko terkena hama lebih besar karna benih awal sedikit. Maka dari itu, perlu keteraturan dan kerapihan sistem yang lebih kuat dalam penggunaan metode SRI ini.

Untuk budidaya padi dan tanaman lainnya sudah ada bidangnya masing-masing, for example agroteknologi. Karna saya engineer, jadi bukan mempelajari budi daya padi, apa saja fasenya, perlakuan apa saja terhadap padi nya, saya tidak menguasai ilmu itu juga. Dan karna saya cenderung ke lingkungan hayati, jadi saya mempelajari hubungan tanah air dan tanaman, konservasi tanah dan air, khususnya perhitungan perkolasi, infiltrasi, irigasi, drainase, evapotransirasi, presipitasi, storage and water use effisiensi. Cukup itu yang menjadi kajian saya selama proses ini. Kemudian membandingkan jumlah air yang dibutuhkan pada metode SRI dengan jumlah air yang dibutuhkan pada metode konvensional. Dan unik nya lagi, seorang engineer ini punya CAD dan murobbi professor yang bisa membantu dalam jalannya penelitian. Sik asik, sik asik teman dirinya .^_^. Semoga ke depannya bisa bermanfaat, terutama untuk Desa Banteran ini. 

Jadi ingin membangun rumah di desa deh, bangun desa menjadikan desa yang produktif, menerapkan teknologi-teknologi tepat guna, back to natural dimana sistem itu saat ini mulai tergeserkan dengan adanya aturan-aturan yang entahlah dikelola oleh oknum yang belum bisa bertanggunggjawab. Semoga stake holder yang terlibat termasuk peran akademisi bisa membawa dan menerapkan lingkungan hayati pada setiap lini.

Semua pekerjaan memang baik, asal yang halal dan diniatkan karna Allah. Salah satunya yaitu petani. Kehidupan petani membuat saya ingin seperti mereka. Sederhana, tidak banyak tingkah, bertanggungjawab apa yang menjadi pilihannya. Tulus ikhlas menggarap lahan yang bukan milik mereka dengan upah yang tidak seberapa. Begitu mulianya hati mereka. Untungnya, mereka belum terkontaminasi dengan sikap materialistis, hedonisme, yang sekarang-sekarang... astagfirullah semakin marak saja. Bahkan pemuda-pemudi yang merupakan generasi penerus bangsa saja mereka membiasakan hidup hedonisme. Mereka belum sadar, belum paham akan perannya, belum paham akan lingkungan sekelilingnya, dan bahkan tidak tahu untuk apa mereka diciptakan.

Ayolah kawan, bukan saat nya lagi kita bermain-main. Bukan saatnya lagi kita mementingkan ego masing-masing, bukan saatnya lagi bermanja-manjaan pada inangnya, dan saat ini, mungkin kita tidak menyadari bahwa sedang ada yang mengintai dan mencari incaran selanjutnya lagi untuk menjadi korban ghawzul fikr dari zionis-zionis itu. Cobalah renungkan, bayangkan kehidupan orang-orang yang berada di bawahmu. Sungguh prihatin. Kamu yang setiap hari menghamburkan uang hanya untuk kesenangan semata, tanpa melihat kebermanfaataan dari uang yang telah dihamburkan itu. Bangun siang, sholat subuh pun terlewati, ke kampus hanya absen, tanpa niat menimba ilmu, pulang ke kost, bermain-main, berfoya-foya, shoping, ngrumpi, gosip, nge-game,dan perbuatan lain yang tidak bermanfat. Hanya bisa menghela nafas melihat dan mendengarnya. Semoga kita bisa menerapkan arkanul ‘amal itu kawan...
*renungan saat fajar menyapa di Desa Banteran.

Rabu, 02 Mei 2012

Sumber Paralel

Mei 02, 2012 0 Comments

Jadi inget mata kuliah elektronika deh. Paralel dan seri itu setelah dipikir-pikir ada 2 pengertian:

Ditinjau dari rangkaian batere dan rangkaian pengguna daya batere.
Dari rangkaian batere: kalo paralel maka daya yang dihasilkan besar tapi itu lebih awet, karena daya yang dialirkan satu per satu, tapi kalo seri walau dayanya besar tapi boros karena penggunaannya langsung dijadikan satu.

Dari rangkaian pengguna batere: batere satu tapi misal lampu-lampu yang dirangkaikan paralel, satu batere itu bisa mengalirkan ke beberapa lampu dan tahan lama, karna dengan paralel penggunaan daya minimal tapi hasilnya maksimal. Tapi untuk seri, daya yang digunakan untuk menyalakan lampu rangkaian seri itu besar, ga cukup satu lampu, karena seri itu daya awal disalurkan ke rangkaian selanjutnya jadi boros. Ibaratnya buat pemikiran, kita harus bisa berpikir paralel. Otak kita (diibaratkan satu batere itu), mampu memikirkan beberapa amanah dan tugas-tugas lainnya (diibaratkan beberapa lampu itu). Dengan daya yang terbatas, bagaimana kita mengatur rangkaian atau strategi-strategi untuk bisa fokus ke beberapa amanah yang ada. Itulah mengapa kita harus bisa berpikir paralel dengan amanah yang diemban.

Bismillah... atur strategi ! atur strategi ! dan atur strategi !
Tahun ini, banyak capaian, banyak harapan, banyak tugas yang mesti diselesaikan.
Dengan itu pula, berarti saya harus mempersiapkan dengan rapih segala yang dibutuhkan untuk kelancaran ikhtiar ini. Jasadiyah, Fikriyah, dan Ruhaniyah. Hamasah ! Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berusaha.

Kata Imam Syahid Hasan Al-Banna, "Banyak orang yang lahir dan kemudian meninggal namun dunia tidak merasakan keberadaan dan kehilangannya, dan ada juga diantara mereka yang hidup dan meninggalkan dunia dengan mewariskan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain; seperti shadaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak yang salih, namun sangat sedikit orang yang hidupnya memberikan warisan yang sangat baik dan bermanfaat, sehingga pada saat meninggalnya, dirinya tidak meninggalkan dunianya kecuali bersemayam dalam dirinya kemuliaan sejati."

Subhanallah, luar biasa beliau. Perjuangannya untuk menyeru dan menegakkan islam sungguh luar biasa. Itu pada fase dimana kita sampai pada titik akhir kehidupan. Dan salah satunya adalah saat ini saya berusaha untuk itu. Menjadi generasi yang baik, dan generasi yang baik adalah yang meninggalkan generasi yang baik pula. Dan miniaturnya yaitu ketika saya lulus dari kampus ini, saya tidak ingin meninggalkan adik-adik yang seolah-olah kehilangan induknya. yuk merapat, yuk merapihkan kembali. 1 tahun ke depan, insya Allah saya akan memaksimalkan segala potensi, segala daya upaya, mengerahkan segala kemampuan saya untuk kuliah, dakwah dan maisyah.  Semangat membina dan dibina. Semangat mulai berpikir paralel yang lebih kuat.

Jadi teringat perkataan Sayyid Quthb tentang kalimat yang baik:

 “Benar-benar Seperti pohon yang baik” Kata Sayyid Quthb dalam fi zhilalil Qur’an. “Ia kokoh, menjulang tinggi, dan berbuah lebat. Ia kokoh tanpa bisa digoyahkan badai, tak dapat dirobohkan angin kebathilan, dan tak mempan dicangkul kesewenang-wenangan, meskipun semua orang membayangkan bahwa pohon tersebut menghadang bahaya yang besar pada sebagian kesempatan. Ia menjulang tinggi, Berjaya di atas segala kenistaan, kezhaliman, dan kesewenang-wenangan, meskipun sementara orang berkhayal bahwa kejahatan dapat menerpanya di udara. Ia juga berbuah dan buahnya itu tidak pernah berhenti, karena akar-akarnya tumbuh di dalam jiwa-jiwa, terus berkembang dari masa ke masa” lanjut Sayyid Quthb dangan penuh gelora.


Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahiim, saya memulai proses ini. Berdiri di kaki sendiri, bukan seperti benalu, yang menggantungkan hidup pada inangnya.

Jumat, 06 April 2012

merindu berkhalwat dengan-Nya

April 06, 2012 0 Comments


Senja itu...

Tiba-tiba saja ingin pergi ke masjid itu, masjid besar di Kota Udang, dan jadilah saya pergi ke sana. Diiringi gerimis menemani perjalanan saya, syahdu, rindu rasanya berdua dengan-Mu. Tepat pukul 17.45 saya sampai di sana. Langsung mengambil air wudhu dan bersiap-siap untuk menunaikan shalat maghrib. Adzan maghrib telah berkumandang, semua bergegas menghampiri masjid dan bersiap menunaikan shalat maghrib. Bedug yang terdengar sangat keras, menggempurkan hati ini, meluruhkan kesombongan-kesombongan yang dibanggakan oleh seonggok hati ini. Fagfhirli Ya Rabb... kesombongan apakah yang patut dibanggakan? TAK ADA ! Sungguh TAK ADA ! Hanya milik-Mu Ya Rahman... semua keangkuhan telah sirna ketika berhadapan dengan-Mu Ya Rahiim, aku berserah diri dan berharap tak ada lagi yang namanya sombong dalam diri yang lemah ini.

Semua urusan duniawi, ku serahkan pada-Mu, sungguh tak ada kuasa selain Engkau Ya Muhaimiin. Saya, hanya bisa ikhtiar dan berdo'a pada-Mu. Selebihnya, hanya pada-Mu Yang ber-Hak menentukan. Ayat demi ayat disenandungkan dengan indahnya, gerakan demi gerakan sangat aku resapi, tuma'ninah, setiap nafas yang dihembuskan semoga menggugurkan dosa-dosa yang telah diperbuat, berharap Ya Allah.

Khusyuk sekali rasanya senja itu... Allah, saya bersyukur Engkau masih memberikan kelembutan pada hati ini, saya bersyukur Engkau masih memberikan rasa rindu ini untuk berdua dengan-Mu, Engkau masih memberikan rasa cinta ini hingga saya masih kuat melangkah demi cita dan cinta, ya... itu semua karna cinta-Mu Ya Khalik,karna cinta-Mu pada hamba-Mu, karna cinta-Mu pada ciptaan-Mu. 

Khusyuk sekali rasanya senja itu... Allah, fagfhirli...fagfhirli... teringat akan dosa-dosa yang sudah ribuan, bahkan jutaan saya lakukan, fagfhirli Ya Ghofur. Baik yang sengaja atau yang tidak sengaja. Sungguh malu saya pada-Mu, malu pada Yang Maha Pencipta. Malu . Saya yang tak pandai bersyukur, saya yang tak dapat memanfaatkan ciptaan-Mu dengan baik, saya yang tak pandai mengelola rasa yang Engkau berikan dalam hati ini, rasa cinta, rasa rindu, rasa sayang, rasa-rasa lainnya, yang mungkin selama ini tak baik dalam pengelolaannya, yang seharusnya rasa pada-Mu yang lebih besar.

Khusyuk sekali rasanya senja itu... Allah, air mata yang mengalir karna penyesalan, semoga tidak hanya saat itu, semoga tidak hanya ketika berhadapan dengan-Mu, semoga setiap langkah ini ada selalu Engkau, selalu berdzikir mengingat-Mu, selalu perbaharui niat karna-Mu, selalu paham orientasi ku di dunia untuk beribadah pada-Mu, tak lebih banyak saya melakukan kebajikan, tapi saya ingin...sangat ingin seperti pejuang-pejuang-Mu yang berjuang sangat keras, dengan hanya mengharap ridho-Mu, hanya itu !

Khusyuk sekali rasanya senja itu... Allah, do'a ini untuk mamah dan bapak yang dengan cinta mereka saya masih bisa merasakan sebegitu besarnya kasih sayang mereka. Sayangilah mereka Allah...berilah kemuliaan kepada mereka, ampunilah dosa-dosa mereka, berilah kesehatan yang sempurna pada mereka. Nunu sangat sayang mereka, belum banyak hal yang bisa nunu lakukan. Mamah yang selalu sabar menghadapi anak-anaknya yang terkadang bandel tak ketulungan. Bapak yang terkadang marah, tapi Nunu tahu sebab apa Bapak marah, sebab sayangnya pada anak-anaknya, sebab kecemburuan yang ada padanya lantaran anak-anaknya sudah mengenal ketertarikan dengan lawan jenis. Bapak, Nunu tahu Bapak sangat sayang mamah dan anak-anakmu ini. Semoga kepemimpinanmu bisa membawamu dan membawa kita pada jannah-Nya. Nunu yang sedang berusaha menjadi sholihah, nunu yang sedang berusaha menjadi lebih baik dihadapan-Nya, do'a Nunu tak pernah tertinggal untuk mu Mah, Pak. Semoga apa yang nunu lakukan bisa menjadi amal jariyah yang bisa mengahantarkan Mamah dan Bapak ke jannah-Nya. 

Mba fifi, Dea dan si cantik Nazwa... yuk menjadi sholihah. Senang rasanya keempat bidadari ini bisa menjadi bidadari pula di jannah-Nya, bisa berkumpul lagi sekeluarga, bisa bersebalahan rumahnya dengan Rasulullah,subhanallah.. aamiin Ya robbal'alamiin.. :)

Semangat ! semangat! semangat!


Allah memberikan nikmat itu pada saya, nikmat berdo'a yang sangat tenang, nikmat berdo'a yang penuh harap pada-Nya, syukur alhamdulillah saya bisa bercerita dengan-Nya, bercerita tentang semua kejadian, tentang semua yang ada dalam hati ini, apapun itu keinginan ini, apapun itu tentag ikhtiar ini, semua saya sampaikan pada-Nya.

Dan seketika pesan itu pun sampai darinya. Setelah keputusan yang saya buat, 2 minggu lalu, pesan itu sampai lagi. Tepat 18:31

26 maret

Ukhuwah itu seutuhnya tentang rindu
Yang membuat slalu tak sabar untuk bertemu
Membuat terasa rugi jika tak berbagi
Ini adalah tentang hati-hati yang terikat
Tentang do'a-do'a yang saling bertaut
Ia adalah tulus yang menjelma
Ia terasa rumit untuk diungkap namun nyata dalam kata sederhana
Ia dalam tuk diselami, karna ia adalah iman yang berupa makna
Semoga Allah senantiasa mengikat hati-hati kita
Saling memaafkan atas segala khilaf, mendo'akan dan memberikan semangat :-)

Dan saat itu pula, saya baru menyadari.

Seberapa keras usaha saya untuk menghindar darinya, seberapa keras usaha saya untuk menjauh darinya, namun dalam hati kecil ini berkata "tetap menjaga silaturahim" dalam keadaan apapun ! baik suka, atau tidak suka! dengan alasan apapun untuk menghindar! saya harus lebih memaknai keutamaan silaturahim dan hanya "lillah". Cukuplah itu yang meneguhkan pendirian saya. Cukuplah itu yang menguatkan alasan saya. Dan saya berusaha keras menancapkan "lillah", semoga Allah meridhoi setiap langkah ini ka, cukuplah "lillah" yang ada dalam setiap gerak-gerik ini :). 5 lembar itu cukup mewakili akan keinginan ini untuk menjadi lebih baik, dan saya harap kepahaman ada padamu.

Keep ukhuwah hanya "lillah" !tak lebih.

Jumat, 30 Maret 2012

Aku rindu

Maret 30, 2012 0 Comments

Saat fajar menyapa
Ada semburat sinar matahari yang masih malu-malu untuk menampakkan sinarnya
Tapi aku tahu, Dia pasti akan menampakkannya
Karna aku tahu Dia Maha Pemberi Nikmat
Nikmat pagi
Nikmat bernafas
Nikmat mengucap syukur
dan Nikmat mengenal kalian

Dan saat ini, dalam hati ku ada sebongkah rindu pada kalian
Rindu berbagi
Rindu bermesraan
Rindu bercerita
Rindu bermalam bersama
Rindu bertanya
Rindu tertawa
Rindu menangis bersama
Rindu . . . Hanya kata itu yang bisa ku ucapkan saat ini

Astagfirullahal'adziim..
Afwan saudariku,
Entahlah..
Akhir-akhir ini,
Aku merasa semakin jauh dengan kalian
Merasa menjauhkan diri dari kalian
Sibuk dengan ego diri sendiri
Yang tak bisa aku kendali
Sibuk dengan urusan sendiri
Yang tak menentu arahnya
Sibuk dengan rasa
Yang tak kunjung baik pengelolaannya

Teteh, bersediakah kalian berbagi bersama ku lagi??
Pagi ini, aku benar-benar  baru menyadari
Aku sudah punya ade 2
Masih banyak amanah yang harus aku jalankan
Masih banyak lika-liku yang belum aku tempuh
Dan aku masih saja seperti ini
Ingin aku berlari menyusul kalian, tapi aku tak bisa
Ingin rasanya, bahkan sangat ingin aku menyusul
Tapi aku belum bisa berlari lebih kencang

Jalanku lambat
Bahkan lebih lambat dari 'pacil'
ahh. dalam isakan ini, aku jadi tertawa saat menyebut 'pacil'
Sungguh aku rindu kalian....

Bantu aku jauhkan segala yang menghalangi ku untuk berlari
Bantu aku untuk terus dekat dengan orang-orang sholeh
Bantu aku untuk lebih mengenal kalian saudariku
Bantu aku yang mungkin tak peka saudaranya sendiri
Bantu aku yang belum bisa memberikan lebih
Bantu aku yang hanya bisa mengadu sepert ini

Aku rindu pelukan hangat dan mesra kalian... :(
Bantu aku...

hanya bersama mereka !

Maret 30, 2012 0 Comments
Aku ingin berlari !
Aku ingin berlari !
Aku ingin berlari ! DAN
Aku ingin berlari !

Allah...
dekatkanlah hati-hati kami dalam bingkai ukhuwah cinta-Mu
aku ingin mencintai mereka seperti mencintai diriku sendiri
aku ingin berjuang bersama mereka
wahai para pejuang
aku tak mau menghindar lagi
aku tak mau memikirkan rasa yang tak kunjung baik pengelolaannya ini
aku mau bersama mereka Ya Allah..

Ikatlah hati-hati kami dengan cinta-Mu
satukanlah hati-hati kami dalam naungan rahmat-Mu
sedih ketika tidak bersama mereka
yang aku inginkan bersama mereka !



Jagalah diri ini agar senantiasa mengingat-Mu Ya Robb

Selasa, 20 Maret 2012

Kuatkan Kesabaran Ku Ya Rahiim

Maret 20, 2012 4 Comments

Kuatkan kesabaran ku Ya Rahiim...
Kuatkan kesabaran ku Ya Allah...
Kuatkanlah...
Kuatkanlah...dan kuatkanlah !
Aku yang sedang berjuang menaati syariat-Mu,
Aku yang sedang berjuang menjadi diri lebih baik lagi, dan
Aku yang sedang berjuang mengharap cinta-Mu
Engkau Tahu itu,
Sungguh Engkau Tahu itu,
dan entahlah...
seperti merasakan hal yang sama,
sulit untuk diungkapkan,,
dalam diam yang merindu,
dalam diam yang mencinta
dalam diam yang mengharap, dan
dalam diam saat berdo'a.


*Selalu memohon petunjuk-Mu Ya Rahman...

Minggu, 18 Maret 2012

"the final decision: especially for my friendship"

Maret 18, 2012 0 Comments


Ketika membuka pesan-pesannya.

Teringat dahulu.

Teringat motivasinya.

Teringat nasihat-nasihatnya.

(Lagi) menenangkannya dengan kata "Maaf, maaf, maaf, dan alhamdulillah".

Hanya itu yang bisa diucapkan saat ini.

Insya Allah ini keputusan terbaik.

Keputusan yang agaknya butuh energi lebih untuk melakukannya.

Keputusan yang agaknya sulit (sulit bukan berarti tidak bisa *kata dirimu), ya, dan saya berusaha untuk itu.

Di tengah pengerjaan laporan saya yang entahlah kapan bisa selesai.

Saya jadi ketergantungan nasihat-nasihat dahulu.

Dan jadi sedikit sulit untuk bangkit.

Dan jadi harus kerja keras untuk memulihkan motivasi itu.

Dan jadi harus banyak ber-istigfar atas ini semua.

Dan jadi harus banyak say yes to "alhamdulillah" atas ini semua.

Saya harus tahu pilihan dan konsekuensinya.

Saya harus menyiapkan mental baja untuk mempersiapkannya.

APAPUN yang TERJADI.

ya, APAPUN !

Bukan menginginkan keputusan ini.

Hanya saja butuh proses adaptasi dengan keadaan yang baru.

Tanpa nasihatnya dahulu.

(Lagi) itu semua butuh PROSES !

Jumat, 16 Maret 2012

*Mirip sekali

Maret 16, 2012 2 Comments

Waktu 2 jam ternyata tak cukup untuk berbincang-bincang dengan beliau.
Banyak kisah menggugah dari beliau, banyak tausyiah, banyak nasihat, banyak sharing dengan beliau semakin membuat diri ini merasa kecil, merasa tidak ada prestasi yang patut dibanggakan.
Fagfirli Ya Robb... -_-'
Semakin sering sharing dengan beliau, semakin merasa kecil, namun semakin giat berikhtiar memberikan yang terbaik.
Saya tahu, beliau meng-iqob saya karena sayang pada anak didiknya, berharap anak didiknya segera menyelesaikan tugas-tugasnya, berharap agar bisa segera fokus ke penelitiannya, berharap agar anak didiknya memiliki sebuah pilihan dan tahu konsekuensinya. Berat bagi saya melaksanakan iqob itu. Sebuah perjanjian dengan beliau "ketika laporan melebihi hari selasa, 20 Maret 2012, saya tidak mau membimbing dik nurul lagi".
Oh Robb... saya terharu mendengarnya, begiru perhatiannya beliau kepada anak didiknya.
Dengan perjanjian itu, ada tandatangan tanda persetujuan saya dengan beliau, semakin memotivasi saya agar segera merampungkan tugas-tugas yang belum terselesaikan, dan kertas putih itu saya pampang jelas di dinding kamar.
Kesederhanannya, cara berfikirnya, nasihatnya, mirip sekali dengannya.
Trimakasih  Engkau telah mendatangkan sosok beliau,,
Apakah ini dari-Mu sebagai ganti keputusan yang sudah saya buat dini hari itu?
Wallahu'alam...
*Tidak ada kebetulan disebuah pertemuan*

Senin, 12 Maret 2012

00:30

Maret 12, 2012 0 Comments

Dini hari ini. Tepat.

Setelah 3 jam saya mencoba meluapkannya, mencoba menerjemahkan pesan hati ini dalam bentuk tulisan.

Dan baru kali ini, menuliskannya dalam keadaan haru, terisak, tersedak, dan kemudian menenangkannya dengan air wudhu.

Ya, seketika saya selesai menuliskan dan mengirimkan surat yang panjangnya 5 halaman itu dalam bentuk email, hati saya lega.

Setelah berwudhu, lantas bersimpuh lemah dihadapan-Nya. Saya menangis sejadi-jadinya.

Ya Robb, saya hanya mengharap ridho-Mu, sungguh saya hanya ingin mencapai cinta hakiki ini hanya dengan-Mu.

Keputusan ini, sungguh berat saya melakukannya, berkali-kali saya mencoba melakukannya, tetapi selalu terhenti.

Dan dini hari ini, tepat 00:30, saya melakukannya.

Sungguh butuh keberanian yang luar biasa untuk menerjemahkannya. Butuh keberanian saat mengajaknya menikah.

Saya hanya mencoba melakukan yang terbaik bagi-Mu Ya Allah.

Terlepas dari yang dikhawatirkan akan mencemari.

Saya yakin, ada warna yang lebih indah yang telah Engkau tetapkan.

Dan saya yakin, ini yang terbaik untuk saya, Insya Allah.

Bismillah.

dirimu berusaha menjad lebih baik di sana, dan saya pun berusaha menjadi lebih baik di sini.

Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Yang pasti, perasaan saya lega Kak setelah confes dan mengajak menikah. Hasbiyallah.

Kamis, 01 Maret 2012

Sebening prasangka hamba-Nya

Maret 01, 2012 0 Comments

Alhamdulillah... *syukur takkan henti pada Ilahi Robbi,

Sebuah kalimat penutup di senja hari ini. Memanjakan diri dengan rebahan di ruang penuh asa, penuh cita, dan pastinya penuh cinta, di kamar kost tercinta. Waktu menunjukkan pukul 17.45. Fiuhhh.... capenya berjalan kaki dari pertigaan sumampir, melewati aula grahawidyatama, kemudian masjid NU, dilanjutkan gg muria, masjid Fatimatuzzahra, pertigaan D3 B.Inggrs, PKM, gg srandil, dan akhirnya sampai lah di rumah kost sederhana no 16, Karangwangkal.

Senja yang penuh semangat dengan derap langkah mengayunkan tumit yang semakin kuat saja menopang tubuh ini. Semangat menjemput janji masa depan itu. Lagi, lagi, dan lagi mengucap syukur pada Allah atas nikmat-Nya. Ya Rahiim... sungguh Engkau adalah sebaik-baik prasangka hamba-Mu. Rezki dan royalti pahala memang tak akan tertukar. Dengarlah kawan, (hanya ingin berbagi), ketika sudah mempunyai niat yang baik itu, azam yang lebih kuat, dan kesiapan mental untuk meraih mimpi itu, maka laksanakanlah ! Bismillah !

Pagi yang sejuk, bersiap kembali menjalani aktivitas menjelang musyker 'mansyur s' (manusia syuro selalu). Kembali diingatkan dan tiba-tiba saja bertemu pak Afik, dosen pembimbing PKL saya. Diajak konsultasi, awalnya saya menolak karna belum menyelesaikan laporannya, tetapi akhirnya mengiyakan. Oke, pukul 10.00 tepat setelah tadi satu jam berada di mushola untuk syuro, menemui pak Afik di ruang kerjanya.

Satu, dua menit menanyakan perkembangan PKL nya 'oh...jelass', dan 10 menit, 20 menit berlanjut ke pembicaraan selanjutnya. Dan eng ing eng.... beliau menanyakan
"siap skripsi setelah PKL selesai dik nurul?".
*jlebb, hah? skripsi pak? wong laporan PKL ajah belum jeh, (dalam hati).
"oh, skripsi ya pak?" (dengan senyam-senyum)
"iya dik, saya lagi kerja sama dengan bina marga, dik nurul bisa ya nanti bantu, iya lah jangan diulur2 lagi lulusnya, mau lulus cepet kan?"
(mau, mau, mau banget pak, segera lulus pada waktu yang diperkenankan-Nya)
"iya, boleh, boleh pak, emang mau penelitian apa pak?" (mencoba awalan yang mengesankan untuk bekerja sama dengan beliau).

panjang lebar, ngalor ngidul, ngetan ngulon, bismillah menerima tawaran itu, insya Allah itu yang terbaik yang menjadi petunjuk-Nya.
*dannn percakapan pagi menjelang siang itu cukup membuat dag-dig-dug, merinding dan gak kebayang, bahagia, sedih haru, seneng tak terkira, Allah Ya Rozaq...

Tidak berhenti sampai di situ. Ketika jadwal hari ini ngajar di daerah  perumahan pasir indah yang tempatnya cukup jauh dari peradaban, alhasil cukup lama saya menunggu angkutan desa di sana, hampir 45 menit. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.15. Ya Robb... udah seppi, senja menjelang malam, sendiri, kayak anak ilang, clingak-clinguk, tengok kanan-kiri, ga da angkot biru ituu :(. Dan tiba-tiba dari belakang saya ada ummahat naik mio hitam. Saya tersenyum manis seolah-olah mengenalnya, satu hati, satu faham, satu.... padahal ndak kenal. Beliau akhirnya menawarkan untuk menaiki motornya. Alhamdulillah.... Allah lagi-lagi memberi nikmat itu. Itulah hikmahnya menyapa saudara seiman :). Terus, terus, dan terus, ngobrol singkat dalam perjalanan nuju kampus Unsoed, menanyakan UKKI, teman perkenalannya di majelis-majelis Taklim, dsb. Ya, beliaulah Ibu Ismawati, Allah mengirimkannya disaat saya yang seorang diri sedang mencari kendaraan untuk bersegera melanjutkan agenda selanjutnya,, syukron bu... :), dan perpisahan di sumampir itu menjadi lega hati, serta hanya ucapan do'a yang bisa saya haturkan buat ibu "trimakasih ya bu, semoga Allah membalas semua kebaikan ibu :)".Untuk Pak Afik yang sedang menanti kelahiran anak keduanya, semoga diberi keberkahan selalu oleh Allah :).


*biarkan Allah yang menyegerakan agar indah pada waktunya

Rabu, 29 Februari 2012

Berasa 'berkurang' berfastabikulkhairat

Februari 29, 2012 0 Comments

Bangun pagi dengan semangat karna akan ke kampus untuk pertama kalinya di semester genap ini. Bersiap-siap diawali bismillah menuju kampus jam 6 teng untuk kerja bakti di sekre (biasa, hanya berdua dengan jauzaa).
Nunggu sms jauzaa, tapi ga sms2 ternyata kagak jadi olahraga paginya, pa ketum telat balesnya.
Akhirnya, buka2 sesuatu, dan online :).
Jam 06.45 harus capcus ke kampus lagi untuk syuro ilpus perdana (tanpa ditemani kadept ku ribowo).
Detik berganti detik, menit berganti menit, jam berganti jam. Ternyata dan ternyata, hanya ber5 yang datang (termasuk saya).
Hmm, tak apalah, saya masih memaklumi.

Kondisi syuro pagi ini (yang berasa aneh, canggung, dan tak biasa, entahlah apa sebabnya):
*Mengucap salam
*Mengucap syukur pada Allah dan shalawat atas Nabi Muhammad saw
*Memulainya dengan membaca basmalah
*Dilanjutkan tilawah oleh akh faisal
*Tausyiah sejenak
*Kesepakatan waktu syuro (1jam, karna banyak ada janji dengan dosen *hari terakhir pengisian KRS)
*Agenda pertama yaitu ta'aruf masing2 personil
*Penjelasan adab syuro
*Konsekuensi tidak datang syuro (kecuali syar'i, ada denda bagi yang telat tanpa alasan), dengan adanya denda bukan berarti menggampangkan kedatangan syuro
*Merujuk ke arahan departemen ILPUS
*Bertanya, berargumen, menyepakati, hal yang biasa dalam syuro (tapi kenapa tetap saja ada sesuatu yang beda)
*Waktu hampir jam 9
*Dipending sampai sore ini
*Menutupnya dengan hamdalah
*Do'a tafaratul majelis
*Wassalamu'alaikum wr. wb.

Seperti biasa adab syuronya, tapi qo yo kerasa aneh, apa yang membuat beda? apakah faktor usia? semakin berkurang umur saya, semakin sedikit waktu untuk berbuat kebajikan.
Mungkin, di situ saya angkatan yang paling muda (alias paling....).
Punya ade 2, dan lihatlah... semangat mereka untuk berfastabikulkhairat semakin membuat saya malu, apa yang udah saya berikan untuk dakwah ini?
Uzi yang tsaqofahnya luarbiasa, amel yang keinginan kuat untuk berkontribusi di ilpusnya tak pernah padam, eka yang walaupun beliau baru masuk di sini tapi terlihat sekali ingin berbuat lebih, faisal yang sudah setahun menjadi partner saya di sub ilmiah semakin saja bersinar setelah menjadi kasub pustaka.

Alhamdulillah, pagi ini Allah memberikan nikmat yang luar biasa.
Mengirimkan jundi-jundi yang semangatnya mencoba menularkan kepada yang lain (semoga bukan hanya di awal saja ikhwah).

Dan untuk saya sebagai qiyadah semoga tetap dikuatkan mengemban amanah ini.
Sungguh, banyak sekali targetan yang ingin dicapai di tahun 2012 ini Ya Robb...
Tetap kuatkanlah langkah ini untuk berada di jalan-Mu.
Tetap kuatkanlah pundak ini untuk mengemban amanah yang akan datang padaku.
Tetap berilah kesabaran yang lebih, dalam mengahadapi tantangan di depan yang mungkin akan semakin banyak saja.

*Note: padahal baru hari pertama ke kampus, padahal belum ada perkuliahan, tapi atmosfir kesibukannya sudah mulai terasa menghinggapi tubuh ini. Pagi syuro, dilanjutkan KRS dan KSM-an ke bapendik dan dosen, kemudiannn alhamdulillah rezki itu tak akan tertukar, ada yang menawarkan ngajar ngaji lagi, akhirya mencoba mencari alamat adek'nya deh bareng neneng (thankyou neneng) :), trus teruss lanjut syuro ilpus lagi, dan kemudian ke kostan mba arrum yang menawarkan job itu (alhamdulillah), dan malamnya mulai mengerjakan laporan PKL, ngerjain PKM-GT, inovasi proker ilpus. Walaupun saya menyadari besok-besok akan lebih cappe, tapi tenang, semua akan tak bawa enjoy saja ketika 'i think i can do it !' ya, saya mampu melaksanakannya, tentu dengan hati ikhlas dan hanya mengharap cinta-Nya. Persiapkanlah jasad dan ruhiy nya yang lebih baik lagi untuk langkah ke depan! :)