Selasa, 10 Juli 2012

Allah Ghoyatuna

Juli 10, 2012 0 Comments


Palestina Tercinta
By: Shoutul Harokah


Untukmu jiwa-jiwa kami
Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta

Untukmu jiwa-jiwa kami

Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta

Kami akan berjuang

Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban
Demi Islam yang mulia

Untukmu, Palestina tercinta

Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu

Untukmu, Palestina tercinta

Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu

A aa aaaa
A aaa aaa
A aaa aaaa a a a aa
A aa aaaa
A aaa aaa
A aaa aaaa a a a aa

Kami akan berjuang
Demi kebangkitan Islam
Kami rela berkorban
Demi Islam yang mulia

Untukmu, Palestina tercinta

Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu

Untukmu, Palestina tercinta

Kami penuhi panggilanmu
Untukmu, Al-Aqsho yang mulia
Kami kan terus bersamamu

Untukmu jiwa-jiwa kami

Untukmu darah kami
Untukmu jiwa dan darah kami
Wahai Al-Aqsho tercinta

Ya Robbi, izinkanlah kami

Berjihad di Palestinamu
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai syuhadamu

Ya Robbi, izinkanlah kami

Berjihad di Palestinamu
Ya Alloh, masukkanlah kami
Tercatat sebagai syuhadamu
Tercatat sebagai syuhadamu
Tercatat sebagai syuhadamuuu

Pagi-pagi... mendengarkan lagu-lagu shouhar, lagu-lagu izzis yang menggetarkan, yang menggempurkan, yang membangunkan hati ini yang sedang tertidur pulas -_-, bahkan mungkin sangat pulas. Lihatlah dunia luar, lihatlah ! banyak sekali problematika-problematika umat, umat yang kau ucapkan ! bukan personal ! mereka yang jauh di sana membutuhkanmu ! membutuhkan uluran tanganmu ! membutuhkan langkah konkretmu ! tapi kenapa kau di sini hanya duduk terdiam, hanya memikirkan diri sendiri, hanya memikirkan masalahmu.

Tidakkah kau memikirkan mereka? Tidakkah kau mendo'a kan mereka? Mereka yang usianya jauh dari kita sudah memegang senapan untuk memerangi zionis, memerangi dengan keberanian yang sangat luar biasa, merelakan masa kekanakannya demi menegakkan islam, demi menegakkan agama Allah. Allahu Akbar ! Bagaimana dengan kita??

Merinding... merinding mendengarkan lagunya lagi, merinding menonton filmnya lagi, merinding melihat gambar-gambarnya lagi :'(. Saya di sini hanya bisa mendo'a kan engkau wahai saudara-saudariku, wahai engkau mujahid-mujahidah Allah, yakinlah Allah mencatat besarnya perjuanganmu, jangankan yang besar, sebesar bji zarrah pun Allah mencatatnya, dan tidak ada sesuatupun yang luput dari balasan Allah, tsiqohlah saudaraku :)

Inget expo, inget ospek, inget pergulatan itu, inget argumen-argumen itu, inget gerilya itu, inget malam itu, ketika pemira dimenangkan oleh yg namanya “wagu dan sepakat”,  inget palestine itu, inget perjuangan Beliau, inget perjuangan sahabat-sahabat B... :’(

Benar saja bedah film yang diadakan temen2 kaderisasi, "Menghirup Semangat dari Negeri Palestine". Benar-benar membangkitkan semangat lagi, menghidupkah hati ini lagi untuk peduli sesama muslim...  




Bingkai Kehidupan
By: Shoutul Harokah
Mengarungi samudra kehidupan,
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan,
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah,
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi saksi pengorbanan

Allah ghoyatuna
Ar Rosul qudwatuna
Al Qur'an dusturuna
Al Jihadu sabiluna
Al Mautu fi sabilillah, asma amanina

  Allah adalah tujuan kami,
Rasulullah teladan kami
Alqur'an pedoman hidup kami,
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah,
Cita-cita kami tertinggi

Mengarungi samudra kehidupan,
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan,
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah,
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
Kan menjadi saksi pengorbanan

Allahu ghoyatuna
Ar Rosulu qudwatuna
Al Qur'anu dusturuna
Al Jihadu sabiluna
AlMautu fi sabilillah, asma amanina

  Allah adalah tujuan kami,
Rasulullah teladan kami
Alqur'an pedoman hidup kami,
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah,
Cita-cita kami tertinggi
Cita-cita kami tertinggi

Denger lagu ini inget expo tahun pertama menjadi pengurus, dan kembali diingatkan saat menjadi mahasiswa baru yang mengantarkan saya pada jalan ini :)

Ini Langkahku
By: Shoutul Harokah

aa... Ini langkahku
Aaa... Terus melaju
Aaa... Ini langkahku
Aaa... Bangkitkan jihad

Ini Langkahku yang kan kuayun

Walaupun payah tak akan jera
Ini langkahku kan trus melaju
Setegar karang bangkitkan jihadku

Aral rintangan datang menghadang

Tapi syurga di bawah kilatan pedang
Hancurkan kedzaliman
Tegakkan keadilan

Pastikan langkahmu wahai pejuang

Dengan Al-Qur'an menjadi pedoman
Hembuskanlah angin pembaharuan
Karena kita khalifaturrahman 

Inget dauroh itu, inget dm itu yg sejujurnya ingin aku ikuti -_-
 , inget saat temen-temen suksesi pemira, suksesi pencalonan presbem, subhanallah saat itu... luar biasa perjuangan temen-temen hingga kemenangan datang, dan dengan mengucapkan innalillahi wa innailaihi roji'un engkau memulai menjalankan amanah itu... dan saya yakin, do'a rabithah selalu ada dari saudara-saudara disekitarmu, ada ikhwah yang selalu ada membantu..

Teruslah bergerak, bergerak, dan bergerak, dengan semangat baru untuk memperbaiki diri, selalu. Selalu memohon petunjuk Allah untuk membersamai aktivitas yang memberi manfaat. Dan selamat berjuang kawan :)

Allah Ghoyatuna

Pagi ini . . .

Juli 10, 2012 0 Comments

Pagi ini, pagi yang sejuk, pagi yang indah, pagi yang segar, pagi yang hijau, pagi yang hangat, pagi dengan hirupan udara yang terasa bebasnya, itu nikmat-Mu Allah :)

Lega ! lega untuk semester 6 ! lega dari seminggu kemarin yang subhanallah.... sesuatu banget, padat merayap, benar-benar merayap. Semoga hasilnya memuaskan dan berkah. Semoga. 


Dan tahun ini, untuk ketiga kalinya jadi panitia ospek... trimakasih teh sudah menanyakan kesediaan itu pada diriku, dan itu artinya masih ada kesempatan untuk berfastabiqulkhairat, jazakillah cantik :). Semoga dimudahkan dan dilancarkan untuk mengajak kebaikan di sana, semoga Allah selalu membersamai langkah kecil kita ini ya teh :)

Dan hari ini, rasanya seneng bisa masuk 30 besar IMSS writing compettion, dibukukan lagi :), jadi pengen cepet-cepet beli bukunya. Jadi tambah semangat untuk menulis, menulis, dan menulis lagi. Semoga bisa kayak mba Fifi yang jago nulis :). Semoga dengan menulis bisa meninggalkan jejak-jejak yang baik dan terkenang :)

Dan lagi hari ini juga, untuk kesekian kalinya. Rasa itu...
Hey, kamu yang di sana... Padahal sudah ada di sini, dan padahal mungkin tinggal selangkah lagi, padahal mungkin hanya sekedar, bisa detik itu juga saya mengatakan "ya, bisa". Awalnya memang sangat ingin. Tapi taukah? Allah telah memantapkan hati ini. Bertemu hanya untuk sebuah kejelasan untuk apa yang datang dari ketetapan-Nya. Allah akan menjawab rasa itu ko saat tiba waktunya :). Biar Allah saja Yang Mengaturnya... :).

Kamis, 05 Juli 2012

Yuk Ngaji :)

Juli 05, 2012 0 Comments


Agar Al-Qur’an memberi bekas ke dalam hati, ada adab-adab yang perlu Anda perhatikan saat membacanya. Berikut ini beberapa adab yang bisa Anda lakukan.

1. Pilihlah waktu yang terkategori waktu Allah ber-tajalli kepada hamba-hamba-Nya. Di saat itu rahmat-Nya memancar. Bacalah Al-Quran di waktu sepertiga terakhir malam (waktu sahur), di malam hari, di waktu fajar, di waktu pagi, dan di waktu senggang di siang hari.

2. Pilih tempat yang sesuai. Misalnya, di masjid atau sebuah ruangan di rumah yang dikosongkan dari gangguan dan kegaduhan. Meski begitu, membaca Al-Qur’an saat duduk dengan orang banyak, di kendaraan, atau di pasar, dibolehkan. Hanya saja kondisi seperti itu kurang maksimum untuk memberi bekas di hati Anda.

3. Pilih cara duduk yang sesuai. Sebab, Anda sedang menerima pesan Allah swt. Jadi, harus tampak ruh ibadahnya. Harus terlihat ketundukan dan kepasrahan di hadapan-Nya. Arahkan wajah Anda ke kiblat. Duduk terbaik seperti saat tasyahud dalam shalat. Jika capek, silakan Anda mengubah posisi duduk. Tapi, dengan posisi yang menunjukkan penghormatan kepada Kalam Allah.

4. Baca Al-Qur’an dalam keadaan diri Anda suci secara fisik. Harus suci dari jinabah. Bila Anda wanita, harus suci dari haid dan nifas. Berwudhulah. Tapi, Anda boleh membaca atau menghafal Al-Qur’an tanpa wudhu. Sebab, tidak ada nash yang mensyaratkan berwudhu sebagai syarat sah membaca Al-Qur’an. Bahkan, para ulama menfatwakan boleh membaca Al-Qur’an bagi wanita yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an saat ia sedang haid atau nifas dengan alasan darurat.

5. Sucikan semua indera Anda -lidah, mata, telinga, hati– yang berhubungan dengan tilawah Al-Qur’an dari perbuatan maksiat. Sesungguhnya Al-Qur’an itu seperti hujan. Batu tidak akan menyerap air hujan. Air hujan hanya berinteraksi dengan lahan yang siap menyerap segala keberkahan. Jadi, jangan Anda bungkus lidah, mata, telinga, dan hati dengan lapisan masiat, dosa, dan kemunkaran yang kedap dari limpahan rahmat membaca Al-Qur’an.

6. Hadirkan niat yang ikhlas hanya kepada Allah swt. Dengan begitu tilawah yang Anda lakukan akan mendapat pahala. Ketahuilah, amal dinilai berdasarkan niat. Sedangkan ilmu, pemahaman, dan tadabbur adalah nikmat dan rahmat yang murni dari Allah. Dan rahmat Allah tidak diberikan kepada orang yang hatinya bercampur aduk dengan niat-niat yang lain.

7. Berharaplah akan naungan dan lindungan Allah swt. seperti orang yang kapalnya sedang tenggelam dan mencari keselamatan. Dengan perasaan itu Anda akan terbebas dari rasa memiliki daya dan upaya, ilmu, akal, pemahaman, kecerdasan, serta keyakinan secara pasti. Sebab, kesemuanya itu tidak akan berarti tanpa Allah swt. menganugerahkan tadabbur, pemahaman, pengaruh, dan komitmen untuk beramal kepada diri Anda.

8. Bacalah isti’adzah dan basmalah. “Apabila kamu membaca Al-Qur’an, hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari setan yang terkutuk.” (An-Nahl: 98). Basmalah dibaca saat awal membaca surat di awal, kecuali surat At-Taubah. Membaca basmalah juga dianjurkan saat Anda membaca Al-Qur’an di tengah surat dan ketika Anda memutus bacaan karena ada keperluan kemudian meneruskan bacaan Anda. Membaca basamalah adalah tabarruk (mencari berkah) dan tayammun (mencari rahmat) dengan menyebut nama Allah swt.

9. Kosongkan jiwa Anda dari hal-hal yang menyita perhatian, kebutuhan, dan tuntutan yang harus dipenuhi sebelum membaca Al-Qur’an. Jika tidak, semua itu akan terbayang saat Anda membaca Al-Qur’an. Pintu tadabbur pun tertutup. Jadi, selesaikan dulu urusan Anda jika sedang lapar, haus, pusing, gelisah, kedinginan, atau ingin ke toilet. Setelah itu, baru baca Al-Qur’an dengan haqul tilawah.

10. Saat membaca, batasi pikiran Anda hanya kepada Al-Qur’an saja. Pusatkan pikiran, buka jendela pengetahuan, dan tadabburi ayat-ayat dengan sepenuh jiwa, perasaan, cita rasa, imajinasi, pemikiran, dan bisikan hati. Dengan begitu, Anda akan merasakan limpahan rahmat dan lezatnya membaca Al-Qur’an.

11. Hadirkan kekhusyu’an. Menangislah saat membaca ayat-ayat tentang azab. Hadirkan azab itu begitu nyata dalam penglihatan Anda dengan menyadari dosa-dosa dan maksiat yang masih lekat dengan diri Anda. Jika Anda tidak mampu berbuat seperti itu, tangisilah diri Anda yang tidak mampu tersentuh dengan ayat-ayat yang menggambarkan kedahsyatan azab neraka.

12. Rasakan keagungan Allah swt. Yang Mahabesar yang dengan kemurahannya memancarkan nikmat dan anugerah-Nya kepada Anda. Pengagungan ini akan menumbuhkan rasa takzim Andfa kepada Allah dan Kalam-Nya. Dengan begitu interasi, tadabbur, dan tarbiyah Anda dengan Al-Qur’an akan memberi bekas, makna, hakikat, pelajaran, dan petunjuk yang sangat luar biasa manfaatnya.

13. Perhatikan ayat-ayat untuk ditadabburi. Pahami maknanya. Resapi hakikat-hakikat yang terkandung di dalamnya. Kaitkan juga dengan berbagai ilmu, pengetahuan, dan pelajaran yang bisa menambah pengayaan Anda tentang ayat-ayat tersebut. Inilah tujuan tilawah. Tilawah tanpa tadabbur, tidak akan melahirkan pemahaman dan memberi bekal apa pun pada Anda. Al-Qur’an hanya sampai di tenggorokan Anda. Tidak sampai ke hati Anda.

14. Hanyutkan perasaan dan emosi Anda sesuai dengan ayat-ayat yang Anda baca. Bergembiralah saat membaca kabar gembira. Takutlah saat membaca ayat peringatan dan tentang siksaan. Buka hati saat membaca ayat tentang perintah beramal. Koreksi diri saat bertemu tilawah Anda membaca sifar-sifat orang munafik. Resapi ayat-ayat yang berisi doa. Dengan begitu hati Anda hidup dan bergetar sesuai dengan sentuhan setiap ayat. Inilah ciri orang beriman yang sejati dengan imannya (Al-Anfal: 2).

15. Rasakan bahwa diri Anda sedang diajak berbicara Allah swt. lewat ayat-ayat-Nya. Berhentilah sejenak saat bertemu dengan ayat yang didahului dengan kalimat “Wahai orang-orang yang beriman…, hai manusia….” Rasakan setiap panggilan itu hanya untuk Anda. Dengan begitu lanjutan ayat yang berisi perintah, larangan, teguran, peringatan, atau arahan akan dapat Anda respon dengan baik. Kami dengar dan kami taat. Bukan kami dengarin lalu kami cuekin.


Dan 2013 nanti...

Juli 05, 2012 0 Comments


Harusnya baca-baca lagi untuk  ujian, eh ini mah da malah ayeuna masih tetep we liat-liat, tetep we nyari-nyari, tetep we baca-baca beasiswa luar negeri. Waaahhhh.... dengan wajah berseri-seri, dengan wajah tersenyum-senyum, dengan wajah membayang-bayangkan jika bisa kuliah di sana, belajar di sana, menuntut ilmu di sana, merasakan hidup di sana, merasakan musim sakura, merasakan musim autumn, menambah teman orang sana, haduuuhhh senengnya. Dan tiba-tiba saja *plakkkkk, (menggerakkan tangan tepat 5 cm di atas kepala)*. Belajar dulu woy, belajar, bukan cuma bayangin, bukan cuma ingin, perbaiki dulu tuh englishnya,  perbaiki dulu tuh belajarnya, perbaiki dulu tuh semua-muanya, gak akan nyampe kalo cuma bayangin, gak akan tercapai kalo cuma mimpiin, usaha dong usaha, ikhtiar dong ikhtiar.

Jadi inget percakapan kemarin sore dengan beliau, Bapaaaakkk.... saya jadi terharu sekaligus semangat mendengar ceritanya, ingin seperti dirimu Pak :D

Dan  awal tahun 2013 nanti, beliau mau ke Jerman. Pak Afiiikkkk... bagaimana nanti saya pendadaran pak? memang si ada Pak Anca, tapi saya juga ingin didampingin Bapak, ingin ada Bapak disamping saya saat sidang, ingin keduanya ada :(. Hmmm, baiklah... masih punya waktu 7 bulan lagi sebelum pergi. Saya akan memanfaatkan waktu bersamamu Pak, sebaik-baik manfaat. hehe...

Result = proses === > linier equation (often), bener banget Pak :)

kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas :D. hwaaaa semakin-makin deh ingin ke sana...

Rabu, 04 Juli 2012

. . . . .

Juli 04, 2012 0 Comments

Waktu itu saya mengatakan, "Mencintailah dengan sederhana".

Tapi kata Bang Darwis Tere-Liye, "Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial sama spesialnya dengan yang ada pada diri kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus pemahaman-pemahaman baik".

dan kata bang Darwis lagi "Orang2 yg memiliki pemahaman baik, selalu percaya takdir terbaik akan datang, maka kisah cintanya bahkan bisa digubah menjadi puisi indah di pagi syahdu di depan bisunya suara air terjun. Tapi orang2 yg tdk memiliki pemahaman baik, tdk memiliki ilmunya, maka kisah cintanya hanya akan merusak diri sendiri, bahkan keluarganya sendiri. Apa itu pemahaman yg baik? Banyak. Ada dalam agama kita, ada dalam nasehat orang tua kita, ada dalam pengamatan sehari2, ada dari belajar pengalaman orang sekitar, ada di mana2". 


Bener juga ya? Jadi kesimpulannya adalah ternyata mencintai dengan sederhana saja tidak cukup, tetapi harus dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik.

Oke, baiklah... "Mencintai dengan sederhana dan dibungkus dengan pemahaman-pemahaman baik" 

Yaa... insya Allah, semoga pemahaman baik itu datang :)

Senin, 25 Juni 2012

You know me so well

Juni 25, 2012 0 Comments

Setiap kali membacanya, haru pasti menyapa hati ini.
Kenapa sendu saat membaca kembali surat itu? Entahlah... Apakah begini rasanya? Saya selalu ingat apa yang dirimu katakan, begitu pun dengan nasihatmu. [Lagi] saya hanya bisa berdo’a, semoga kebaikan menyertai dirimu, [hanya itu]. Jika Allah meridhoi, maka pengikat hati itu akan semakin kuat karna Allah, tentunya Dia akan selalu menunjukkan jalan-Nya dan menuntun kita menggapai ridho-Nya. Dan saat ini, saya hanya ingin kembali menegaskan bahwa saya ingin menjadi lebih baik karna Allah. Titik.


*faizaa’azamta fatawakkal’alallah, saya suka sekali ayat itu kak ^_^

Sabtu, 23 Juni 2012

Faiza'azamta fa tawakkal'alallah

Juni 23, 2012 0 Comments

Rasa yang berbeda :'(. Sudah cukup banyak agenda-agenda pengisi ruhiy tidak aku ikuti, dan hanya sedikit yang bisa aku ikuti . Sedih...sangat sedih. Ingin seperti mereka yang bisa dengan bebasnya ikut ini dan itu. Sedangkan aku disini? masih berkutat dengan infiltrasi, irigasi, drainase, presipitasi, kadar air dsb, masih tentang air, air, dan air. Mengapa jadi berbeda? dan aku hanya bisa terdiam. Diam, diam, dan diam lagi. Memang terkadang cinta membuat aku terdiam. Karna cinta kadang aku tidak bisa berkata apapun untuk menyambutnya, untuk membersamainya, untuk menjaganya dan untuk merawatnya. Kangen ukhuwah itu, kangen syuro itu, kangen training itu, kangen kajian itu, kangen mabit itu, kangen jaulah itu, kangen rihlah itu, kangen outbond itu. Dan bikin sedihnya lagi saat tadiiiiiii... mereka membuat aku iri akan status-statusnya tentang outbond pagi ini :'(.

Allah.... mengapa aku jadi agak sedikit ragu akan keputusanku? sedih, takut kalau-kalau keputusanku ini tidak membawa berkah, terlebih lagi tidak membawaku pada ridho-Mu Allah... aku takut, sungguh aku takut :'(. Mata terkadang terasa pedih ketika tangan mengusapnya, takut lebih pedih lagi ketika hati ini tersakiti, dan aku belum siap ketika hal itu terjadi, dengan apa aku mengusapnya? hanya Engkau Allah yang dapat mengusapnya, hanya dengan mengingat-Mu sakit dalam hati akan sembuh. Dan hanya amalan yaumi yang bisa aku kuatkan untuk saat ini agar bisa tetap mendapat bimbingan-Mu. Bagaimanakah kabar QL ku? Sudah lama ya kita tak bertemu di sepertiga akhir :'(. Bagaimanakah kabar kamu muroja'ah ku? Aku iri dengan temen lingkaran ku yang sudah terlampau jauh, dan aku tertinggal. Kenapa aku sulit sekali mendekati dirimu? Apa benar ya karna aku selalu memberikan waktu sisa untukmu? Maafkanlah... ya? Insya Allah aku kembali mendekatimu dengan nilai 1/0 :). Allah... mudahkanlah urusanku, kuatkanlah langkahku, lapangkanlah dadaku, tegarkanlah hatiku dan buatlah agar ia ikhlas dalam beribadah pada-Mu.



Faizaa'azamta fa tawakkal'alallah (Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah)




*dalam do'aku kalian ada



Kamis, 21 Juni 2012

Kala Hujan

Juni 21, 2012 0 Comments


Kata seorang ilmuan, hujan memiliki kemampuan menghipnotis manusia untuk meresonansikan ingatan masa lalu. Di dalam hujan ada lagu yang bisa didengar oleh mereka yang rindu. Setelah dimaknai betul kalimat itu, ternyata benar. Ada kisah klasik tersendiri ketika mendengar dan melihat rintik-rintik hujan, ada kenangan yang seolah-olah ingin kembali menyeruak. Dan entahlah... hujan ini... tiba-tiba mengingatkan aku akan masa putih biru itu. Ko kangen yak? Ko rindu yak? saat-saat perasaan bergejolak ingin sebuah keterakuan bahwa "aku" ini "ada". "aku" ini "bisa". dan "aku" ini "kuat". Apakah memang seperti itu masa remaja? Apakah hanya aku saja yang terlalu bersemangat saat itu? Berusaha kembali bangkit, jatuh, bangkit, jatuh, dan bangkit lagi, bahkan sampai lupa sudah berapa kali aku meminta motivasi beliau. Saat itu... rasanya ingin sekali berontak, ingin sekali menyampaikan hal itu. Namun selalu terdiam ketika berhadapan, selalu bungkam tak mau berkata. Orang itu... telah membuatku merasakan sakit, telah berhasil menggoreskan luka ini, telah berhasil membuat ku paham akan artinya disakiti. Tapi karna kamu, aku jadi tahu betapa bahagianya merasakan cinta, betapa bahagianya merasakan rindu, betapa bahagianya bisa berbagi sesama.

Kamu tahu? aku sangat suka sekali dengan cerita ini.
Ada dua orang sahabat yang pergi jauh bersama. Katakanlah sahabat A dan B. Sampai suatu ketika tiba di suatu pantai, ada seorang tua renta yang meringkih kesakitan karena menahan rasa lapar berhari-hari.  Mereka hanya memiliki sepotong roti. Sahabat A berniat memberikan roti untuk Bapak renta itu. Tetapi sahabat B tidak setuju dengan pendapat A dengan alasan sebagai bekal untuk perjalanan mereka selanjutnya. Akhirnya mereka berselisih pendapat hingga tanpa disadari akhirnya sahabat B menampar sahabat A. Kemudian dengan lemah lembutnya, sahabat A berkata “Hari ini, sahabat baikku menamparku”. Kemudian ia menuliskannya di atas pasir pantai dengan harapan rasa sakit hati itu akan segera hilang tersapu deburan ombak.

Perjalanan pun kemudian dilanjutkan hingga tiba di suatu jalan dengan tebing yang sangat curam. . Berjalan-berjalan-dan-berjalan lagi sampai tiba-tiba A terpeleset dan hampir saja jatuh ke jurang dalam hitungan detik. Dengan wajah pucat pasi, B langsung menggenggam lengan A, menariknya ke atas, kemudian memeluknya dengan sangat erat. Lalu A kembali berkata “Hari ini sahabat baikku menyelamatkan nyawaku”. Kemudian ia menuliskannya di batu besar dengan harapan kebaikan B tidak akan terhapus oleh apapun.

Taukah kamu sahabat ku? Kamu pernah membuat luka di hati ini, namun aku ingin seperti sahabat A yang menuliskan  sakit itu di pasir pantai dengan harapan yang sama bahwa rasa sakit itu akan segera hilang dan menguap karna ombak dan angin. Begitu pun dengan kebaikanmu sahabat ku, aku ingin menuliskannya di batu besar, hingga tidak ada siapapun atau apapun yang dapat menghapusnya kebaikanmu dari hatiku. Insya Allah.

Oh hujan... trimakasih, karna kehadiranmu aku kembali mengingat dan merasakan saat itu. Dengan ini, aku berusaha memberikan yang lebih baik lagi untuk sahabat-sahabat ku di sini, memberikan yang lebih baik untuk keluarga kecil ku di sini, sekali lagi trimakasih hujan kau telah mengingatkanku... :)



*karna hujan

Senin, 18 Juni 2012

I miss you a lot

Juni 18, 2012 0 Comments


Awal merindu, diobati dengan menghubunginya lewat sms atau telepon
Merindu berikutnya, diobati dengan rasa sangat ingin bertemu
Dan berikutnya, ketika tidak bisa bertemu, hanya do'a tulus yang bisa dihaturkan untuk yang dirindukan
Hanya bisa memendam kerinduan sampai waktunya tiba,


*Mamah... i miss you a lot :'(

VB

Juni 18, 2012 2 Comments
Message moral of story in this morning

Kalaulah lautan menjadi tintanya, pohon-pohon menjadi penanya, maka tidak akan cukup menuliskan nikmat Allah. Bahkan sekalipun ditambahkan lautan yang serupa, tetap tidak akan cukup. Kita tidak akan bisa mengubah apa yang sudah dituliskan di lauh mahfudz. Satu daun yang jatuh itu pu sudah tertulis. Hukum-hukum alam yang ada juga sudah sangat rapih tertulis di buku itu. Kita tidak akan mungkin bisa mengubahnya.  Kita hanya bisa menemukan hukumnya yang tersimpan sangat rapih itu dengan mendekatinya. Hanya dengan pendekatan ilmu itu kita tahu akan keajaiban Allah. 

HTAT ini adalah salah satu kecil bidang ilmu yang dapat kita dekati untuk mengetahui kejadian alam yang terkadang tidak bisa kita ketahui proses yang terjadi di dalamnya melaluui kasat mata.  HTAT ini adalah salah satu bidang ilmu untuk menemukan jawaban kenapa tanaman, kenapa air, kenapa tanah bisa seperti ini dan itu, proses yang terjadi ketika tanaman melakukan proses respirasi, ketika tanaman berada dalam point of saturated, ketika terjadi water stress, ketika tekanan daun lebih tinggi dari tekanan di lingkungan atau sebaliknya, ketika suhu kanopi mempengaruhi laju respirasi, ketika akar menyerap unsur hara, ketika kondisi permanent water point, ketika kelembaban mempengaruhi produktivitas tanaman, ketika lingkungan hayati berperan sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia, ketika dan ketika. Semua proses yang terjadi dalam kehidupan ini bisa dilakukan perhitungan matematis. Bahkan ketika obat masuk ke dalam tubuh, kemudian zat dalam obat itu akan terangsang dan mendekati bagian-bagian tertentu dalam tubuh yang terkena penyakit, itu ada perhitungan matematisnya. Subhanallah...
HTAT..  hanya sedikit pendekatan akan samudera ilmu milik Allah. Padahal kalau kemarin-kemarin bikin program, hadeeuuhhh lamanya minta ampun, panjangnya minta ampun, dan ribetnya minta ampun *because not expert :(

Macro Exel Visual Basic... I want to love you sincerely. Please...give me a chance to love you -_-


Prof. Anca...trimakasih banyak, trimakasih, kau selalu memberikan pesan moral setiap selesai kuliah :)

Jumat, 15 Juni 2012

Rainbow, where are you?

Juni 15, 2012 0 Comments


rintik-rintik hujan
masih membasahi
kala kau menyapa pelangiku
ingin ku berlari
jumpa bidadari
bawalah aku pergi bersamamu

bisikkan kisah yang lucu
nyanyikanlah lagu merdumu
merah kuning jingga dan ungu
sentuhkan warnamu dalam gaunku
ingin ku menari
hingga kau sembunyi
rindu pelangiku
datang lagi

*sherina: pelangiku

Ko tiba-tiba rindu pelangi ya?
Jadi inget praktikum tadi siang deh, rain fall simulator itu berhasil membuat saya menggigil kedinginan, namun membuat saya terkagum-kagum juga akan hadirnya kau pelangiku :). Kerennya pelangi itu membuat saya cuek akan badan yang semenjak tadi kedinginan. Hmm, rindu kamu pelangiku...


*terinspirasi dari ayomi albana ^^

Kamis, 07 Juni 2012

Nikmat itu adalah.....

Juni 07, 2012 0 Comments
Ketika yang lain berjalan dengan tegaknya
Di sini, butuh perjuangan yang keras untuk berjalan
Ketika yang lain fokus menerima materi dosen
Di sini, hanya menatap kosong layar LCD itu
Ketika yang lain makan dengan bebasnya
Di sini hanya bisa menelan pahit makanan manis itu
Ketika yang lain bisa merasakan panasnya udara
Di sini hanya bisa merasakan dingin yang tak menentu

Nikmat sekali...
Kau datang tak diundang
Tapi dengan usaha keras aku berusaha mengusirmu
Akan aku perjuangkan hak-hak ku
Untuk kembali bersama aktivitas yang bermanfaat
Semoga dengan datangnya ini, mengugurkan dosa-dosa yang diperbuat, aamiin...


Dan nikmat itu adalah 'sakit'
Syukur Alhamdulillah... 



Selasa, 05 Juni 2012

Maaf dan Trimakasih

Juni 05, 2012 0 Comments

*Teruntuk para pejuang hebat ku yang dirahmati oleh Allah 

Mohon maaf atas lisan, tingkah dan laku saya jika selama ini banyak melakukan kesalahan
Maaf juga untuk janji yang belum terbayarkan
Amanah yang belum tertunaikan
Ucapan yang terkadang menyakiti
Dan untuk lain-lainnya yang mungkin mendzolimi
Mohon maaf yang setulus-tulusnya dari hati, dan mohon diingatkan jika lupa
Berharap kelapangan hati saudara/saudariku untuk memaafkan dan mengingatkan dalam kebaikan.


Saat sedang lelah, saat sedang jenuh, kalian selalu ada saudara/saudariku. Mengingatkan, menjaga, dan memberi. Trimakasih banyak untuk semangatnya, trimakasih atas perhatiannya akan kesehatanku, trimakasih atas do'a nya, trimakasih telah mengingatkan untuk selalu bersyukur akan nikmatnya lelah, trimakasih untuk segalanya. Lega rasanya mengucapkan maaf dan trimakasih, setulus-tulusnya... :). Jadi semangat lagi untuk merapihkan segalanya. Semoga menjadikan pribadi ini lebih baik lagi. Nuhun pejuang hebat abdi, nuhun sadayana.... :)


Rabu, 30 Mei 2012

Jalan Cinta Para Pejuang

Mei 30, 2012 0 Comments
Memang Benar....

Di sana, ada cita dan tujuan yang membuatmu menatap jauh ke depan
Dikala malam begitu pekat dan mata sebaiknya dipejam saja
Cintamu masih melesat jauh melampaui ruang dan masa,
Kelananya menjejakkan mimpi-mimpi
Lalu disengaja malam terakhir engkau terjaga, sadar, dan
Memilih menyalakan lampu melanjutkan mimpi indah yang belum selesai
Dengan cita yang  besar, tinggi, dan bening.
Dengan gairah untuk menerjemahkan cinta sebagai kerja
Dengan nurani tempatmu bekaca tiap kali
Dan cinta yang selalu mendengarkan suara hati
Teruslah melanglang di jalan cinta para pejuang
Menebar kebajikan, menghentikan kebiadaban, menyeru pada iman
Walau duri merantaskan kaki
Walau kerikil mencacah telapak
Sampai engkau lelah
Samapi engkau payah
Sampai keringat dan darah tumpah
Tetapi yakinlah, bidadarimu akan tetap tersenyum di jalan cinta para pejuang 




*Salim A.Fillah 



dan karena cinta aku memilih bangun melanjutkan tugas, melanjutkan catatan, melanjutkan rangkaian mimpi-mimpi yang sempat tertunda ^^