Jumat, 30 Mei 2025

Campur Tangan Allah




Setiap pertemuan kita dengan seseorang itu pasti ada sebab dan alasan. Tidak mungkin tanpa campur tangan Allah. Ia punya alasan dan tidak pernah salah mempertemukan kita dengan manusia di bumi ini. Hadirnya ia bisa menjadi sumber kebahagiaan atau pengalaman serta pelajaran berharga bagi kehidupan kita. For example, saya bertemu dengan seseorang yang menjadi penyemangat saat masa putih abu-abu, tepatnya saat acara tabligh akbar Oktober 2007. Ia menjadi role model dan menginspirasi saya untuk rajin belajar. Sampai saat ini saya masih ingat pesannya saat pertama kali kami bercakap via telefon (saat itu tahun 2009, sudah 16 tahun berlalu), "Jodoh itu sudah ada yang mengatur", kemudian ia juga menyampaikan "Sesuatu yang dipaksa itu ga baik, tapi ada hal juga yang wajib dipaksa seperti belajar di malam hari agar orangtua kita bahagia". Kurang lebih 7 tahunan selalu menyebut namanya dalam doa di sepertiga malam dan berharap bisa bersama sampai tua. Namun qadarullah, jalannya memang tidak sama dengan keinginan. Apakah saya sedih? pasti. Tapi perlahan Allah hapus kesedihan itu, and slow but sure Allah pudarkan sedikit rasa hingga datanglah orang baru meskipun sedihnya saat itu masih terasa. Bab penyemangat hidup dengan seseorang ini sudah selesai meskipun kenangannya tidak bisa dihapus secara keseluruhan. Dirimu orang baik, Kak. Semoga selalu dikelilingi orang-orang baik pula. Begitulah cara Allah bekerja, mudah bagi Allah membolak balikkan hati manusia. 


Dan saya merasakan lagi di tahun 2025 ini, bertemu dengan salah satu penyemangat. Ialah murobbiyah yang hebat Maasyaa Allah, guru ngaji yang menginspirasi. Memang kita dilarang yang namanya figuritas, tapi kalau sudah mengenal beliau rasanya ingin menjadi seperti dirinya. Beliau senantiasa menyibukkan dirinya dengan berbagai kebaikan, melahirkan banyak komunitas baik dari segi pendidikan anak atau dewasa, self development dan lainnya. Hebatnya lagi, selain menjadi ibu dan seorang istri, saat ini beliau sedang menempuh pendidikan S3nya. I'm amazed. Kalau berbincang dengannya, pasti selalu ada saja insight yang bisa kita petik dari perbincangan itu, kita bersemangat dan berusaha menjadi lebih baik. Terasa sekali perbedaannya. Hal inilah yang membuat saya pun bersemangat membina ibu-ibu di pedesaan, membentuk taklim bareng teman-teman, mencanangkan komunitas kecil dan belajar serta mengajar tahsin. Semoga semakin banyak kelompok Rumah Keluarga Indonesia yang terbentuk di Kecamatan Gunugjati ini. Semangatnya itu menular ke saya sebagai binaannya. Meskipun dari segi financial beliau mampu banget berpenampilan mentereng, tapi beliau memilih low profile but high achievment. Sejak dulu tipe orang-orang seperti ini yang saya idamkan. Saya ingat juga apa yang dikatakannya, kurang lebih redaksinya seperti ini, "Menyederhanakan untuk urusan dunia dan bersungguh-sungguhlah untuk urusan akhirat". Entah mengapa kalimat itu seolah-olah tertancap di alam bawah sadar saya yang sering meribetkan urusan dunia *hiks. Semoga hubungan kita langgeng ya Mbak, dan jangan pernah asing. Kalau di syurga tidak menemukan saya, panggil saya dan jemput saya ya😢


Begitu juga dengan hadirnya seseorang yang saat ini menjadi imam saya. Tentu yang pertama untuk menggenapkan dien, dan sebab lainnya pasti untuk melengkapi kekurangan saya yang belum tentu orang lain bisa menerima. Baik buruknya, suka tidaknya pasti hanya ia yang bisa menerima. Begitupun sebaliknya, hanya saya yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan yang ada pada diri suami. Belum tentu orang lain pun bisa menerima kekurangannya. Pada intinya, Allah sudah menciptakan garis takdir sesuai dengan yang tertulis di Lauhul Mahfudz. Mungkin ada beberapa part dalam hidup yang tidak sejalan dengan keinginan, tapi kita tidak akan bisa putar ulang waktu. Tinggal kita membersamainya dengan ikhtiar dalam diri bagaimana takdir yang sedang kita jalankan ini menjadi berkah dunia dan akhirat. Cukup itu saya rasa, agar hati dan pikiran kita lapang, sakinah di hati dan Allah senantiasa melimpahkan kasih sayangnya untuk keluarga kita.


Waktu menunjukkan pukul 11.40 wib, mata sudah 5 watt tapi jari jemari terpantik untuk menuliskan story ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comment disini yak..